Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Semifinal


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Berbagai macam reaksi masyarakat ditunjukkan di seluruh platform media sosial.


Hal ini dikarenakan Indonesia telah dua kali gagal memasuki semifinal sejak tahun 2018.


Karena hal itulah kini seluruh pecinta bola di tanah air sedang menunjukkan antusias yang tinggi.


Seluruh suporter tanah air telah merindukan bahwa tim nasional mereka akan kembali ke semifinal dan memperebutkan kejuaraan.


Hastag Indonesia juara AFF bahkan sempat menjadi trending topik di Twitter. Mereka menjadi serakah dan berharap lebih setelah mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Namun tidak sedikit juga dari mereka yang menunjukkan kekhawatiran. Hal ini karena sistem semifinal adalah juara grup akan melawan runner up grup lain begitu juga sebaliknya.


Karena Indonesia finish sebagai runner up grup B mereka akan melawan juara grup A. Sedangkan juara grup A adalah tim terkuat kedua di kawasa Asia Tenggara yaitu Thailand.


Melalui wawancara dari reporter berita olahraga, pelatih Indra mengatakan bahwa mereka akan bekerja keras dan menunjukkan yang terbaik.


"Seluruh tim memiliki semangat kompetisi yang baik. Namun yang perlu diingat bahwa lawan kami berikutnya tidak semudah yang diperkirakan. Kami akui bahwa Thailand adalah tim yang kuat.


Tetapi akan lebih baik jika kami fokus pada diri kami sendiri. Intinya, kami akan bekerja keras dan memberikan seluruh kemampuan terbaik pada pertanding semifinal melawan Thailand."


~


Saat ini seluruh pemain timnas Indonesia sedang berada di ruangan multimedia. Mereka sedang menonton permainan Thailand selama babak grup.


Tujuan dari menonton pertandingan ulang Thailand adalah agar setiap pemain mengetahui bagaimana tim Thailand bermain.


Lima kali pertandingan dan mereka hanya kebobolan tiga gol. Thailand menjadi tim dengan kebobolan paling sedikit.


Semua pemain yang berada di ruangan multimedia untuk menonton dapat merasakan bahwa pertahanan milik tim Thailand sangat kuat.


Setelah menonton beberapa tayangan ulang pertandingan mereka memiliki beberapa pemahaman tentang Thailand. Mereka memiliki beberapa pemain hebat yang perlu di waspadai.


Terutama kiper mereka. Reflek, kesadaran, dan jangkauan tangannya sangat baik.


Gelandang bertahan mereka juga patut diwaspadai. Dia sangat piawai dalam melakukan intercept dan mengatur tempo. Namun apa yang lebih memukau adalah umpan lambung jarak jauhnya yang dapat mengoyak pertahanan lawan.


Dan yang terakhir adalah striker mereka. Dia saat ini bermain di Bundesliga, liga tertinggi di Jerman. Bersama Schalke 04 dia telah bermain sebanyak lima kali dan mencetak dua gol serta satu assist.


Pelatih Indra yang berada di depan mengamati anak didiknya dan segera berkata.

__ADS_1


"Kamu telah melihat bagaimana tim Thailand bermain. Sangat sulit bagi kita untuk menang. Apa kalian takut?"


"Tidak pak," seru mereka semua dengan lantang.


Pelatih Indra mengangguk puas dengan mental yang dimiliki anak didiknya.


"Bagus, aku sangat percaya pada kemampuan kalian. Berikan kejutan pada mereka bahwa kita bukanlah sampah yang mudah diinjak.


Sekarang, mari kita bahas strateginya. Aku ingin memenangkan penguasaan bola di tengah lapangan dan menyerang melalui tiga sisi.


Aldo aku ingin kamu menggantikan posisi Raka dan lebih percaya dirilah dalam membangun serangan. Tojim akan di selalu berada di belakangmu untuk merebut kembali bola.


Nando dan Supriyadi kalian juga sering-seringlah melakukan cutting inside karena Brian dan Edo akan membantu menyerang dari samping.


Lalu Raymond, sering-seringlah berlari untuk mencari ruang dan berikan pukulan mematikan."


Sesi meeting tim segera berakhir dan pelatih Indra menyuruh mereka beristirahat karena besok adalah hari pertandingan.


Ketika Raka memasuki asrama ponselnya bergetar. Itu adalah pesan dari ayahnya.


Semangat nak, ayah dan ibu akan menonton dari tribun. Bagaimana cideranya? apakah kamu dimainkan? Sayang sekali padahal ini waktunya bagimu untuk meyakinkan ibumu hahaha.


Berbeda dari ayahnya yang menyetujui untuk berkarir sebagai pesepakbola profesional ibunya dengan tegas melarangnya.


Menurut ibu, bermain sepakbola sebagai karir adalah sesuatu yang beresiko. Akan lebih baik menjadi pegawai negeri, dokter, atau pengacara.


Kedua ibu jari Raka segera menyentuh layar untuk mengetik sebuah balasan.


Ini semua masih tergantung pada keputusan pelatih Indra. Tetapi sungguh cideraku sudah baik-baik saja.


12 Juni, hari pertandingan.


Berbeda dari pertandingan babak grup, semifinal dan final akan dilaksanakan di Jakarta International Stadion.


Pertandingan antara Thailand melawan Indonesia adalah pukul tiga sore sedangkan pertandingan antara Vietnam melawan Malaysia dilaksanakan pukul enam sore.


Pertandingan akan disiarkan di layar kaca tepatnya di stasiun TV milik negara. I-TV. Bung Haris dan Bung Burhan yang akan mengomentari jalannya pertandingan.


"Bung Haris bagaimana menurutmu pelatih Indra akan meracik tim Indonesia melawan Thailand kali ini?"


"Menurutku pribadi sepertinya kali ini pelatih Indra akan melakukan taktik yang sama seperti saat menghadapi Vietnam."

__ADS_1


"Formasi bertahan ya, dilihat dari kondisinya sepertinya Indonesia cukup kesulitan kali ini. Pasalnya kapten mereka Raka sedang cidera dan winger utama mereka Andreas diganjar kartu merah."


"Ya kau benar, meski peran mereka dapat digantikan namun tidak ada yang memiliki kehadiran sebesar Raka di lapangan. Aku benci mengatakannya namun pemirsa sekalian, pertandingan ini akan benar-benar berat bagi Indonesia."


Segera layar televisi berubah menampilkan lapangan hijau sepakbola. Suara Bung Haris dan Bung Burhan tetap mengisi sebagai suara latar belakang.


Seperti diskusi mereka berdua, baik Raka dan Andreas tidak ada dalam starting eleven timnas Indonesia.


Namun hal itu tidak sepenuhnya benar karena saat ini pelatih Indra tidak menerapkan strategi bertahan tetapi strategi menyerang.


Indonesia bermain dengan formasi 4-1-3-2. Posisi Aldo maju ke depan dan posisi awalnya digantikan oleh Tojim.


"Wow, bung, aku kira kali ini pelatih Indra sedang melakukan perjudian dengan menggunakan formasi menyerang."


"Kau benar, aku sempat meragukan pemandangan di depanku namun ketika kamu mengatakannya sepertinya aku tidak memiliki gangguan dalam penglihatan."


Bung Haris tertawa ketika mendengar tanggapan lelucon yang dilontarkan oleh Bung Burhan.


"Ini benar-benar beresiko. Namun ada baiknya bila saat ini kita mencoba percaya dengan strategi milik pelatih Indra."


Pertandingan segera dimulai dengan pihak Indonesia melakukan kick off terlebih dulu. Mereka langsung menyerang pertahanan Thailand melalui sisi sayap.


Bola saat ini berada dalam kontrol Nando. Dia berlari di sisi kanan. Ketika dia bertemu dengan bek sayap Thailand, Nando segera melakukan potongan kedalam.


Bek sayap Thailand itu seperti telah mengetahui taktik Nando dan segera menghadang sisi dalam lapangan.


Apa yang tidak dia duga adalah bahwa itu gerakan yang disengaja oleh Nando. Dia kembali menggiring bola melalui sisi kanan meninggalkan bek sayap Thailand di kejauhan.


Baik Aji dan Raymond telah berlari memasuki zona pinalti lawan. Nando pun segera melakukan crossing.


Bola melambung tinggi dan berhasil di sundul oleh Aji.


Di studio televisi Bung Haris dengan semangat berteriak, karena ini adalah momentum emas bagi Indonesia.


"Nando melakukan cutting, oh yaampun itu tipuan, Nando menggiring, crossing. Aji melompat...."


BAM!


Bung Haris yang bersemangat memukul mejanya karena menyesal.


"Sayang sekali sundulan dari Aji berhasil di halau oleh kiper Thailand. Ini adalah awal yang baik bagi Indonesia."

__ADS_1


__ADS_2