
Lima menit perjalanan. Maira, Vina,Salfa,Adi berlari ke rumah sakit tempat Mila di rawat. Semuanya menjadi cemas saat melihat raut wajah Rafka yang berdiri sendirian di depan pintu kaca ruang operasi.
"Bagaimana keadaan Mila?"tanya Maira panik sambil memegang lengan putra sulungnya.
Rafka menggeleng,"Mila masih ada didalam ma sama Rasya"
"Dia pasti baik² saja,mama yakin sama Rasya"ucap maira optimis pada dirinya.
Didalam ruangan,denyut nadi Mila semakin lemah. Darahnya masih terus bercucuran di tubuhnya. Rasya masih bingung dengan hati dan pikirannya. Tangannya sama sekali belum melakukan pergerakan untuk menyelamatkan istrinya. Semua asisten Rasya hanya bisa menatapnya sambil berusaha untuk menyadarkan Rasya dari lamunan panjangnya.
"Dok, sadarlah...lakukan sesuatu untuk menyelamatkan nya"ucap Alfin membuat Adi yang mendengarnya langsung menerobos masuk ruang operasi nya.
Braaaak....
Adi menatap kesal Rasya dari atas ke bawah. Penampilan nya sungguh berantakan membuat Adi marah karena kerja kurang profesional nya.
"Apa yang kamu lakukan?apa penampilan mu yang sekarang terlihat seperti seorang dokter yang hebat?"ucap Adi tegas sambil memakai pakaian operasi nya. "Keluarlah biar papa yang melakukannya!" Ucap Adi dingin yang mulai memegang gunting operasi nya.
Tak terima dengan perintah sang papa. Rasya benar-benar kesal mendengar perintah papanya yang tidak masuk akal di otaknya.
"AKU ADALAH SUAMINYA!PAPA TIDAJ BERHAK UNTUK MENGUSIRKU KELUAR!"
Adi menatap putranya dengan tatapan penuh kekesalan," SUAMI? KALAU KAMU ADALAH SUAMINYA MAKA PAPA ADALAH MERTUANYA!PAPA LEBIH BERHAK DARIPADA KAMU YANG TIDAK BERHASIL MENJAGANYA!!!"tegas Adi membuat Rasya terdiam di tempatnya," bawa dia keluar!"perintah Adi pada asistennya.
Rasya pun di arahkan keluar membuat Maira panik dan menghampiri nya.
"Sya kenapa kamu keluar sayang,gimana keadaan Mila di dalam?"
Rasya terdiam sambil menahan air matanya di depan mamanya. Ia tidak tahan dengan kebodohan nya hingga air mata itu berhasil luruh dari tempat asalnya.
"Aku gagal untuk menjaganya ma,aku tidak bisa memegang apapun untuk menyelamatkan nya"ucap Rasya sedih membuat Maira memeluknya sangat erat.
"Tidak papa sayang,dokter mana yang bisa tega saat Keluarga nya sendiri yang menjadi pasien di ruang operasi nya"ucap Maira menenangkan putranya.
"Lagipula Mila adalah istrimu"ucap Maira membuat Rafka tak terima mendengar nya. Rasanya begitu sesak saat tahu gadis yang ia cinta pada pandangan pertama sudah menikah dengan adik kandungnya.
Rasya yang tak terima dengan dirinya yang tak melakukan apapun berusaha masuk untuk membantu papanya.
"Pa,biarkan aku masuk!!"teriak Rasya sambil menggedor pintu operasi nya.
"JANGAN DENGARKAN DIA!LANJUTKAN TUGAS KALIAN!!"ucap Adi pada semua asistennya.
"Profesor!pasien kehabisan banyak darah"
"Ambil lima kantong darah dan biarkan mengalir semuanya!"
"Baik"
Semuanya bertindak serius menghadapi keadaan Mila yang semakin lama semakin tidak stabil. Adi tidak menyerah dan melawan rasa kasihan nya untuk menghadapi menantu nya.
Tiiiit....
__ADS_1
"Profesor gawat... jantungnya.."
"DEFIB!"Seru Adi mengambil alat kejut jantung yang diberikan asistennya. Kemudian ia mengambil spuit dan satu ampul epinefrin lalu menyuntikkan obat itu untuk menstimulasi detak jantung nya.
Adi menghela nafasnya saat melihat grafik normal pasien yang terlihat di monitor detak jantung nya.
🌿🌿🌿
Tap.
Tap.
Rafka mendorong tubuh Rasya hingga membuatnya limbung dan terjatuh. Ia juga kesal melihat kekhawatiran Rasya yang menurutnya bisa menganggu konsentrasi papanya. Rafka menatap Rasya kesal dengan tangan yang menarik kerah baju adiknya.
"LO GILA YA?GUE GAK PERNAH LIHAT LO YANG BERSIKAP TIDAK MASUK AKAL SEPERTI INI"
"EMANG KENAPA KALAU GAK MASUK AKAL?GUE PENGEN MASUK UNTUK MEMBANTU NYA"teriak Rasya mendapat Bogeman mentah dari kakaknya.
"GAK WARAS!SUDAH LO DIAM AJA DAN BIARKAN PAPA YANG MENYELAMATKAN NYA,KALAU LO MASIH BELUM PUAS LO BISA BERANI BUAT NYURUH MAMA MASUK KE DALAM!!!!"
Memang. Dr. Mairanda Aprilia Ar Razi dulunya adalah seorang dokter hebat dan profesional dalam kerjanya. Namun, karena dirinya yang tidak berhasil membuktikan dirinya tidak bersalah karena sebuah kasus kematian di masanya,membuat Maira terpaksa di cabut dari profesi nya sebagai dokter selamanya.
🌿🌿🌿
Dua belas jam,delapan belas menit tiga puluh enam detik,Adi keluar dari ruang operasi sambil melepas masker dan sarung tangan nya. Maira yang sudah melihat batang hidung suaminya langsung berlari untuk menanyakan keadaan menantunya.
"Suamiku,bagaimana keadaan Mila?"
"Apa sudah bisa menemuinya?"tanya Vina yang sedari tadi menangis di pelukan keponakannya.
Adi mengangguk,"sudah boleh tapi jangan beritahu apapun yang membuatnya berpikiran berat"pesan Adi mendapat anggukan kepala dari istrinya.
Maira tersenyum sambil menarik tangan Rasya," lihatlah papamu berhasil menyelamatkan nya,Mila baik² saja....ayo kita temui istrimu"ucap Maira senang lalu langkahnya terhenti saat Rasya melepas cekalannya.
"Aku tidak ingin menganggu kesehatan nya"ucap Rasya membuat Maira bingung.
"Apa maksudmu sayang? Kenapa kamu bisa menganggu kesehatan nya?kamu ini suaminya,kamu juga sangat khawatir dengan keadaannya,kenapa kamu masih berdiri disini?bukankah di saat seperti ini kamu seharusnya bergegas untuk segera menemuinya?"
Rasya menggeleng sambil memundurkan langkahnya membuat Maira semakin di buat bingung oleh nya.
"Sya?kamu kenapa?"
Rasya menggeleng"Ma,aku memang suaminya Tapi....Mila tidak tahu kalau dia adalah istriku"ucap Maira yang sedari tadi mencekal tangannya mulai melepas nya perlahan
"Bagaimana...dia bisa tidak tahu kamu suaminya?"
Rasya terdiam
"CEPAT KATAKAN PADA MAMA KENAPA KALIAN BERDUA BELUM SALING MENGENAL???"teriak maira penuh amarah karena delapan bulan menikah bukanlah waktu yang sedikit untuk saling mengenal di antara dua pasangan yang baru menikah.
"A....aku"
__ADS_1
Plaaak...
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Rasya karena amarah besaraira yang sudah tidak bisa di tahan lagi. Vina yang berdiri tak jauh darinya hanya bisa menangis saat mengetahui putrinya yang selalu hidup sendiri tanpa perhatian dan kasih sayang dari suaminya.
"MAMA GAK PERNAH AJARIN KAMU UNTUK BERSIKAP TIDAK ADIL PADA ISTRIMU!"ucap kesal Maira.
"PAPAMU JUGA DOKTER BESAR TAPI APAKAH PAPAMU SETEGA DIRIMU YANG MENGABAIKAN ISTRINYA SELAMA ITU?"
Rasya terdiam.
"Kenapa kamu tidak berfikir untuk mencari tahu siapa istrimu"ucap maira sembari menangis lalu pergi.
"Mana janji keluargamu yang mereka janjikan untuk kebahagiaan putriku"ucap Vina dengan penuh ketegasan lalu pergi dari hadapan Rasya dan papanya.
Rasya beralih menatap papanya sambil berharap kalau papanya tidak ikut menyalahkan dirinya," pa...maaf"
Adi menepuk bahu Rasya dengan tangan kanannya," papa gak tahu tentang masalah hubungan mu dengan Mila,yang papa tahu cuma satu hal kalau kamu sudah gagal menjadi dokter seperti yang papa harapkan"ucap Adi ikut kesal jika mengingat perilaku Rasya di ruang operasi tadi,"papa kecewa sama kamu,Sya"
"Maaf.."
Adi menghembus nafasnya besar,berusaha untuk menahan semua amarahnya. Bagaimana pun juga hukum tidak bersalah jika melarang dokter untuk menyelamatkan keluarganya.
"Sya,papa tahu perasaan mu padanya,tapi kamu harus ingat!melibatkan perasaan saat di ruang operasi itu sangat tidak profesional bagi seorang dokter seperti kita"ucap Adi melihat Rasya yang tak berani menjawabnya. " Pergilah temui dia! bagaimanapun ku juga kamu sudah mengucapkan akad untuknya, buktikan pada ibunya Mila kalau keluarga Ar-razi masih bisa menepati janjinya" ucap Adi lalu pergi.
Rizal yang sedari tadi memperhatikan pertengkaran keluarga besar di pojok ruangan hanya bisa menggeleng - gelengkan kepalanya dari kejauhan,"kalau nona nur adalah istrinya,kenapa aku harus susah payah untuk membantunya?"lirih Rizal heran. "Bukankah pernikahan adalah kemenangan yang besar dari sebuah perasaan?"ucap Rizal pada dirinya sendiri hingga tak menyadari kehadiran Nabila.
"Dokter baik baik saja?"tanya Nabila bingung melihat Rizal yang tak mengedipkan matanya.
Rizal menggeleng," saya sangat buruk,kamu harus bantu saya untuk menyuntik cairan vasopresin"ucap Rizal mengeluh dengan pikirannya sekarang.
"Tapi dok, cairan vasopresin hanya diberikan untuk penderita diabetes"
"Emang apa salahnya?darah saya sudah menyumbat sampai kebotak karena mempunyai sahabat Seperti Rasya".ucap Rizal kesal tanpa sebab pada nabila
"Huff,saya harus di operasi besar sekarang!kalau kamu tidak mau mengantar saya,saya bisa berjalan sendiri sampai kesana!!!"
"Dok,anda benar-benar sudah gila!daripada ke ruang operasi gimana kalau saya bantu dokter Agar langsung masuk ke pemakaman?"
Rizal menatap Nabila kesal," kamu benar-benar menyebalkan!!!!!"cetus Rizal lalu pergi dari hadapan nabila.
🌿🌿🌿🌿
Dar der dor ...
Gimana perasaan para reader yang masih diem diem Bae di rumah.
Komen biar rame dan terasa realistis.....
Author masih pemula nih dan masih butuh banyak kritikan lagi......
Salam uwu❤️❤️❤️😘😍
__ADS_1