Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#42


__ADS_3

..."22 Juni, waktu dimana aku dan kamu menjadi sebuah kisah yang pilu"...


...-...


...-...


...~Sayyidah nur kameela...


...🌿🌿🌿🌿🌿...


Di sebuah gudang las kuno yang tak jauh dari ibukota, seorang pria berjanggut tebal dengan rambut panjangnya yang tak terawat sedang duduk di atas besi kuno dengan sebotol miras di tangannya.


"Bagaimana rencana kita?"


"Sejauh ini baik² saja, tapi tuan muda Ar-razi itu sedang mencari informasi tentang kita,mungkin saat ini mereka juga sudah bergerak"


"Kalau begitu habisi dia! Dia juga sasaran utama kita hari ini"


Semuanya mengangguk, " baik bos"


Pria dewasa itu tersenyum miring, "Dia dan mamanya sama saja, sepuluh tahun yang lalu mamanya tega meninggalkan ku demi profesi nya" ucap Hans Adiwiyata yang tak lain adalah Mantan dari Nyonya Maira Aprilia Ar Razi sebelum menikah.


"Aku sudah menghilangkan profesinya agar dia bisa kembali lagi padaku, tapi dia malah menikah dengan tua Bangka itu"ucap Hans sambil mengepalkan tangannya.


"Sekarang anak nya Rafka malah mengambil tender besar milik adikku sampai perusahaan nya bangkrut dan meninggal" kesal nya lagi sambil memecah botol miras nya sampai tangan nya berdarah.


Kreeeek...


Suara ranting membuat mereka langsung waspada. Mila berlari untuk memberi tahu suaminya kalau dirinya akan terkena masalah. Langkahnya terhenti saat tong besar menghalangi jalan nya.


"Aku tidak akan membiarkan suamiku terluka"ucap Mila yang sejak tadi melepas diri dari rombongannya. Mila mendengar ada dua orang laki laki yang menyebut nama suami nya. Dirinya yang penasaran membuatnya sampai ke gudang las dan mendengar semuanya.


"Siapa dia?"


"Seorang gadis"


"Habisi dia tanpa sisa,jangan biarkan semua rencana kita gagal begitu saja"


"Baik bos".


Mila terdiam dengan ketakutan yang luar biasa saat melihat pria-pria berbadan kekar mengepung nya dengan senjata tajam.


Dia menyesal. Andai saja dirinya tidak dilahirkan untuk menjadi berani seperti ini,mungkin situasi ini tidak akan pernah terjadi. Tapi tidak, ini semua tentang keselamatan suaminya yang baru ia kenal beberapa hari yang lalu.


🌿🌿🌿🌿


Tap.


Tap.


"Ada apa?"tanya Rafka panik dengan perasaan nya yang sudah tidak tenang.


"Gawat bos, rencana kita baik² saja tapi ...."


"Tapi kenapa?"


"Kita melihat nona Mila ada disana"


"APA? BUKANNYA DIA PERGI KERUMAH TEMANNYA?"


Semuanya menggeleng ," kita juga tidak tahu bos"ucap Frederick yang melihat kecemasan tuannnya.


"Bos jika kita kesana,semua rencana kita bisa gagal"ucap Frederick yang diabaikan oleh Rafka yang mulai berangkat menjemput Mila.


"Lalu apa yang harus dilakukan sekarang?" Tanya seorang pria berbaju hitam dengan kacamata hitam nya.


Frederick menggeleng, "Tidak ada cara lain, langsung ke rencana kedua"ucap Frederick. "Yaitu....lapor kepolisian"

__ADS_1


"Baik"


🌿🌿🌿🌿🌿


Mila memejamkan matanya saat pisau tajam hendak menusuk tubuhnya. Ia terkejut saat tubuhnya tidak merasakan sakit sedikitpun. Mila membuka matanya dan menangkap pria berbaju hitam menyelamatkan dirinya.


"Ka..."


"Pergilah,jangan khawatirkan aku"ucap pria itu yang sudah beradu hantam dengan para penjahat walaupun perutnya terus mengalirkan darah.


"Tapi...."


"Aku akan menemuimu lain waktu" ucap pria itu lalu pergi saat melihat rombongan Rafka datang menghampiri Mila.


"Mila!!!"teriak Rafka membuyarkan lamunan Mila yang menatap kepergian pria itu dengan lukanya.


Rafka berjalan ke arah Mila dan langsung memeluknya erat, "Apa kamu baik² saja?apa ada yang terluka?apa mereka mengejutkan mu"


"Kamu tidak bertanya kenapa aku bisa datang kemari?"


Rafka menggeleng," Tidak perlu jika kamu tidak mau mengatakannya" ucap Mila membalas pelukan Rafka.


"Raf,aku tidak akan membiarkan mereka melukai mu"lirih Mila membuat Rafka menambah erat pelukannya.


"Kenapa kamu membuatku berfikir lagi untuk melepaskan mu?"batin Rafka.


"Raf, mereka bukan orang baik, mereka akan melukaimu"


"Aku tahu, ayo kita pulang"


Mila mengangguk, " Apa mereka tidak akan mengganggumu lagi?"


"Tidak akan" ucap Rafka lalu membawa Mila pergi ke rumah . Asalkan cinta nya selamat, ia tidak peduli dengan Hans dan teman2 nya yang berhasil melarikan diri.


🌿🌿🌿🌿🌿


Rafka duduk sendiri di dalam ruangan nya. Hari ini hatinya bimbang dengan persepsi Mila yang mencintai Rasya dan Rasya yang mencintai Mila lebih dari dirinya. Ia bingung saat ketidakrelaan dan kenyataan terus mengacaukan pikirannya.


Disisi lain, sebuah paket datang di depan pintu rumah nya. Mila tersenyum saat melihat gaun biru dengan sepucuk surat dari suaminya. Mila membuka nya perlahan dan mulai membaca surat itu kata demi kata. Ia menyunggingkan senyumnya saat satu kata tiba² keluar dari bibirnya. Romantis. Itu kata nya.


~ Bersiaplah yang cantik,aku akan membawamu pergi jalan-jalan nanti malam~


🌿🌿🌿🌿


Jam masih pukul 7 malam . Mila sudah bersiap dengan gaun biru nya. Menyisir rambut, berdandan, dan memakai cincin pernikahan nya. Mila terlihat sangat cantik seperti biasanya.


Tap.


Tap.


Mila turun dari tangga membuat Rafka yang menunggunya terpukau hebat saat melihatnya. Rafka tidak mengerti kenapa riasan sederhana saja sudah membuat Mila terlihat secantik ini. Bibi Wati tersenyum dan tak sengaja menjatuhkan piring dari tangannya.


"Nona muda cantik sekali hari ini"


"Apa biasanya saya tidak cantik bik?"Gurau Mila membuat Wati tertawa.


"Nona selalu cantik bagi tuan muda"goda Wati membuat Rafka dan Mila tertawa.


"Kamu cantik" ucap Rafka refleks dari dalam hatinya.


"Apanya?bajunya ya"


Rafka menggeleng, "bukan, tapi Semua yang ada di dirimu itu cantik" goda Rafka membuat Mila tersipu malu.


"Raf udah, percaya gak kalau aku bisa mukul orang?"


"Baik ²,ayo pergi"ucap Rafka yang tahu betul bagaimana amukan Mila pada nya.

__ADS_1


Kemudian tatapan nya beralih pada bibi Wati yang terus tersenyum di depannya.


"Bik,saya pinjam nona nya sebentar untuk saya bahagiakan boleh?"


Wati tersenyum, "Jangan sampai lecet ya tuan"


"Laksanakan"


"Ayo pergi"ucap Mila menggandeng tangan Rafka keluar.


Wati yang melihat kedekatan keduanya hanya bisa menghembus nafasnya besar, " ya tuhan kalau saya boleh mengeluh, dua tuan muda ini terlalu sulit untuk di pilih" lirih Wati yang berjalan pergi ke kamarnya.


...


...


🌿🌿🌿


Satu langkah


Dua langkah.


-


"Sebenarnya kamu ini mau bawa aku kemana?"tanya Mila yang penasaran karena Rafka yang menutup kedua matanya dengan selembaran kain panjang.


"Buka matamu"ucap Rafka yang sudah melepas kain di mata Mila.


Mila tersenyum bahkan terlihat sangat bahagia saat melihat pasar malam indah yang disiapkan khusus untuknya. Hujan bunga, lampu hias, bianglala, dan permen kapas membuat Mila merasa spesial malam ini.


"Kamu siapkan semua ini untukku?"Ucap Mila melihat barisan lampu yang menyala otomatis di sekelilingnya.


Rafka mengangguk sambil mengeluarkan dua tiket Yaman di sakunya ," apa setelah ini kamu mau pergi bersama ku?"


Mila terdiam. Ia ingin pergi tapi ia juga tidak bisa meninggalkan Rasya sahabatnya. Ia menyembunyikan penolakan nya,lalu mengambil satu tiket untuk ia masukkan ke dalam tas nya.


"Ini sangat indah, bagaimana kalau kita main aja sekarang?"


Rafka mengangguk dan menyadari sikap Mila yang tidak ingin membahas nya . Ia tahu jika gadis nya itu masih berat untuk memutuskan pergi bersama nya.


"Ayo" ajak Rafka yang berusaha tersenyum untuk menyembunyikan kesedihannya.


Mereka sangat bahagia dengan permainan di pasar malam. Mulai dari komedi putar, bianglala, tangkap boneka hingga kelezatan jagung bakar perisa ayam panggang. Semua itu menjadi malam yang tak pernah terlupakan di hati Rafka.


Hening.


Rafka menatap Mila dalam lalu memberikan kotak merah mudabdi tangan Mila , *untukmu" ucap Rafka diterima baik oleh Mila.


"Aku harap setelah membuka ini hubungan kita akan selalu baik² saja"


Mila tertawa melihatnya, "apa ini?kenapa terdengar sangat misterius? Apa ini sebuah hadiah untukku?"


Rafka mengangguk.


"Baiklah, terima kasih" ucap Mila senang sambil melanjutkan aktivitas makan jagung nya.


"Raf,ayo pulang...aku sudah lelah"ucap Mila mendapat anggukan.


"Mil,jika kamu tetap datang padaku setelah membaca surat itu, aku berjanji akan menjagamu dengan hidupku.....tapi jika itu sebaliknya aku tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi"


"Raf,apa yang kamu pikirkan? Ayo kita pulang" teriak Mila membuat Rafka tersadar dari lamunannya.


Keduanya masuk kedalam mobil lalu memasang sabuk pengaman, "Aku akan mengantarmu pulang"


"Kamu mau pergi lagi?"


Rafka mengangguk, " Aku mau ke kantor sebentar, aku takut kalau kejadian kemarin bisa mempengaruhi perusahaan" bohong nya sangat lancar.

__ADS_1


"Hmmm baiklah" jawab Mila sedih dan menatap luar jendela. Sekali lagi suaminya harus pergi meninggalkan nya sendiri seperti ini.


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2