
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
Raka berkumpul bersama mereka sambil menunggu yang lainnya tiba. Sebagian besar diam karena sepertinya mereka belum saling mengenal. Untuk memecah kebosanan dia mengambil earphonenya dan memutar musik dengan ponsel.
Setelah beberapa putaran lagu dimainkan tiba-tiba Raka merasa ada sesuatu yang menyenggol dirinya. Raka menoleh ke arah tersebut dan memang benar ada seseorang yang menyenggolnya.
Orang berambut ikal itulah yang menyenggol Raka. Dia lalu melepas earphonenya lalu bertanya.
"Ada apa?"
"Ah aku hanya terlalu bosan dengan keheningan. Omong-omong namaku Brian, salam kenal, siapa namamu?"
"Setidaknya dengarkan musik sambil menunggu. Namaku Raka, salam kenal juga."
Kesan pertama pada Brian adalah dia orang yang cerewet. Karena semenjak perkenalan mereka Brian selalu memiliki topik untuk dibicarakan. Raka bahkan lupa dengan musik yang sedang diputarnya.
Untungnya percakapan berhasil diakhiri ketika pria yang bertanggung jawab terhadap rombongan ini merasa sudah semuanya hadir. Dia lalu menyuruh mereka semua untuk mengikuti menuju bus yang membawa mereka.
Mereka tidak langsung ke UII Training Ground namun mereka pergi ke asrama terlebih dahulu untuk meletakkan barang bawaan mereka. Asrama berisikan lima orang per kamar.
Ketika Raka memasuki kamar asramanya sudah ada tiga tas yang diletakkan diatas kasur. Sepertinya mereka bukan yang pertama tiba di tempat ini. Brian yang tadi mengajaknya mengobrol juga secara tak terduga berada di kamar yang sama.
"Wah kebetulan sekali, sepertinya kita memang ditakdirkan bersama." kata Brian sambil tertawa riang
Raka yang mendengar itu hanya memutarkan matanya dan sedikit merinding karena pikirannya sudah terbang jauh.
Ketiga orang yang datang lebih awal pun segera memasuki kamar. Mereka segera berkenalan satu sama lain.
Orang yang berbadan tinggi kira-kira 183 cm adalah Rahmat. Dia adalah pemain muda dari klub Arema dan berposisi sebagai bek tengah. Rupanya ini juga bukan pertama kalinya dia mengikuti pemusatan latihan karena sebelumnya dia berasal dari squad garuda U-20.
Selanjutnya adalah Eriko. Bisa dibilang dia adalah orang terpendek di kamar ini sekitar 166 cm. Ini adalah pertama kalinya dia mengikuti pemusatan latihan. Dia berposisi sebagai winger di Gresik United.
__ADS_1
Terakhir adalah Nando. Sangat mengejutkan bahwa dia sebelumnya tidak pernah mengikuti kompetisi ataupun bergabung dalam klub sepakbola. Perkataan pelatih Indra dalam menemukan bakat keseluruh pelosok Indonesia rupanya bukan hanya sekedar main-main.
Kehadiran Nando disini adalah sebuah bukti nyata.
Ketika mereka berkenalan satu sama lain Raka telah menyimpulkan bahwa saingannya akan dibagi menjadi tiga.
Pertama dan yang tersulit adalah mereka yang memiliki pengalaman di tim nasional U-20 tahun lalu, kedua adalah para pemain seperti dirinya yang bergabung dalam klub sepakbola namun baru bergabung untuk pertama kalinya. Terakhir adalah seseorang yang belum pernah tergabung dalam klub sepakbola yang berkompetisi di liga.
Sebuah permata atau rongsokan sampah yang akan dibuktikan pada pemusatan latihan ini. Namun Raka tidak meremehkan mereka sekalipun karena bisa saja mereka benar-benar berbakat. Raka terus mengingatkan dirinya sendiri bahwa semuanya yang terpanggil adalah orang-orang berbakat.
Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba suara dari speaker terdengar. Rupanya adalah sebuah pengumuman bagi mereka untuk segera berkumpul di lapangan dalam waktu sepuluh menit.
Mereka segera mengganti pakaian mereka dengan pakaian olahraga dan memasang perlengkapan dengan cepat.
Lima menit sebelum waktu yang dijadwalkan mereka sudah berada di lapangan. Di lapangan sudah dipenuhi dengan banyak orang. Waktu perlahan menunjukan jam yang telah ditentukan. Pelatih Indra segera berjalan kedepan.
Walaupun tanpa menggunakan pengeras suara, suara pelatih Indra sangat keras sehingga Raka yang ada dibelakang pun bisa mendengarnya dengan jelas.
Perkataan pelatih Indra segera menimbulkan keributan. Raka yang mendengar juga mengerutkan keningnya. Prosentasenya terlalu rendah dan terlalu banyak pesaing.
"Diam. Tolong jangan membuat keributan ketika ada yang berbicara didepan kalian. Hormatilah mereka.
Sebelumnya aku dengan tegas akan memberikan peraturan bahwa kedisiplinan adalah segalanya. Disiplin waktu ssesuai dengan waktu yang diarahkan pelatih."
Bertepatan dengan itu sekitar tiga orang yang kira-kira seumuran dengan Raka datang dari arah asrama. Mereka menyadari bila terlambat namun masih berjalan dengan santai dan bercanda gurau.
Suara pelatih Indra juga mulai kembali terdengar.
"Bila ada yang terlambat dalam masa pelatihan mereka secara otomatis akan digugurkan dari seleksi dan langsung berkemas untuk pulang. Kalian bertiga yang terlambat kembalilah dan kemasi barang-barangmu. Kalian gugur."
Ketiga orang yang baru saja datang pun segera menatap pelatih Indra dengan horor. Mereka berusaha menjelaskan namun mereka digeret untuk keluar lapangan oleh asisten pelatih atas instruksi pelatih Indra.
__ADS_1
Ketegasan pelatih Indra dalam aturannya membuat semua yang hadir berkeringat. Bukti telah ada di depan mata bagaimana bisa mereka bermain-main dan mengatakan itu hanyalah lelucon.
"Baik aku akan melanjutkan ke intinya. Seleksi akan dilakukan dalam tiga hari. Hari pertama fisik, hariĀ kedua kemampuan dasar, dan hari ketiga taktik. Apakah mengerti semua?"
"Mengerti."
"Apa kalian mengerti?"
"MENGERTI."
Suara yang kompak, tegas, dan jelas segera terdengar ketika pelatih Indra menanyakan untuk kedua kalinya.
Pada dasarnya pemusatan latihan hanya akan dilakukan selama tiga hari. Bahkan hanya satu hari bila orang tersebut dinyatakan gagal dalam fisiknya.
Mereka yang bisa mengikuti pemusatan latihan hingga akhir Mei adalah mereka yang benar-benar lolos seleksi.
Segera seleksi hari pertama pun dimulai tiga puluh menit kemudian. Nampaknya asisten pelatih masih menyiapkan beberapa peralatan yang dibutuhkan.
Raka juga mulai menengok ke kanan dan kekiri. Dia sedang mencari orang-orang yang mungkin dikenalnya. Aji mengatakan juga telah dipanggil namun sejak tadi Raka belum melihat kehadirannya sedetik pun.
Pada akhirnya Raka hanya bisa menyerah. Dia berpikir bila mereka berdua lolos pada seleksi pertama kemungkinan mereka untuk bertemu juga terjadi.
Tiga puluh menit kemudian persiapan telah selesai. Pelatih Indra menginstuksikan mereka untuk berpindah ke jalur lintasan. Sejumlah 297 orang berbaris dengan rapi.
Namun karena terlalu banyak dan akan membuat asistennya kesusahan dalam menilai pelatih Indra membagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing berjumlah 100 orang kecuali kelompok ketiga.
Raka dan teman sekamarnya berada dikelompok ketiga. Jadi sambil menunggu dia memperhatikan orang-orang yang berada di kelompok pertama dan kedua. Dia pun akhirnya melihat sahabatnya Aji yang berada di kelompok pertama.
Peluit ditiupkan dan seluruh kelompok satu segera berlari serempak.
Tes fisik pertama adalah lari jarak jauh. Mereka berlari mengelilingi jalur lintasan sebanyak sepuluh kali sebelum pelatih Indra meniupkan peluit untuk berhenti.
__ADS_1