Dokter Dingin ,Suamiku

Dokter Dingin ,Suamiku
#38


__ADS_3

..."Saat hati mulai merasakan kalau kebenaran telah merubah semuanya, perasaan itu akan menjadi hal yang paling menyakitkan"...


...-...


...-...


...~Sayyidah Nur kameela....


...🌿🌿🌿🌿🌿...


...B...


eberapa bulan menjadi CEO perusahaan cukup membuat Rafka akrab dengan kegiatan politik. Tender, investasi,kerja sama sudah cukup baik untuk menjadi keahliannya. Ia menjadi sibuk saat menyadari beberapa pegawai  yang  mulai korupsi di perusahaan nya. Apalagi saat ia tahu kalau orang - orang itu juga terlibat dalam pemberhentian mamanya.


"Selidiki dan jangan biarkan siapapun tahu tentang ini"Perintah nya mendapat anggukan dari informan kepercayaan nya.


Rafka langsung menyuruh semua nya keluar saat melihat notif WeChat masuk melalu ponselnya.


Peri bumi tercantik


Dimana?. 13.01


^^^Me^^^


^^^Perusahaan. 13.02^^^


Peri bumi tercantik


Setahuku kamu adalah dokter.13.03


^^^Me.^^^


^^^Siapa yang bilang?aku...bukan dokter.13.08^^^


Peri bumi tercantik


Ouh...mungkin Salfa yang salah denger. Oh iya raf,kamu mau makan apa


^^^Me.^^^


^^^Semua yang matang.^^^


Mila tersenyum dengan pesan kekanakan suaminya yang selalu membuatnya ingin sakit kepala.


Peri bumi tercantik.


Yang gosong mau nggak???


^^^Me.^^^


^^^Boleh,kalau kamu tega^^^

__ADS_1


Peri bumi tercantik


Oke² jangan pulang terlambat atau aku bisa marah


^^^Me.^^^


^^^Siap laksanakan!^^^


Rafka tersenyum menatap ponselnya. Dia tidak menyangka jika waktu itu dia bisa memilih Yaman daripada istri yang manis seperti mila. Jika Mila bagi Rafka adalah peri bumi yang tercantik. Maka,Rafka bagi Mila adalah Makhluk Tuhan yang terunik. Keduanya tersenyum dengan hubungan atas nama kebohongan yang terindah.


🌿🌿🌿🌿🌿


Kriing.....


Alarm berbunyi,Mila terbangun dan tak menemukan Rafka ada di sampingnya. Perasaan baru tadi malam mereka makan bersama di meja makan. Lalu sekarang?jam enam pagi Mila lagi² melewatkan kewajibannya.


Gadis itu berdecak kesal lalu mandi dan bersiap untuk melakukan shalat Duha. Ya mungkin sekalian melakukan shalat subuh yang tak sengaja ia tinggalkan. Ia benar-benar merasa kenapa sikap Rafka akhir akhir ini mulai tak sehangat seperti biasanya.


Mila turun dari tangga dengan perasaan kurang bahagia sambil melihat keadaan rumahnya yang sudah sepi tak ada orang.


"Bibi?"teriak Mila mencari keberadaan bibi Wati.


"Iya non ada apa?"


"Tuan muda udah pergi"


"Iya non,tuan muda sudah pergi dari tadi malam"


"Tadi malam?jam berapa?"


"Pergi?tapi kenapa?"ucap Mila yang Mulai berfikir kalau dirinya tidak becus untuk meladeni kebutuhan suaminya.


"Gak tau non,mungkin tuan muda sibuk"ucap Wati yang kasihan dengan nonanya. Dari pada Rafka,Wati lebih memilih untuk setia pada tuan muda nya.


"Nona jangan sedih,lebih baik kita masak aja di dapur"


"Boleh deh bi"jawab Mila lalu pergi berjalan ke arah dapur.


Lima belas menit kemudian,Mila menempelkan dagu di atas meja makannya. Dia sangat sedih melihat masakannya yang tidak pernah di sentuh oleh suaminya. Tidak tahu mengapa Rafka bisa  melakukan itu padanya. Hatinya Sungguh tersentak saat menyadari sikap Rafka dan Rasya yang mulai menjauhi dirinya.


"Bik,kenapa ya tuan muda gak mau makan masakan ku lagi?"


"Nona bercanda ya?di dunia ini gak bakal ada orang yang berani menolak masakan nona"


"Emmm bibi merasa gak sih kalau sikap tuan muda berubah? sebelumnya tuan muda selalu menghabiskan masakanku seakan masakanku adalah makanan Yang terenak di hidup nya, aku bahkan sampai tidak mendapat bagian sedikitpun darinya.....lalu bik kenapa sekarang sudah berbeda?"ucap Mila sedih dan berusaha menahan air matanya. Untuk kali ini dia hanya punya bibi Wati untuk mencurahkan semua perasaan nya.


"Nona bagaimana saya bisa jelaskan kalau Aden Rafka bukan tuan muda yang selalu menghabiskan masakan nona"batin Wati ikut sedih melihat nonanya.


"Enggak non,gimana kalau masakannya dikasih aja buat tuan Rasya?"


"Emang dia bakalan mau?"

__ADS_1


"Pastilah non,tuan muda Rasya kan yang terbaik"


"BaiklahØŒaku bungkusin buat dia ya"ucap Mila mendapat anggukan senang dari Wati.


Setelah nya,Mila langsung pergi ke rumah sakit untuk memberi bekal masakannya kepada Rasya. Dalam hatinya ia berharap kalau Rasya yang selalu menjauh darinya bisa langsung berubah karena melihat ketulusan nya.


Tok.


Tok.


"Masuk"


"Apa kamu sibuk?"


"Hmm"


Mila tersenyum," Aku bawakan nasi goreng untukmu,apa kamu mau?"


"Tenggorokan ku sakit ,tidak makan nasi goreng"ucap Rasya yang bahkan enggan menatap Mila di depannya.


Mila terdiam dan memegang erat rantang makanannya.


"Daripada itu mubadzir lebih baik kamu berikan pada suster Nabila,kebetulan dia juga belum makan sejak tadi"ucap Rasya membuat hati Mila sakit bak pecahan beling yang menancap jantungnya. Mila yang mendengar itu hanya bisa menurut sambil memberikan rantang nya.


"Untuk kamu saja,aku pergi"ucap Mila memberikan nya pada nabila lalu pergi.


Kemudian Nabila meletakkan rantang itu di atas meja Rasya. Rasya yang melihat itu merasa heran dan langsung menghentikan aktivitas nya.


"Buat bapak saja,saya tahu bapak menginginkannya"ucap Nabila tulus menatap Rasya.


"Saya janji akan jaga rahasia ini pada semuanya"ucap Nabila lalu pergi dari ruangan Rasya. "Saya permisi". Pamitnya mendapat anggukan. Lalu ia tersenyum saat melihat Rasya yang mulai melahap habis masakan istrinya.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Pengumpulan skripsi kurang beberapa hari lagi. Mila dibuat bingung dengan rangkuman Rasya yang terlalu tinggi untuk dipahami. Ia berniat untuk menanyakan nya dan melawan sikap rasya yang terus dingin padanya.


Kemudian,Rasya yang baru saja keluar dari ruang rapat merasa terkejut saat melihat Mila yang tiba tiba menghadang di depannya. "Sya aku mau bicara?"


"Sebentar,kalian pergi dulu"ucap Rasya pada teman²nya. Ia berjalan menghampiri Mila yang masih stay menunggu nya. "Ada apa?"


"Aku mau tanya sama kamu"ucap Mila memberikan rangkuman nya.


"Tidak bisa tanya orang lain?"


"Kamu kenapa sih?apa aku ada salah sama kamu?kamu marah ya karena waktu itu aku meninggalkan mu....Sya apa aku ini masih sahabatmu?"


"aku sibuk,tidak ada waktu untuk mengurusi mu"


Mila tersenyum kecut padanya,"  Ternyata bener ya kalau orang² dokter itu pandai memanipulasi"ucap Mila kesal lalu pergi membuat Rasya menyesal mengabaikan nya. "aku gak paham sama kamu Sya"


"Maaf mil,hatiku masih bimbang....kurang dua Minggu lagi dan kamu harus menjaga kesehatanmu,"lirih Rasya menatap punggung Mila yang sudah hampir tak terlihat.

__ADS_1


"Andai kamu tahu ini juga berat untukku"batin Rasya . "Mungkin,Semuanya tidak akan menjadi sesulit ini" ucapnya lagi lalu kembali ke ruangannya.


🌿🌿🌿🌿🌿


__ADS_2