Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#87


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 2 siang. Rasya menemui kakak nya setelah memastikan Mila yang sudah tidur bersama Azen di kamarnya. Rasya menatap bersalah saat melihat kakaknya yang sudah duduk kedinginan di depan rumahnya.


"Kak...."


"Sebenarnya apa yang terjadi?gue masih ingat kalau gue gak pernah ngelakuin kesalahan apapun yang serius sama Mila....tidak² apa aku yang pernah jatuh cinta padanya itu juga termasuk kesalahan?" Tanya Rafka panik sendiri karena merasakan Mila yang sangat takut padanya. "Kenapa dia bisa setakut itu sama gue? Ini benar benar gak masuk akal"


"Kak, aku juga gak tahu, ingatan mulai bisa sedikit demi sedikit kembali karena kakak yang tiba tiba muncul di hadapannya"


"Sungguh?kalau gitu ayo biarkan kakak Lo ini tidur sama Mila bersama"


Rasya menggeleng "itu bisa sangat menyakiti nya, aku juga tidak akan biarkan itu terjadi"


Rafka terdiam.


"Aku sudah berjanji pada gara dan diriku sendiri untuk tidak memaksakan ingatan nya"


"Baiklah aku akan menjauh darinya tapi tidak dari Azen ....aku sudah benar benar dibuat candu olehnya "ucap Rafka lalu terdiam saat bunyi notif muncul di saku nya dan saku Rasya secara bersamaan.


Cling.


Cling.


|Mama❤️


Raf,nyonya Vina sudah meninggal siang ini karena sakit


|Papa.


Sya, ibu mertuamu meninggal siang ini.


"Apa?"ucap Rasya dan Rafka serentak sambil menggeleng dengan tatapan tak percaya.


🌿🌿🌿

__ADS_1


Berita meninggalnya Vina terlalu mendadak untuk kediaman Ar Razi dan semua tetangganya. Sebelumnya,ia hanya merasa masuk angin dan sakit kepala. Ternyata setelah diperiksa Vina di diagnosa telah terkena penyakit paru paru basah dan kanker otak stadium akhir. Semua tetangganya panik dan segera menelfon maira karena Salfa yang juga baru berangkat ke Makassar untuk tugas dinasnya.


Rasya memberitahu Azen kalau neneknya baru saja meninggal dan akan dimakamkan. Rasya mengajak Mila dan Azen di rumah mertuanya yang sudah di pasang bendera kuning di gerbang nya. Sebelumnya,ia sudah memberi tahu Adi kalau Mila telah kembali dengan semua ingatan nya yang sudah menghilang.


"Gue yang ke Makasar buat nyusul si Salfa"ucap Rafka sebelum pergi karena dia juga tidak ingin berpapasan dengan mila dan membuat keadaan nya semakin bertambah buruk.


Maira tidak tahan melihat kemalangan menantunya yang  tidak mengingat ibunya sendiri bahkan di saat meninggal membuat ia mendekati Mila dan memeluknya sangat erat.


"Nyonya jangan sedih...hidup dan mati sudah di tangan tuhan"ucap Mila memeluk maira membuat wanita itu semakin menangis di pelukan nya. Maira hanya merasa kalau bukankah kalimat iy yang seharusnya ia ucapkan pada Mila karena telah kehilangan ibunya?.


Disisi lain Akmal yang mendengar itu juga merasa sangat sedih dan ingin keluar dari pekerjaan untuk menemui ibunya. Namun,karena sumpah ia tidak akan bisa keluar dan meninggalkan pekerjaan nya. Di tambah lagi dengan orang ² di sekelilingnya yang terlihat sangat berbahaya untuk membunuh nya salam satu kali tebasan saja.


Sriiing....


Pria kejam itu tersenyum miring saat melihat Akmal yang sudah banjir darah di tubuh nya. Pelaku penggelapan,pembunuhan berantai dan pengedar narkoba itu benar benar kesal saat Akmal berhasil menemukan semua bukti bukti kejahatan nya.


"17 tahun yang lalu kamu sudah memerkosa banyak gadis yang tidak berdosa!!! walaupun aku mati aku bangga karena sudah membantu mereka mereka untuk membalaskan dendam nya"ucap Akmal tegas karena mengingat pesan ayahnya yang harus menghormati wanita seperti dia pada ibu dan adik kesayangannya.


"Anak muda....dalam hidup ini agar  kamu selamat.. kamu seharusnya tidak perlu ikut campur urusan orang lain"ucap pria kejam itu memainkan pisau tajamnya.


Pria kejam itu tertawa "mengaku?aku bahkan tidak tahu apa kesalahan ku....apa diantara gadis kecil itu ada seseorang yang kamu cintai?"


"Dia istri ku"


"Ayah istrimu adalah musuh terbesar ku....awalnya kita memang sahabat an...tapi ayah mertuamu itu sangat tidak tahu berterima kasih dan kabur setelah menabrak putri ku sampai mati....kamu tidak tahu bagaimana putraku gila karena itu dan perusahaan ku jadi terbengkalai sampai bangkrut"


"Anda salah paham,aku meninggalkan keluarga ku hanya untuk menjelaskan ini.....semua harus jelas agar kamu tidak terus melakukan hal jahat seperti ini"


"Apa maksudmu?"


"Putri mu yang sengaja menabrakkan diri karena sedang patah hati....sedangkan putramu itu dia sudah gila karena terpengaruh obat obatan dengan dosis tinggi...dia yang sudah menghamili adiknya sendiri tuan"


Plakkk.

__ADS_1


"Lancang "teriak pria itu " apapun yang terjadi kamu harus mati sekarang "


Braaakk.


"Kalian semua saya tahan"ucap Ayesha bersama semua prajuritnya. Seketika itu semua mengangkat tangan dan tak sadar satu peluru melesat begitu saja.


Door....


Ayesha memejamkan mata nya saat pria muda yang membantu penyeledikan kepolisian selama ini sudah kehilangan nyawanya. Semua polisi itu menunduk saat mengingat pengorbanan Akmal yang lama  demi masa depan negara nya. Berawal dari kasihan karena seorang gadis yang dipaksa ayah kandung nya sendiri untuk menjual diri di diskotik dekat rumah temannya. Hingga akhirnya menjadi cinta saat menyadari kalau gadis itu sangat hebat untuk tetap menjaga kesuciannya.


"Kenapa kamu ingin semua orang menganggap mu sebagau gadis tidak baik baik"


"Aku hanya ingin hidup demi diri ku sendiri....kenapa membahagiakan orang lain kalau harus menyusahkan diri sendiri?"ucap Aurel Renata, mendiang istrinya.


Dalam hatinya yang amat dalam, Akmal hanya tidak ingin mengabaikan ketidak Adilan yang tak sengaja dilihat sempurna oleh kedua matanya.


"Beri hormat pada pejuang kita, sudah bertahun-tahun anak muda ini selalu membantu kepolisian"ucap komandan membuat pasukannya langsung memberi hormat dan sedikit menundukkan punggung nya.


".....ayah maaf"lirih Akmal menatap bayangan ayahnya yang tersenyum sambil menangis haru menatapnya. "Maaf, kakak tidak bisa kembali lagi padamu mil"lirihnya lagi melihat arwah ibunya di depannya.


Dari anak kecil,remaja,dewasa,sampai tua...semua orang tahu kalau Akmal sudah banyak membantu menyelamatkan nyawa mereka semua. Sepanjang hidupnya Akmal hanya ingin seperti itu. Ingin menjadi seperti..... ayahnya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Rintihan tangis di dalam ruangan membuat Azen merasa bosan dan ingin mengajak Mila untuk bermain di luar. Rasya yang mendengar itu membuat ia terus merasa bersalah Sampai tak tahan untuk menahan air matanya.


"Ibu aku takut ayo keluar"ucap Azen ketakutan saat melihat Vina yang sudah terbungkus kain kafan


"Azen tunggu sebentar saja"tutur Rasya yang tidak bisa membayangkan Mila pergi meninggalkan mayat ibunya.


"GAK MAU AYAH AKU TAKUT!!!!"teriak Azen menangis membuat semua orang menatap nya


"Gak papa sya aku temani Azen saja...kamu disini aja menemani mertuamu untuk yang terakhir kalinya...lagian juga wajar kalau anak kecil takut melihat itu semua"ucap Mila yang sudah menggandeng Azen keluar.

__ADS_1


"Mil seandainya kamu sudah ingat....apakah kamu akan menyalahkan ku?"batin Rasya yang tidak bisa memaksa ingatan Mila saat merasa kondisi Mila akan memburuk setelah mendapatkan kembali sedikit ingatan nya.


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2