Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Kontroversi


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Bulan berikutnya Maung Raja masih melawan Serpong City, Batavia, dan Sleman United dalam ronde kedua mereka. Di ketiga pertandingan itu pula Raka menorehkan 3 assist sehingga masih memimpin dalam top list assist liga 3. Umpan-umpan yang diberikan Raka dalam setiap pertandingan semakin baik. Para pemain Maung Raja di manjakan oleh umpannya karena begitu tepat sasaran, dan umpannya hampir delapan puluh persen jatuh di posisi ruang yang kosong tanpa penjagaan lawan.


Handoko semakin puas dengan perkembangan yang dialami Raka, baik dari segi umpan dan pergerakannya mengalami peningkatan yang dapat di rasakan. Bahkan menurutnya perkembangan ini terlalu cepat. Di sisi lain ia juga merasa bangga karena menemukan berlian dalam tumpukan kotoran.


Tiga kali kemenangan berturut-turut di dapatkan lagi sehingga posisi Maung Raja dalam puncak grup F tak terbantahkan. Sleman juga mengokohkan dirinya sebagai runner up grup F. Baik Maung Raja dan Sleman United dinyatakan lolos ketahap 32 besar. Dalam babak 32 besar ini mereka yang berposisi sebagai juara grup akan melawan runner up dari grup lainnya.


Karena Maung Raja menempati puncak grup F maka pertandingan mereka berikutnya adalah melawan runner up dari grup E yaitu Persidago. Persidago adalah klub sepakbola yang berasal dari Gorontalo. Pertandingan ronde pertama akan dilakukan secara tandang di Gorontalo sehingga pemain Maung Raja memesan tiket dan melakukan perjalanan menggunakan pesawat.


Saat itu bulan September bertepatan dengan musim kemarau di Indonesia suhu udara di Gorontalo sangat tinggi. Baik pemain dari Maung Raja dan Persidago bercucuran keringat dengan deras bahkan sebelum pertandingan dimulai. Tepat hari ini adalah hari dimana mereka akan bertanding. Bahkan para suporter memilih tribun yang memiliki atap untuk berteduh dari sengatan matahari.


Raka menyeka keringat di dahinya, ia merasa ingin bergegas mandi agar tubuhnya merasa segar namun hal itu tidak mungkin terjadi karena saat ini wasit meniupkan peluitnya untuk memulai pertandingan. Dengan formasi 4-3-3 Persidago memulai kick-off pertama kali.


Pertandingan berlangsung dengan tempo yang lambat karena baik dari kedua belah pihak menyimpan energi mereka di cuaca yang panas ini. Pada saat itu pemain dari Persidago yang sedang menggiring bola mulai mengumpan ke depan tetapi karena kekurangan tenaga yang diberikan bola tidak sampai ke tempat yang ditujukan.


Ahmad dengan santai memotong umpan tersebut. Sambil menunggu pemain Maung Raja maju ke depan Ahmad melakukan umpan satu dua dengan Raka. Mereka sedang mencari celah pertahanan Persidago untuk memberikan serangan kritis.

__ADS_1


Baik Beto dan Alan dalam penjagaan yang ketat, di sisi kanan dan kiri Andre dan Anton juga di kawal dengan ketat oleh bek sayap Persidago. Akhirnya Raka memutuskan untuk menggiring bola ke depan mendekati kotak pinalti. Pada jarak 10 meter sebelum memasuki kotak pinalti pemain Persidago mulai menunjukkan perlawanan untuk memperebutkan bola.


Pertahanan ketat Persidago mulai memperlihatkan celah. Alan yang memiliki pengalaman selama dua tahun segera menyadari hal tersebut dan mulai menunjukan pergerakan tanpa bolanya, ia berlarian kekiri dan kadang terkadang kebelakang dan kedepan tanpa tujuan yang jelas untuk mencari ruang.


Raka juga menyadari pergerakan Alan dan yang kebetulan sebuah jalur mengarah tepat ke arah Alan. Tanpa ragu Raka mulai menendang bola ke arah Alan. Pada saat bola melambung tinggi kearahnya, Alan segera berlari mendahului bek Persidago dan menuju semakin dalam di kotak pinalti. Pada saat bola mulai turun di ketinggian 50 cm dari tanah Alan sudah mengarahkan kaki kirinya untuk menendang bola.


Bola tersebut berputar dengan cepat menuju ke pojok kiri gawang Persidago. Kiper Persidago berlari berusaha mengejar bola namun gagal meraihnya. Pada menit ke 25 Alan berhasil memecah kebuntuan dan membuat Maung Raja memimpin.


Saat ia akan melakukan selebrasi di sudut lapangan bersama rekan-rekan yang mengejarnya ia merasa bingung karena wasit tidak meniupkan peluitnya. Ia berbalik dan menunjukan ekspresi kebingungan. Saat itulah Alan melihat bahwa wasit garis mengangkat benderanya menunjukan bahwa gol tersebut dianulir karena offside.


Alan yang merasa dirinya berlari disamping bek Persidago pun memulai protes kepada wasit berusaha menjelaskan namun wasit tersebut tidak menanggapi protes Alan dan memberikan gestur kepada kiper Persidago untuk melanjutkan pertandingan.


Pemain Maung Raja sangat tidak terima dengan keputusan wasit namun mereka tidak ingin berseteru dengan wasit yang akan semakin merugikan mereka. Setelah beberapa saat Alan berhasil dibujuk untuk merelakan keputusan tersebut.


Pertandingan babak pertama masih mengalami kebuntuan dikarenakan baik Maung Raja dan Persidago gagal memecahkan telur dan masih mempertahankan skor 0 - 0 hingga jeda istirahat. Bahkan skor tersebut masih dipertahankan hingga menit akhir babak kedua berakhir.


Handoko dan pemain Maung Raja juga berpikir bahwa hasil akhir pertandingan hari ini akan seri. Mereka bisa menerima itu setidaknya mereka masih bisa berusaha meraih kemenangan di ronde kedua dikandang mereka.


Namun pada menit ke 85 wasit mengeluarkan tindakan kontroversi yang memicu amarah baik Handoko maupun pemain Maung Raja yang berada dilapangan. Saat itu Persidago mendapatkan tendangan sudut. Beberapa pemain di dalam kotak pinalti melompat untuk melakukan duel udara. Salah satu pemain Persidago yang melompat menubrukkan tubuhnya ke tubuh Ahmad karena gagal bersaing untuk duel udara.

__ADS_1


Namun saat mereka mulai turun ke tanah, pemain Persidago tersebut tiba-tiba berbaring di rumput. Wasit yang melihat hal tersebut segera meniupkan peluit dan menunjuk titik pinalti.


Sontak hal tersebut membuat marah semua pemain Maung Raja, mereka memprotes wasit namun hal itu sia-sia karena wasit tidak mengubah keputusan. Ahmad yang benar-benar menyadari apa yang terjadi merasa tidak terima dan akhirnya karena emosi ia mendorong wasit.


Wasit yang didorong tersebut juga kemudian tidak ragu-ragu meraba saku di dadanya dan mengeluarkan kartu merah. Ahmad yang mendapat kartu merah semakin emosi namun Beto segera menghentikannya, mereka juga emosi seperti Ahmad namun mereka menahan diri agar tidak termakan dengan emosi.


1 - 0


Sebuah gol pinalti yang didasari dengan keputusan wasit yang cukup kontroversional. Maung Raja terpaksa menelan kekalahan tersebut meskipun dengan perasaan tidak adil. Pelatih Handoko juga menyampaikan kepada wartawan bahwa pertandingan kali ini ia meragukan kualitas wasit yang memimpin jalannya pertandingan.


Pernyataan Handoko kepada wartawan segera viral di berbagai media sosial yang mendapatkan berbagai macam tanggapan. Beberapa tidak setuju dengan keputusan yang di ambil oleh wasit, beberapa juga mengatakan bahwa Maung Raja hanya mencari-cari alasan dan tidak terima dengan kekalahan tersebut.


Preman Jalanan : Seburuk itukah liga kita ? Omong-omong aku baru tahu ada klub bernama Maung Raja


Ngakak Gaming : Kalau kalah ya kalah saja, jangan mencari-cari alasan


Aku mau ibu gula : Ingin mendapatkan penghasilan seratus juta dalam sehari? Segera kunjungi profil saya.


Kuch JastinĀ  : @Ngakak Gaming , diam saja kalau tidak mengerti kondisinya

__ADS_1


__ADS_2