
Lima bulan kemudian.....
Suasana rumah tangga Rasya dan Mila baik baik saja. Namun sebuah kesibukan diantara keduanya membuat perasaan itu berhasil di renggangkan oleh kata lelah di tubuhnya. Komunikasi yang kurang membuat keduanya tidak saling mengerti satu sama lain . Ditambah dengan sikap Mila yang mudah berubah dan membuat Rasya merasa sulit untuk menghadapi nya.
"Aku berangkat" ucap Rasya kesal melihat Mila yang masih sibuk dengan filenya.
"Berangkat² aja"
"Kamu kenapa sih marah² Mulu"
"Ya kamu yang kenapa biasanya juga langsung berangkat"ucap Mila kesal membuat Rasya langsung pergi tanpa meninggalkan sepatah katapun lagi.
Rumah sakit Arya Sanjaya ,pasangan Rizal dan Nabila berhasil membuat seisi rumah sakit muak melihatnya. Gombalan receh Rizal dengan respon garing Nabila cukup membuat pasien meninggalkan keluarganya.
Rizal bingung melihat hubungan Rasya yang tidak semanis seperti dirinya kedua insan yang tidak lagi saling sapa menyapa. Juga pasien manja yang selalu menganggu hubungan keduanya. Rizal tak mengerti saat jabatan Mila dan Rasya yang bertambah naik satu tingkat malah membuat keduanya tak punya waktu untuk sekedar menghabiskan waktu bersama.
"Kenapa nona nur?"
"Gak tahu,hormon nya berubah rubah terus"
"Ya Lo usaha dong buat ngalah"tutur Rizal sambil memberikan yogurt ke tangan Rasya ,"kalau kalian gini terus hubungan kalian gak bakal lama Sya"
"Seharian ini gue emang sibuk"
"Coba simpan waktu dikit buat istri Lo,biasanya cewek paling gak suka dicuekin"ucap Rizal, "kayak gue dong yang selalu di kasih Nabila yogurt buat pelajaran kalau hubungan itu gak selalu manit tapi tetap harus sehat"
Rasya menatap Rizal tajam, " bawa yoghurtnya ke ruangan gue!!!!"ucap Rasya lalu pergi.
"Whoy maksud Lo apa nyuruh² gue"
"Bawakan atau Lo yang menyesal"teriak Rasya membuat Rizal kesal dan pergi untuk membeli yogurt yang sama dengannya .
Di Kantin, Mila duduk bersama teman² nya untuk membahas file penting tentang kondisi pasiennya. Mila tersenyum saat melihat asisten muda membawa yogurt atas nama suaminya.
~jaga kesehatan mu,jangan sampai sakit~
Mila tersenyum sambil menyimpan note manis itu di sakunya.
"Dia ini memang sulit ku pahami"batin Mila tersenyum sendiri .
"Ciye, diperhatiin dokter yang dingin nya bertahun tahun"
"Manis banget ya dokter Rasya"
"Dr Mila kamu harus segera memakannya"ucap Dr Sinta yang tak sengaja melihat Rasya yang bersembunyi tak jauh darinya.
Mila mengangguk dan langsung memakannya. Belum sampai satu sendok semuanya langsung panik saat melihat Mila yang mual² dan mendadak pucat di bagian wajahnya. Rasya yang melihat itu langsung berlari dan membawa Mila ke ruangan untuk memeriksanya.
"Apa yang terjadi padanya?apa dia keracunan makanan?"tanya Rasya cemas.
Desi tersenyum," sebelumnya saya mau tanya sama dokter Mila, apa sebelumnya dokter juga merasakan hal yang sama?"
Mila mengangguk," pusing ,mual, sedikit tidak ada nafsu makan,oh iya aku bahkan tidak bisa mengontrol emosiku"
Desi tersenyum," selamat dokter Rasya ,dokter Mila sedang hamil empat bulan"ucap Desi membuat Rasya tak percaya.
"Jadi ini alasan nya dia selalu marah²"
Sejenak Desi tertawa lalu mengangguk,"Selama masa kehamilan berlangsung ibu hamil memang sering bersikap emosional, hal teresebut muncul karena disebabkan oleh peningkatan kadar hormonal dalam diri bumil sehingga secara psikis memberikan banyak perubahan bagi bumil dari sisi emosional"
"Dokter harus menjaga dokter Mila dari sekarang,saya mau meminta resep terlebih dahulu"ucap Desi lalu pergi.
Mila menarik tangan Rasya dengan sorot mata berkaca-kaca," kamu tidak akan melarang ku ke rumah sakit karena ini kan?Sya tetap ijinkan aku bertugas"
"Tidak masalah jika kamu bisa jaga diri dan bayi kita "tutur Rasya," tapi dengarkan aku! Aku tidak mengizinkanmu untuk mempunyai jadwal operasi."
"Baiklah "
__ADS_1
"Sudah ayo kita pulang",
"Tapi aku masih punya file Sya"
"Kamu istirahat dulu, aku akan mengirim nya ke rumah, tapi ingat jangan sampai kelelahan"ucap Rasya mendapat anggukan lalu pulang ke rumahnya.
Rizal tersendiri bahagia karena merasa yoghurt nya berjasa untuk sebuah kabar baik dari rasya. Sejak saat itu Rasya mulau menjadi suami protektif di tengah kesibukannya. Disisi lain kabar bahagia tentang kehamilan Mila telah sampai ke gerbang keluarga Ar Razi yang membuat mereka langsung terbang ke Bandung untuk menjenguknya.
"Mulai hari ini selain Rasya mama akan menjagamu sangat ketat di rumah ini"ucap Maira yang memutuskan untuk tinggal sampai kelahiran cucu pertamanya.
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Empat bulan kemudian.....
Sepiring tahu Tek dengan taburan kerupuk udang selalu mengusik tidur Mila di kasurnya. Mila membangun kan Rasya yang baru tidur dari kelelahan panjang di rumah sakitnya. Rasya hanya bisa menggeleng saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah dua malam. Memang sulit dipercaya kalau jabatan ibu hamil selalu membuat istrinya bersikap manja dan kekanakan.
"Ayo bangun Sya,ini anak kita yang mau bukan aku"rengek Mila yang masih melihat Rasya memejamkan matanya.
"Ini sudah malam,besok saja ya...lagian jam segini juga gak ada yang jual sayang"
"Tapi anak kita maunya sekarang, kalau dia marah dan gak mau dilahirin kan jadi repot"ucap Mila membuat Rasya bangkit dari tidurnya.
"Iya² aku beliin"
"Makasih sayang, Anak kita pasti bangga punya papa perhatian kayak kamu"seru Mila sambil mengelus perut besarnya .
Diluar, sudah Berjam jam rasta berkeliling di beberapa kompleks sekitar rumahnya. Rasya langsung berhenti saat melihat gerobak coklat dengan lampu obor yang menyala redup di pinggir gerobaknya.
"Istri lagi gak masak ya tuan kok cari makan malam² begini?"
"Istri saya ngidam pak"
Ahmad tertawa," tuan sangat perhatian tinggal butuh sabar aja"ucap Ahmad,"semuanya 10 ribu tuan"
"Saya pesennnya satu tuan kenapa dikasih dua?"
",Saya gak bisa menerimanya tuan, tahu teknya buat tuan saja,kebetulan itu dagangan terakhir saya,saya juga mau segera pulang untuk bertemu dan anak istri saya"
"Tapi...."
"Gapapa titip salam buat istrinya saja"ucap Ahmad lalu pergi.
"Terima kasih"..
Kemudian Rasya pulang dan melihat Mila yang sudah tertidur pulas di kasurnya. Rasya berjalan perlahan sambil membawa dua bungkus tahu Tek hangat di tangannya.
"Sayang bangun, ini tahu Tek nya"
Mila membuka matanya berat," em Sya kamu udah pulang?"
"Iya ayo makan, keburu dingin nanti"
Mila menggeleng," nggak mau,anak kita udah nggak mau tahu Tek nya"
"Udah aku beliin,katanya mau ini?"
"Sya itu kan tadi tapi sekarang aku mau ya bakso, tapi kamu belinya besok aja gak papa ,ini juga sudah malam"
"Kenapa kamu Baru sadar kalau sekarang udah malam?"batin Rasya menghembuskan nafasnya besar.
"Kenapa menghembuskan nafas?kamu marah?"
"Enggak mana mungkin aku marah, sebaiknya kamu lanjutin tidur aja aku mau turun kebawah"ucap Rasya lalu mengecup kening istrinya.
"Makasih sayang,aku mencintaimu"ucap Mila langsung terlelap setelah Rasya mengelus elus rambut nya.
Kemudian Rasya turun kebawah sambil membuka sebungkus tahu Tek nya lalu memakannya perlahan.
__ADS_1
Tap.
Tap.
"Rasya?belum tidur?"tanya Adi yang baru datang dari rumah sakit."tumben malam² gini masih makan?"tanya nya lagi yang sudah duduk di samping Rasya.
"Mila minta pa tapi akhir nya Rasya yang makan"ucap Rasya me uat Adi tertawa,"itu pa masih ada satu bungkus barangkali papa juga mau"
"Itu udah biasa bagi ibu hamil yang selalu mau menang dari suaminya"ucap Adi, "itu masih mending Sya daripada mamamu yang ngidam mangga muda waktu musim²nya durian...mana mamamu mau papa sendiri yang manjat pohonnya"
"Papa sabar juga"
"Bukan sabar tapi tuntutan keadaan"ucap Adi mengambil tahu teknya lalu memakannya.
Hening.
"Oh iya pa,ini dari kakak buat papa tapi belum sempat aku kasihkan karena papa yang masih ada di Makassar waktu itu" ucap Rasya sambil memberikan map coklat ke tangan papanya.
..."Apa ini?"tanya Adi mendapat gelengan lalu membuka dan membacanya perlahan....
...SURAT PENTING...
...Berhubungan dengan profesor dr Adi yang tidak bisa menjalankan perusahaan Ar Razi group, saya selalu anak baik ingin memutuskan untuk memberitahu anda bahwa perusahaan Ar Razi group telah resmi saya jual melalui aplikasi via online pada hari Kamis 27 Oktober....dan mengenai tentang ucapan terima kasih Anda kepada saya selalu anak baik bisa anda sampaikan saat saya pulang nanti....mohon maaf bila ada kesalahan dalam penulisan kata dan dimohon untuk tidak terharu saat membacanya.....
...Tertanda....
...Sang anak baik...
...Muhammad Rafka Ar Razi...
"Dasar anak nakal ini!!!" Ucap Adi melipat kertas suratnya.
"Ada apa pa,kenapa kakak?"
"Kakakmu ini benar² sangat menyebalkan !!!!bisa² nya dia jual perusahaan papa lewat aplikasi online!"kesal Adi membuat Rasya tertawa.
"Kamu jangan tertawa!!!papa sudah sangat kesal sampai mau mati"
"Jangan marah pa, kakak memang seperti itu"ucap Rasya, "terkadang aku juga ingin jadi kakak yang bebas tapi aku sungguh tidak bisa"ucap Rasya membuat keadaan langsung hening seketika.
"Sebenarnya papa juga gak masalah dengan kelakuannya,tapi papa juga selalu takut kalau dia terus seperti ini saat dia sudah berkeluarga"
"Papa tenang saja, kakak tidak senakal itu untuk mengabaikan kewajiban nya"ucap Rasya mendapat anggukan kepala dari Adi .
Hening.
"Terkadang papa juga selalu berfikir kalau papa sangat mengenal nya, tapi apakah kamu tahu kalau kakakmu itu orang aneh yang sangat sulit di tebak karakter nya...tidak tahu siapa gadis yang berhasil membuatnya bertingkah aneh seperti ini"
"Maksud papa?"tanya Rasya bingung membuat Adi mengeluarkan novel Rafka yang sempat menjadi novel best seller di Yaman .
"Kamu baca aja sendiri,papa juga baru tahu kalau kakakmu punya bakat seperti ini"
Rasya tersenyum saat melihat buku berjudul ' Labibah kecil perindu surga ' itu tercantum di atas covernya. Rasya menutup nya kembali saat melihat beberapa baris kalimat yang sudah ia anggap sebagai perwakilan atas perasaan kakaknya.
Rasya menghembuskan nafas besar sambil menatap buku tebal 400 halaman.
"Ternyata kakak sangat mencintai nya"ucap Rasya membuat Adi tersenyum," papa pikir juga begitu"
"Tidak tahu akan jadi seperti apa nanti"sambung Adi lalu meneguk segelas air di depannya.
🌿🌿🌿🌿🌿
tinggal jejak kalian kakak........
udah oke gkk nih?
🌿🌿🌿🌿
__ADS_1