Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Final


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pertandingan final liga 3 antara Maung Raja melawan Persikota yang hari ini digelar di Stadion Gelora Bung Karno telah dimulai sejak pukul lima sore. Sudah sepuluh menit berlangsung dan pertandingan kedua belah pihak berada di kondisi yang sengit.


Dalam pertandingan ini para penonton di tribun disuguhkan dengan aksi-aksi yang memukau. Baik Maung Raja ataupun Persikota tanpa kenal ampun melancarkan serangan ketika mereka mendapatkan bola. Akan tetapi serangan mereka belum dapat menghasilkan sesuatu.


Sebuah duel antara tombak yang memiliki dua ujung atau sebuah trisula yang tajam akhirnya pertama kali dimenangkan oleh trisula milik Persikota. Dengan formasi 4-3-3 mereka, winger kiri Persikota bernama Zando berhasil melewati Andre dan Faiz secara berturut-turut.


Pelatih Handoko telah berpesan kepada mereka untuk tidak mengalihkan penjagaan mereka terhadap striker Persikota. Namun karena Zando saat ini tidak bisa dibiarkan memasuki zona pertahanan lebih dalam, Sandi yang telah berkomunikasi dengan Ucup segera menghadang Zando.


Sandi meluncur melakukan tackle untuk merebut bola dari Zando. Sebelum kakinya mengenai bola, Zando menerbangkan bola sedikit di udara dan melompati kaki Sandi yang terulur.


Suara suporter Persikota segera terdengar lebih keras ketika sebuah kesempatan emas muncul.  Zando mendistribusikan bola ke depan setelah striker mereka mengulurkan tangan tanda untuk meminta bola.


Striker tersebut berhasil lolos dari penjagaan man to man Ucup yang membuktikan kualitasnya sebagai striker yang hebat. Bola yang langsung ditendang oleh striker Persikota bergesekan dengan rumput namun tidak dapat menghentikan kecepatannya menuju sudut kiri gawang.


Santo yang menjaga gawang telah mengantisipasi hal tersebut dan melompat ke arah yang tepat. Sangat disayangkan meskipun timing dan arah sudah tepat, postur Santo yang relatif pendek gagal menjangkau bola. Ia merentangkan jari jarinya namun hanya sebatas bergesekan dengan bola.


Sorakan yang bersemangat dan ejekan bercampur menjadi satu. Suara ejekan tersebut berasal dari suporter Maung Raja yang ditujukan untuk striker Persikota. Suara ejekan bertambah lebih kencang karena striker tersebut melakukan selebrasi tepat dibawah tribun mereka.


Selebrasi membalikkan badan dan memamerkan nomor punggungnya. Pemain nomor 10 dengan nama Arif di atasnya berhasil mencetak gol pertama dalam pertandingan final hari ini.

__ADS_1


Tindakan balasan segera dilakukan oleh pemain Maung Raja. Hanya dua belas menit berselang setelah gol pertama diciptakan gol tercipta dari sisi Maung Raja untuk menyamakan kedudukan.


Anton yang berada di sayap kiri segera berlari ke tengah setelah melihat ruang kosong yang diciptakan oleh Raka. Ahmad yang sedang menggiring bola tanpa ragu mengumpan bola kepadanya. Saat kaki kiri Anton berhasil menerima umpan dengan baik, kaki kanannya yang telah terulur ke belakang segera diayunkan untuk mendorong bola ke dalam gawang dengan keras.


Anton bergegas ke pojok lapangan. Ia melompat sambil tangannya disilangkan di depan dadanya. Kemudian tubuhnya berbalik dan tangannya di turunkan sambil berteriak


SIUUUUU


Sebuah gestur selebrasi ala Ronaldo dilakukan olehnya di pertandingan final. Anton tertawa terbahak-bahak ketika rekan-rekannya menghampirinya.


Gol penyeimbang yang dilakukan oleh Anton berhasil menekan momentum yang diciptakan oleh Persikota. Kini jalannya bertandingan menjadi lebih tenang.


Alasan mengapa Maung Raja kesulitan untuk menciptakan peluang adalah karena playmaker mereka Raka dijaga secara ketat oleh pemain Persikota. Saat ini Raka dijaga oleh dua orang yang berposisi sebagai gelandang tengah dan gelandang bertahan.


Raka akan memancing kedua pemain tersebut berlari keluar dari zona penjagaan yang menghasilkan ruang kosong bagi teman-temannya. Anton yang melihat hal tersebut dapat memanfaatkan situasi yang diciptakan Raka dengan baik.


Menit-menit berikutnya Raka mulai berfokus untuk menciptakan ruang bagi rekan setimnya. Usaha Raka terbayarkan ketika gol sekali lagi tercipta pada menit ke 45+1. Di menit tambahan sebelum babak pertama usai Alan berhasil menerima umpan dari Andre.


Dengan gerakan kaki yang lihai dia berhasil mengelabuhi bek lawan dan menendang bola ke arah gawang. Bola berhasil di tangkap namun entah karena apa akhirnya bola itu jatuh dan menggelinding melewati garis gawang. Kesalahan yang dilakukan kiper Persikota berhasil membuat Maung Raja membalikkan meja dan memimpin jalannya pertandingan dengan skor 2 - 1.


Saat jeda istirahat pelatih Handoko memberikan instruksi kepada anak asuhnya untuk tetap menjaga tempo mereka dan tidak terpengaruh oleh tempo Persikota. Dia juga menyadari bahwa Raka dijaga ketat sehingga berpesan untuk tidak terlalu bergantung dengan Raka ketika membangun serangan.


Budi yang telah lama tidak bermain kini masuk pada babak kedua untuk menggantikan Beto untuk menambah opsi menyerang dalam duel udara.

__ADS_1


Insiden segera terjadi setelah lima menit babak kedua dimulai. Arif berusaha melepaskan diri dari penjagaan ketat Ucup namun karena Ucup dengan gigih membuntutinya dia pun menjadi kesal. Arif menyikut Ucup ketika membuat gerakan tipuan untuk meloloskan diri.


Melihat Ucup terkapar di rumput sambil memegang pipi, Sandi yang berada di dekatnya segera bergegas menghampiri dan mendorong Arif. Seluruh pemain segera berkerumun mendekat untuk membela teman-temannya. Beberapa juga melerai agar tidak terlalu emosi.


Raka menarik Sandi yang sedang dalam emosi dan menggantikannya untuk mendorong Arif. Ia berpikir akan sangat berbahaya bila Sandi terkena kartu kuning. Hal itu akan sepenuhnya dimanfaatkan oleh Persikota sebagai fokus utama.


Wasit Hariadi segera datang dan meniupkan peluit. Dengan tubuhnya yang tampak kurus secara tak terduga berhasil mendorong pemain untuk menjauh. Dia mendekati Raka dan Arif sambil mengangkat kartu kuning bagi mereka berdua.


Setelah dipastikan bahwa Ucup dapat melanjutkan permainan, bola diserahkan kepada Santo untuk memulai tendangan gawang. Santo melakukan operan pendek kepada pemain bertahan yang secara bertahap di salurkan ke kaki Ahmad.


Situasi Raka yang dijaga ketat menjadikan Ahmad melakukan dua tugas secara bersamaan yaitu mengatur tempo dan memikirkan rencana untuk menyerang. Rencana Ahmad adalah dengan bermain secara lambat agar Persikota menyesuaikan diri dengan tempo lambat.


Ketika mereka akhirnya pemain Persikota merasa nyaman dengan tempo lambat dia akan mulai mempercepat untuk menunjukkan strategi segitiga andalan.


Situasi yang dipikirkan Ahmad segera tiba pada menit ke 66. Bersama Faiz dan Andre mereka membentuk formasi segitiga. Raka yang dijaga oleh dua orang juga berpartisipasi untuk bergerak agar mereka tetap berfokus menjaga dirinya.


Tidak semua orang dapat sepenuhnya berkonsentrasi untuk menjaga lawan dalam waktu yang lama. Sehingga Raka pun menemukan peluang untuk lolos dari penjagaan yang bertepatan dengan datangnya umpan dari Andre.


Umpan lambung menyilang dari sisi kanan ditendang oleh Raka menuju ke dalam kotak pinalti yang membuat pemain mulai berkerumun ke tengah lapangan. Budi yang mencapai titik ketinggian bola terlebih dahulu tidak menyundul ke samping melainkan ke bawah.


Sebuah umpan yang tak terduga dari Budi yang disambut baik oleh Alan. Pandangan kiper Persikota yang terhalang oleh kerumunan manusia membuatnya tidak menyadari bahwa bola telah ditembakkan. Dia secara reflek mengangkat tangannya namun dia tidak menghentikan apapun.


Bola melewatinya dan jatuh kedalam gawang.

__ADS_1


__ADS_2