
Tap.
Tap.
Bibi Wati yang baru saja keluar dari kamarnya terkejut saat melihat tuannya bisa ada dirumahnya sepagi ini. Biasanya Rasya hanya akan datang saat jam dua siang atau jam 1 malam. Namun, sekarang Wati malah sudah melihatnya berdiri di depan meja makan dengan raut bingung di wajah nya.
"Tuan muda sudah datang?"sapa bibi Wati namun tak mendapat respon sedikitpun dari Rasya. Wati merasa heran saat melihat barang milik nona nya dipegang erat oleh tangan tuan nya.
"Tuan,kenapa KTP nona muda ada di tangan Tuan?"Rasya menatap Wati dengan tatapan nya yang sulit di artikan.
"Nona muda?"
Wati mengangguk," foto yang diujung itu adalah nona muda yang selalu masak dan siapin kebutuhan tuan"
"Jangan ada yang menggangguku,aku ingin sendiri"ucap Rasya pergi ke dalam kamarnya. Ia membuka almari nya dan melihat beberapa setelan Mila yang ada disebelah setelan nya. Foto cantik pernikahan yang terlihat seperti tidak ada persiapan membuat semuanya mengira kalau pengantin wanita sungguh terlihat tidak niat untuk menikah dengannya. Hanya kecantikan nya yang alami yang membuat semuanya terlihat pantas dan baik baik saja.
"Kenapa dengan tuan?apa ada yang salah?"batin Wati bingung lalu pergi ke dapur.
Di kamar,suasana hati Rasya sungguh kacau saat mengetahui kalau orang yang ia cintai dan istri yang ingin ia ceraikan ternyata adalah orang yang sama. Seseorang itu adalah Mila yang selalu ia jaga hatinya dan ia abaikan statusnya. Rasya benar-benar Tidak mengerti jika istrinya sungguh adalah Mila, seorang istri sah nya yang menikah pada tanggal 22 Juni sebelum syaban.
🌿🌿🌿🌿
Audy tersentak kaget saat menyadari kunci mobilnya yang masih ada didalam kantor. Ia pergi membawa kunci dengan liontin merah Cola kesayangan nya. Ia berfikir jika kunci mobilnya masih ada lalu mobil siapa yang dipakai Mila untuk menjalankan tugasnya?.
"Geys,kunci mobil gue ada disini terus yang dipakai Mila mobil nya siapa"tanya Audy membuat Zera yang sedari tadi sibuk dengan cat kuku nya langsung beranjak untuk mencari kunci mobilnya. Zera mengobrak- abrik meja markas yang biasa mereka gunakan untuk menyimpan kuncinya. Zera dengan kekhawatiran bsaat melihat kunci mobilnya yang nihil berada di tempat.
"Gawat,kunci mobil gue gak ada"
__ADS_1
"Ada apa Zer?"
"Mobil gue rusak,gue sengaja meninggalkan nya beberapa hari yang lalu sambil nunggu montir gue dateng"
"Kenapa Lo bisa seceroboh ini?"cetus teman²nya yang sudah mulai khawatir dan menghentikan semua aktivitas nya.
Zera panik,"gue gak tahu kalau mobil nya bakalan di pakai sama Mila"ucap Zera sambil menangis,"gimana nih geys,apa Mila akan baik baik saja?"
"Gue denger kalau jalan Raya Cempaka putih itu rawan kecelakaan,apalagi tadi malam hujan"ucap Audy membuat semuanya panik dan berusaha memanggil nomer Mila yang sulit tersambung dengan mereka.
🌿🌿🌿
Di sepanjang jalan keadaan Mila masih baik baik saja. Dia berniat menghubungi bibi Wati untuk memintanya menyiapkan sarapan suaminya.
"Bik?"
"Emm tuan muda udah pulang?"
"Udah non,tuan muda ada di kamarnya"
"Emm yasudah bik,kalau tuan muda udah bangun bibi tolong masakin makanan kesukaan nya yah, kelihatannya saya gak bisa pulang hari ini"pesan Mila.
"Baik non,saya akan selalu setia menunggu nona muda pulang dan menyiapkan semua kebutuhannya tuan"
Tiiit....
Sambungan telepon terputus membuat Wati segera melaksanakan perintah nona nya. Ayam kecap dan nasi goreng hangat adalah masakan kesukaan tuan nya.
__ADS_1
🌿🌿🌿
Di tengah perjalanan Mila dibingungkan dengan tiga pertigaan jalan. Mila menghela nafasnya kasar saat hape yang hendak ia gunakan untuk melihat maps ternyata jatuh dari tangannya. Mila mengambil ponselnya dengan tangan kanan nya yang masih stay memegang setir. Ia mengernyitkan dahinya saat tangan nya menemukan sebuah undangan pernikahan yang masih terbungkus rapi dengan plastik beningnya. Kemudian ia mengambil nya dan melihat undangan pernikahan yang penuh dengan hiasan bunga aster di sekelilingnya. Ia membuka nya perlahan dan tersenyum saat melihat sebuah ukiran indah yang bertuliskan namanya.
~
Happy wedding Day.
Muhammad Rafka Ibnu Ar Razi bin prof. Dr. Adi Ar Razi
Dengan
Sayyidah Nur Kamila binti Alm. Agas Ihsan Ahmad.
22 Juni 1999.
~
"Ternyata Nama suamiku...."ucap Mila yang tiba-tiba langsung menancap gas nya saat melihat penyebrang jalan sembarangan yang melintas di depannya. Mila menjatuhkan undangan,lalu membanting setir saat menyadari rem mobil nya yang tidak bekerja. Dalam hatinya ia sangat panik sambil mengontrol setir mobil nya.
Kemudian tangan kirinya terus berusaha untuk melepaskan dirinya dari sabuk pengaman yang sudah berkarat mengunci tubuh nya. Ia panik. Kunci mobil nya juga tidak bisa ia buka karena tombol yang sudah hilang fungsi kerjanya. Kaca nya pecah saat sentilan besi dari truk yang mengangkut besi panjang 15 meter mulai menyerangnya.
Jarak nya semakin dekat walau pun belakang truk sudah memberin nya perigatan untuk menjaga jarak dua meter darinya. Mila menangis mengingat ayahnya saat sentilan besi lagi lagi menghancurkan kaca depan mobil nya. Dalam hatinya sungguh berharap kalau dia masih ingin hidup untuk meminta maaf atas semua kesalahannya.
"Ayah aku takut..."lirih Mila dengan pandangan nya yang sudah kabur karena darah yang terus mengalir di kening nya. Tangan nya berdarah memegang setir dan leher yang sudah tergores luka. Ia takut. Tapi bibirnya berusaha tersenyum saat mengingat Rasya yang memintanya untuk tidak pernah takut pada apapun.
"Sya....bantu aku...aku sangat membutuhkanmu"lirih Mila sedikit memberanikan diri untuk menjauhkan mobilnya dari belakang truk. Hati nya kembali goyah saat melihat bayangan ayahnya ada di depannya. Akhirnya,ia memilih membanting setir nya dan jatuh kedalam jurang yang curam karena dirinya yang takut untuk menabrak ayahnya.
__ADS_1
🌿🌿🌿