Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Kejutan


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


------------------------------------------------------------------------


Masuknya ke dalam permainan bagi pemain Madura United adalah sebuah berkah. Ini hampir sama seperti PSIS bermain dengan sepuluh orang.


Mereka hanya akan menunggu Raka mendapatkan bola dan menabrak badannya agar dia kehilangan keseimbangan. Sungguh steal yang mudah.


Tidak berselang lama dan Raka akhirnya mendapatkan umpan dari Jonathan. Seorang pemain Madura United di dekatnya segera mencoba menabrakkan badan.


Namun ketika tubuh mereka bertabrakan tubuh Raka hanya bergoyang namun tidak sampai kehilangan kontrol. Bola masih digiring Raka semakin dekat ke gawang.


Pemain yang menabrakkan badan ke Raka ingin mencoba sekali lagi namun bola sudah ditendang jauh-jauh oleh Raka.


Umpan lambung ke depan diterima Febri dengan mudah. Febri mulai berakselerasi mempercepat laju. Ketika ada pemain bertahan Madura United yang mencegatnya di depan, dia mengumpan kembali kepada Raka.


Raka yang menerima bola tidak berpikir terlalu lama dan mendorong bola lagi ke depan. Febri yang tidak berhenti berlari secara tepat menerima bola dari Raka.


Sebuah umpan terobos dari Raka membuat jantung pertahanan Madura United sedikit retak. Salah seorang pemain bertahan yang menjaga Carl segera mengganti fokusnya untuk memblock Febri.


Namun meski penjagaan Carl sudah berkurang sedikit, penjagaannya masih tanpa celah. Ketika Febri sedikit bingung, sebuah suara familiar terdengar dari belakang.


Febri segera mengumpan bola ke belakang menggunakan tumitnya. Dia tidak yakin dengan posisi tepat suara itu namun dia tahu bahwa orang itu akan menerimanya.


Memang benar ketika bola menggelinding ke belakang, bola diterima dengan baik oleh Raka. Pandangan remeh terhadapnya membuat penjagaan menjadi longgar. Banyak celah kosong yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh Raka.


Salah satunya adalah momen ini. Posisinya saat ini sedikit condong ke kiri sehingga mayoritas pemain baik dari PSIS atau Madura United berada di tengah. Namun bola yang ditendang Raka tidak berhenti ditengah namun melebar ke kanan.


Maru yang sedikit jauh dari tengah tidak mendapatkan penjagaan. Seorang pemain bertahan yang seharusnya menjaga dirinya dengan lalai ikut serta menuju ke tengah untuk memback up rekannya menjaga Carl.

__ADS_1


Maru menggiring beberapa langkah sebelum bola ditendang dengan kaki kirinya.


Keras, cepat, dan akurat.


Bola terbang seperti roket menuju sisi kanan gawang. Sayangnya kiper Madura United terlalu ke kiri sehingga gagal menjangkau bola.


Gol.


Maru yang melihat bola masuk ke gawang segera menghampiri Raka dan melompat ke tubuh Raka. Untungnya Raka dapat mempertahankan posturnya sehingga tidak jatuh ke tanah.


Keunggulan satu poin diperoleh PSIS di menit ke 78 melalui tendangan Maru. Pelatih Madura United yang melihat tim asuhannya kehilangan bola segera berteriak marah di sisi lapangan. Dia terus menunjuk Raka, sebuah peringatan agar tidak lalai untuk menjaga Raka.


Hari itu PSIS berhasil mendapatkan tiga poin dari Madura United dengan skor akhir 2 - 1.


Gol kedua diciptakan oleh Carl dengan operan manja dari Raka. Sedangkan satu skor yang diciptakan oleh Madura United karena kelalaian pemain bertahan PSIS.


Pertandingan sudah memasuki menit ke 90 dengan tambahan dua menit. Merasa kemenangan sudah diraih, striker Madura United dapat dengan mudah memanfaatkan hal itu untuk mencetak satu gol bagi klub.


Beberapa kali mereka mencoba menabrak dengan lebih keras namun anehnya Raka yang seperti kertas saat melawan Arema berhasil bertahan dari gempuran fisik pemain Madura United.


Ini baru seminggu dan tidak mungkin bagi kekuatan fisik pemain meningkat dengan cepat. Beberapa suporter yang menonton juga kebingungan. Namun orang yang lebih bingung adalah pelatih Sergio dan Mateo.


Pelatih Sergio menoleh dan mata mereka bertemu dengan mata Mateo. Tidak ada yang bersuara namun keduanya sudah memahami apa yang masing-masing ingin katakan.


Tentu saja hasil ini bukanlah karena kekuatan fisik Raka yang meningkat secara drastis. Ini hanyalah sebuah trik kecil yang digunakan Raka untuk menjaga keseimbangannya.


Dirinya akan memperlambat kecepatan dan memusatkan gravitasi dikedua kakinya. Bahunya juga ditarik sedikit ke depan untuk mempersiapkan tabrakan. Ketika pemain sudah menabrak tubuhnya barulah Raka mempercepat larinya dan mengumpan bola ke rekan yang lain.


Kelemahan fisik Raka dalam duel fisik sudah diketahui oleh banyak netizen maha benar di seluruh penjuru tanah air yang terkoneksi dengan internet. Videonya yang selalu jatuh saat melawan Arema sudah menjadi trending topik di komunitas sepakbola.

__ADS_1


Ketika sebuah video Raka berhasil menanggung bentrokan dari pemain Madura United beredar di media sosial. Seluruh netizen itu geger. Banyak yang tidak percaya dengan hal tersebut.


Badut Tongkrongan : Jangan terlalu heboh, ini pasti hanya keberuntungan.


Oppa Hunter : Siapa pemain nomor 12 itu?


Suporter Karbitan : Aku bertanya apa yang dia makan sehingga bertransformasi dengan cepat.


Namun keraguan tersebut tidak bertahan dengan lama ketika pertandingan berikutnya sekali lagi Raka dapat menahan bentrokan fisik.


Pertandingan itu adalah saat PSIS menjamu Barito Putera di kandang. Kemenangan penuh 3 - 0. Raka menyumbang dua assist di pertandingan tersebut.


Pertandingan selanjutnya ketika melawan Persela Lamongan juga Raka dapat bertahan dengan baik. Sekali lagi Raka berhasil menyumbang satu assist atas skor 3 - 2. PSIS berhasil mengamankan tiga poin.


Kemenangan PSIS atas Persela juga sebuah momen mereka berhasil masuk ke empat besar. Mereka berhasil menyalip Persib.


Namun apa yang disorot bukanlah papan klasmen liga 1. Namun kemampuan Raka yang berkembang terlalu cepat. Sebelumnya dia menghadapi masalah serius yang membuatnya menjadi beban.


Hanya berselang satu minggu dan dirinya sudah menguat bahkan semakin produktif dengan menorehkan lima assist di tiga pertandingan.


Torehan assist tersebut secara langsung membuatnya duduk di peringkat tiga daftar top assist. Raka berada dibawah Amori dari Bali United dan Han Gwangcheol dari Persebaya.


Sekali terjadi dan mereka akan berkata bahwa itu keberuntungan. Namun dua kali, tiga kali? Itu bukan hanya sekedar keberuntungan. Netizen yang semula meremehkan dan meragukan tiba-tiba menguap seperti air di udara.


Adapun Raka yang menjadi buah bibir pembicaraan di media sosial kini sedang berkeringat deras menjalankan latihan fisik dari Mateo. Dirinya tahu bahwa itu bukanlah karena kekuatan fisiknya yang meningkat drastis namun hanyalah trik murahan.


Trik pada akhirnya hanya trik. Suatu saat akan terbongkar. Atas dasar itulah Raka terus melanjutkan pelatihan fisiknya. Ketika trik tersebut sudah tidak dapat digunakan, harapannya tubuhnya sudah siap untuk menjalani kerasnya liga 1.


Hari-hari pelatihan setelah melawan Persela Lamongan mereka melakukan latihan harian dengan lebih gencar. Pasalnya mereka berusaha mempertahankan trend positif ini dan tidak terkejar kembali oleh Persib yang hanya berjarak 2 poin dari mereka.

__ADS_1


Namun keberuntungan tidak selalu hadir dalam hidup. Kadang ketika kita membutuhkannya dia menghilang seperti avatar. Pertandingan selanjutnya akan menjadi berat.


Bali United.


__ADS_2