Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#40


__ADS_3

..."Cinta tidak pernah meminta untuk menanti dan di nanti. Cinta itu mengambil kesempatan,atau mempersilahkan. Yang pertama adalah keberanian,yang kedua adalah pengorbanan"...


...-...


...-...


...~Muhammad Rafka Ibnu Ar Razi....


...🌿🌿🌿🌿🌿...


Dua jam perjalanan mampu membuat Mila terpukau dengan keindahan lingkungan menuju rumah Rasya. Sebuah lingkungan yang sangat bebas dari efek rumah kaca. Mila berfikir dilingkungan yang seperti itu Reboisasi tak lagi berguna keberadaan nya. Ia kagum saat melihat rumah Rasya yang minimalis dengan design serba putihnya. Rumahnya sangat terlihat elegan denga tanaman hijau di sekelilingnya.


Ceklekk...


"Wah rumah dokter emang beda"


"Apa kamu suka?"


Mila mengangguk,"Bagus ....hanya terlihat datar dan monoton"ucap Mila jujur melihat Rasya yang menyiapkan sandal rumahnya. "Untung saja aku bukan istrimu kalau itu iya aku akan merubah semuanya menjadi lebih hidup"


Rasya tersenyum sambil merapikan barang belanjaan nya. "Emangnya kamu mau rubah kek apa?"


Mila terdiam sambil meletakan telunjuk di dagunya," emm mungkin mulai dari ruang tamunya,aku mau rubah warna biru lalu kamar makan warna kuning,kamar tidur warna merah muda,dan dapur warna cokelat,bagaimana?"ucap Mila membuat Rasya tersenyum karena melihat Mila ceria kembali.


"Baik,sesuai pesanan"lirih Rasya terdengar samar di telinga Mila.


"Hah?kamu bilang apa tadi?"


Rasya menggeleng lalu menyodorkan satu tas besar yang berisikan setelan baju bernuansa biru segar untuk Mila kenakan di tubuh nya,"Ganti bajumu lalu istirahat dengan baik"ucap nya seperti ayah yang mencemaskan putrinya. " Oh iya jangan lupa untuk mengeringkan rambut mu"


Mila tersenyum sambil memperagakan gaya hormat ala prajurit militer," Baik bos" ucap Mila tegas membuat Rasya tersenyum lebar. Mila ikut tersenyum lalu berlari ke salah satu ruangan di rumah Rasya.


Cliiing.....


Sebuah notif WhatsApp masuk membuat pria berbadan tegap itu langsung menarik senyum nya.


~Bisa kita bertemu sebentar?🍴🍽️

__ADS_1


Rasya beranjak keluar menuju lokasi yang ditujukan oleh kakaknya. Sebuah restoran Nusantara tempat dimana ia menghabiskan waktu bersama keluarga besar nya. Rasya berjalan ke salah satu tempat yang ia yakini sebagai tempat kebiasaan kakak nya.


Tap.


Tap.


"Ada apa?"tanya Rasya dengan kedua tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya.


Rafka memutar badannya sambil menunjukkan dua tiket Yaman di tangan nya.


"Apa maksudnya?"tanya Rasya tidak mengerti dengan sikap kakaknya.


"Aku akan membawa Mila pergi bersama ku"ucap Rafka to the point lalu melempar map coklat ke tangan Rasya. "Oh iya berikan map itu pada ayah setelah pulang dari Makassar"ucap Rafka yang langsung pergi karena tidak ingin memberi kesempatan berbicara untuk adiknya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Apartemen Sunnyvale.


Mila turun dari tangga lalu pergi menuju dapur sembari menunggu kepulangan Rasya untuk ia ajak makan bersama.ia memasak dengan senang nya sampai tak menyadari kehadiran Rasya yang terus menatap kecantikan nya. Rasya tersenyum saat melihat setelan biru pilihannya terlihat sangat cocok di badan mungil istrinya.


Mila mengangguk,"Emm kamu mau mencobanya?"


"Kenapa enggak?kamu menumpang di rumahku kenapa aku tidak boleh makan?"ucap Rasya menghibur istrinya.


"Oke. Ayo makan bersama"


Satu menit.


Dua menit.


"Andai saja suamiku mau makan masakan ku seperti ini"ucap Mila membuat Rasya menghentikan aktifitas makannya.


Hening.


Mila tersenyum,"kenapa berhenti ?ayo makan lagi"ucap Mila menyembunyikan kesedihannya. Namun,terlihat jelas di mata Rasya.


"Aku mau bertanya satu hal sama kamu?"

__ADS_1


"Kenapa terdengar serius? membuatku takut saja"gurau Mila yang ingin memecah kecanggungan di antara mereka berdua.


"Kalau mau tanya katakan saja apa itu?"


"Apa di lubuk hatimu pernah membenci suamimu?"


"Hah?maksudnya?"


"Satu tahun pernikahan,dia tidak pernah menghiburmu di saat sedih, memegang mu saat takut,ikut bahagia saat kamu senang atau bahkan mengalah saat kamu marah.....apa semua itu tidak pernah membuatmu benci pada suamimu?Mil,dia tidak pernah memperhatikan mu, memanjakan mu , dan terus menjagamu...apakah di saat kamu memikirkan itu kamu merasa dia tidak layak untuk mu?"


Mila tersenyum sambil mengambil gelas airnya. Rasanya ia benar-benar sangat canggung saat itu. Bagaimana ia bisa menjawab pertanyaan Rasya yang seperti ingin membanjiri otaknya.


"Emangnya kenapa jika tidak pernah diperhatikan,dimanjakan,atau bahkan di jaga olehnya?Dia itu suamiku.... bagaimana pun sikapnya rasa kebencian itu tidak akan ada di dalam hatiku"ucap Mila yakin sambil memakan camilan nya.


"Aku mempercayai dirinya yang sama sulitnya seperti aku karena perjodohan yang tiba tiba ini".


"Sekarang aku tahu kenapa aku dan kakak sangat mencintaimu"batin Rasya menatap Mila dalam.


"Sudahlah ayo makan,aku mau berangkat ke kampus"


Rasya mengangguk lalu mengantar Mila sampai ke kampus nya. Gadis itu bahagia saat temannya mulai mengerumuninya karena kerinduan yang terpaksa mereka tahan untuk dikumpulkan menjadi rasa yang tak terlupakan.


🌿🌿🌿🌿


Beberapa bulan tidak kuliah,skripsi Mila menuai banyak pujian dari para dosen nya. Di tambah dengan rangkuman Rasya yang menambah kesan sempurna dijuduk skripsinya. Hal itu membuat para dosen besar sudah berfikir kalau Mila adalah dokter hebat selanjutnya.


Disisi lain Rasya bingung saat mendengar berita wabah yang merebak cepat di negara Singapura. Ia mengumpulkan para dokter di ruang rapat untuk mencari jalan keluarnya. Semuanya resah dan bingung saat mendapat kabar dari Dr Husain yang mengatakan keadaan tidak kondusif di Singapura.


"Dokter,apa perlu menghubungi profesor Adi dulu?"


"Tidak perlu,biarkan papa beristirahat sejenak dari tugas beratnya,lagian papa juga masih ada di kampus untuk menggantikan ku"


"Wah setelah sekian lama profesor Adi masih semangat untuk mengisi materi di kampus"ucap Reza senang.


"Hmm baiklah kita mencoba meneliti formula awalnya dulu"


"Baik dok" . Semuanya mengangguk lalu kembali pada pekerjaan dan tugas mereka masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2