
Pagi hari pukul 06.25, Rasya mendapat panggilan dari dokter Reza untuk menyuruhnya segera pergi ke rumah sakit. Rasya yang melihat istrinya tertidur pulas hanya bisa mengecup keningnya lalu pergi.
Mila terbangun dan terkejut saat menyadari tubuh sucinya sudah berhasil di terobos oleh suaminya. Jejak darah di atas sprei putihnya membuat dia merasakan rasa malu yang luar biasa untuk berdiri lagi di hadapan Rasya. Di tambah lagi dengan beberapa helai rambutnya yang sudah rontok di atas bantal membuat Mila berfikir kalau stamina Rasya tadi malam sungguh tidak seperti biasa.
Mila bangkit dari ranjangnya dengan rasa sakit bercampur lelah di tubuhnya. Ia beranjak ke kamar mandi lalu kesal saat menyadari Rasya yang langsung pergi meninggalkan nya.
"Dasar orang jahat"kesal nya saat melihat Rasya yang banyak meninggalkan jejak di tubuh serta lehernya.
Tap.
Tap.
"Nona muda sudah bangun?"sapa bibi Wati Rama melihat Mila yang turun dari anak tangga.
"Rasya mana bi?"
"Emm tuan muda udah berangkat tadi pagi,non"
Mila berdecak kesal sambil menarik anak kursi di depannya," dasar gak berperasaan"
"Nona muda kenapa marah?"
"Gak papa bi cuma pengaruh hormon "
Wati tertawa," nona gak berangkat ke rumah sakit barangkali nanti bisa ketemu tuan muda?"
Mila menggeleng"nggak bi, aku lelah"jawab Mila refleks membuat Wati yang paham langsung tertawa.
Wati hanya menggeleng saat melihat nona nya kesal dan melampiaskan amarahnya pada gelas dan seisi meja makan.
🌿🌿🌿🌿🌿
Pembegalan ilegal besar²an berhasil membuat Rasya sibuk seharian di rumah sakit. Kemudian Rizal datang ke ruangan nya sambil membawa beberapa map penting di tangannya.
"Gue butuh tanda tangan Lo!"ucap Rizal menyerahkan semua dokumennya. "Yang pertama paling penting"
"Apa ini?"tanya Rasya yang sudah memulai membuka dan membacanya. Tanpa berfikir panjang dengan barisan pertanyaan yang bisa membuat keadaan sedikit tidak objektif, Rasya langsung mengambil pena dan mulai menandatangani nya.
"Nih"ucap Rasya membuat Rizal terkejut.
"Semudah ini?Lo langsung tanda tangan tanpa bertanya dulu ke gue?Lo masih Rasya temen gue kan?"
"Kalau begitu jelaskan sama gue sekarang"
Rizal terdiam," gue mau nikah sama Nabila karena itu gue mau bertukar suster sama gue"jelas Rizal ,"gue Nabila dan Lo Alfin, suster gue"
"Baik begitu saja,Alfin dan Nabila tidak ada bedanya, keduanya sama² profesional,gue terima"
__ADS_1
"Lo teman gue paling baik, btw dimana nona nur?"tanya Rizal membuat Rasya terdiam. Sampai sekarang ia tidak melupakan bagaimana staminta nya tadi malam.
"Hari ini dia gak masuk"jawab Rasya tanpa menatap Rizal di depannya.".....dia lelah"sambungnya membuat Rizal membulatkan matanya besar.
"Lo ya yang buat dia lelah"tebal Rizal yang sudah melihat tingkah aneh Rasya," kasihan dia ...tubuh yang dia jaga selama bertahun-tahun sekarang sudah hilang di tangan pria tak berperasaan seperti Lo"
"Maksud Lo gue?"
"Iyalah siapa lagi?coba Lo pikir...semalaman Lo bercinta dengan dia dan sekarang Lo malah mengencani semua dokumen Lo" kesal Rizal ,"kalau gue jadi nona nur gue bakal mengemasi koper lalu kabur dari rumah" ucapnya lalu pergi.
Tap.
Tap.
Jeritan keras dari suster yang baru saja keluar dari ruangan membuat Rasya dan Rizal segera berlari ke arahnya. Sebuah monitor detak jantung yang tadinya masih baik² saja mendadak menjadi garis vertikal di dalamnya. Keduanya terdiam dan saling menatap lalu menggeleng sebagai isyarat untuk pasien yang sudah tidak bisa lagi mereka selamatkan. Fakta yang seperti itulah yang selalu terjadi di kehidupan seseorang .
Tepat pukul 2 malam Rasya pulang ke rumah nya. Rasya terdiam saat melihat Mila yang tertidur di sofa untuk menunggunya. Rasya memelankan langkahnya lalu berniat untuk mengangkat tubuh Mila ke kamarnya. Namun sebelum itu, Mila lebih dulu bangun dari tidurnya.
"Kamu sudah bangun?"
"Kenapa pulang terlambat?ada masalah di rumah sakit?"
"Tidak ada yang serius ,maaf telah meninggalkan mu"
"Tidak masalah,aku juga tahu posisimu"ucap Mila membuat Rasya tersenyum bangga," Ayo.... tidur di kamar"
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Empat jam perjalanan membuat sosok pria muda itu tersenyum senang. Sebuah gerbang sederhana dengan lingkungan yang sangat asri untuk membuat nya tak ingin lagi pulang ke rumahnya.
Rafka masuk dengan senyuman dan disambut hangat oleh keluarga asramanya.
"Sudah mengakui kesalahan mu sampai kembali kesini"tanya pria tua berumur sekitar 75 tahun.
"Iya Abah Rafka salah maaf ya "
Farhan tersenyum ," sebenarnya Abah juga tidak pernah mempermasalahkan mu yang kabur dari asrama, tapi kamu ini sudah sangat keterlaluan?pulang terlalu lama dan tidak pernah memberi kabar,apa kamu sudah melupakan Abah karena melihat papa hebatmu?"
"Abah ini pencemburu sekali"
Kemudian seorang wanita muda datang di tengah² mereka dengan setelan syar'i nya. Wanita itu tersenyum saat melihat Rafka kembali pulang ke asrama nya.
"Kamu sudah pulang?' Rafka hanya mengangguk dan kembali fokus pada abahnya.
"Rafka putriku Anisa sangat merindukammu"ucap Abah membuat Anisa tersipu malu " dia selalu menyakini Abah kalau kamu pasti pulang untuk menikahi nya"
"Lebih baik kita langsung makan aja bah,Rafka lapar"
__ADS_1
Farhan yang duduj di kursi roda itu tertawa,"baiklah ayo kita makan bersama"
Di meja makan Anisa sudah siap dengan nampan teh nya. Ia tersenyum saat Farhan selalu memberinya kesempatan untuk berdekatan dengan Rafka calon suaminya. Rafka sendiri yang tidak pernah menyukai teh langsung mengalihkan gelas nya untuk menjauh dari teko teh Anisa.
"Abah kan tahu aku gak pernah suka teh"
"Kalau begitu katakan apa saja maumu biar Anisa yang menyiapkan nya"
"Gak perlu bah"
"Yaudah Abah pergi dulu ya, punggung Abah sakit kalau duduk terlalu lama"
"Biar aku temenin bah"
"Gak perlu raf, lebih baik temenin Anisa aja"ucap Farhan lalu pergi sendir ke kamarnya.
"Kalau kamu merasa terganggu ,aku pergi dulu"
Rafka terdiam," tunggu sebentar, ada hal yang mau aku tanyakan "
Satu menit
Dua menit
Tiga menit.
"Kamu mau tanya apa padaku?"
"Apa ada yang mau kamu jelaskan padaku?"tanya Rafka to the point membuat Anisa kebingungan.
"Selain perjodohan, tidak ada yang mau ku bicarakan "
Rafka terdiam mendengar kebohongan Anisa padanya. Bertahun tahun hidup di asrama Rafka cukup akrab dengan tulisan tangan Anisa di surat mamanya. Dalam diamnya Rafka sungguh tidak mengerti niat Anisa yang sangat mengharapkan perjodohan ini dengannya. Kemudian Rafka mengeluarkan sebuah surat sampai membuat raut wajah Anisa berubah seketika.
"Apa kamu masih mengenal surat ini?"
Anisa terdiam.
"Aku sudah memberimu kesempatan untuk jujur padaku tapi kamu melewatkan nya tanpa berfikir,apakah kamu masih Anisa yang pernah ku kenal?"
"Aku tidak salah, perjodohan mu lebih dulu ditentukan bersamaku daripada jodoh pilihan ibumu,Rafka apa yang kamu pikirkan?apa kamu mau menolak perjodohan ini?apa kamu tidak kasihan sama Abah yang sangat mengharapkan kita untuk bersama?"
Rafka menggeleng," Aku tidak akan menikahinya karena aku tahu Abah sangat mengenalku lebih dari siapapun termasuk diriku sendiri"
"Tapi aku sangat mencintaimu dan mengharapkan perjodohan ini,raf"
"Anisa aku akan mengatakannya sekali lagi padamu agar kesalahpahaman ini tidak terus berlanjut, aku tidak pernah mencintaimu Anisa ...selama hidupku aku hanya menganggap mu sebagai adikku"ucap tegas Rafka membuat Anisa meneteskan air matanya" maaf"ucapnya lalu pergi.
__ADS_1
Anisa menangis dari lubuk hati nya yang paling dalam," kenapa kamu tidak mencintai ku atau mungkin karena gadis itu atau labibah kecilmu itu?"lirih Anisa menatap kepergian Rafka ," dari dulu aku sudah cukup bersabar melihatmu bersama labibah,lalu kenapa jadi seperti ini?"
🌿🌿🌿🌿🌿