
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Kerja bagus semuanya, terus pertahankan kinerja babak pertama di babak kedua nanti. Juga berhati-hatilah dengan pemain sayap mereka.
Andreas dan Supriyadi aku ingin kalian bergerak lebih melebar. Bantulah Nando dan Edo menjaga pertahanan kita dari sisi sayap.
Itu saja yang ingin ku sampaikan, fighting guys."
Pertandingan babak kedua Indonesia melawan Vietnam segera dimulai.
Gol balasan dari Indonesia dan jeda turun istirahat membuat momentum yang dimiliki Vietnam hilang dalam sekejap. Di babak kedua pemain Indonesia melakukan operan bolak-balik di sisi pertahanan untuk membangun momentum dan tempo mereka sendiri.
Pemain Vietnam juga terus melakukan tekanan kepada pemain Indonesia agar rencana mereka tidak berjalan dengan lancar.
Bola kini berada dalam kontrol Raka. Dia melakukan step over untuk menerobos salah satu pemain Vietnam yang mendekat.
Raka menggiring bola ke depan sambil terus mengamati pergerakan para pemain di depannya. Apa yang tidak dia duga adalah pemain Vietnam yang baru saja di lewatinya melakukan tackle yang cukup berbahaya dari belakang.
Raka segera terjatuh di tanah dan wasit segera meniupkan peluitnya. Itu adalah sebuah pelanggaran berbahaya yang cukup jelas dilihat oleh wasit.
Tensi pertandingan semakin memanas karena sebelum wasit tiba sudah terjadi bentrok antara pemain Indonesia dengan Vietnam. Andreas yang paling dekat segera mendorong pemain Vietnam yang melakukan tackle.
Pemain lain berusaha melerai namun yang tadinya adu fisik kini berganti menjadi adu mulut. Wasit segera memberikan kartu kuning bagi pemain Vietnam dan kartu kuning bagi Andreas.
Pemain Indonesia berargumen kepada wasit bahwa hal itu seharusnya kartu merah karena cukup berbahaya.
Argumen tersebut tidak diindahkan oleh wasit yang tetap berpegang teguh pada keputusannya. Dia juga mengancam akan memberikan kartu kuning bila terus menerus melawan keputusannya.
Mereka akhirnya berjalan kembali dengan ekspresi tidak puas. Bahkan di sisi lapangan pelatih Indra mempertanyakan keputusan wasit.
Ini jelas-jelas berbahaya namun sikap wasit terlalu lunak.
Setelah wasit memberikan kartu dia berjalan menghampiri Raka yang masih berbaring. Dia bertanya kepada Raka dengan bahasa inggris.
"Bisakah kamu melanjutkan pertandingan?"
Raka mengatakan dia bisa melanjutkan dan mencoba untuk berdiri. Meskipun tackle tadi berbahaya hal itu tidak membuat Raka berhenti melanjutkan pertandingan.
__ADS_1
Pelanggaran tersebut terjadi di jarak 20 meter dari gawang Vietnam. Raka berdiri di belakang bola menunggu wasit meniup peluitnya.
Prit
Raka berlari mendekati bola. Kaki kirinya menopang seluruh tubuhnya dan kaki kanannya direntangkan kebelakang. Ayunan kaki tersebut akhirnya menghantam bola hingga melesat jauh dengan keras.
Pagar manusia yang terdiri dari beberapa pemain Vietnam melompat berusaha mencapai ketinggian bola. Namun usaha tersebut berakhir dengan sia-sia karena bola tersebut melambung terlalu tinggi di udara.
Penjaga gawang timnas Vietnam berlari dan memposisikan dirinya sesuai dengan jalur bola. Namun dirinya cukup bersantai ketika melihat bola yang melambung akan membentur mistar gawang.
Apa yang tidak dia duga adalah ketika jarak bola dengan mistar hanya beberapa senti, bola tersebut perlahan turun mengarah ke dalam gawang. Kiper Vietnam pada akhirnya hanya berdiri diam tak bergerak karena hal tersebut terlalu tiba-tiba.
Timnas Indonesia berhasil mendapatkan keunggulan satu poin dari Vietnam melalui tendangan bebas Raka.
Seluruh suporter Indonesia yang hadir dalam Stadion Maguwoharjo segera riuh dengan gol spektakuler yang diciptakan oleh Raka. Sama halnya dengan pemain Indonesia yang ada di lapangan. Mereka mengangkat tangan dengan gembira.
Berbeda dengan pemain lain, Raka yang mencetak gol justru diam tidak bergerak. Saat ini dia merasakan sakit di kaki kirinya saat menopang tubuh untuk menendang.
Raka mengangkat kedua tangannya ke arah pelatih Indra yang sedang berpelukan dengan asisten pelatih. Jari telunjuknya terus berputar.
Kebahagiaan yang dirasakan pelatih Indra dan pemain Indonesia lainnya segera diguyur dengan air dingin. Tidak ada lagi kegembiraan dengan menambah keunggulan.
Pelatih Indra segera menyuruh Tojim berdiri dan menggantikan Raka. Sepertinya pelanggaran yang dilakukan Vietnam memiliki dampak terhadap kaki Raka.
Raka melepas ban kaptennya dan menitipkan ke yang lain untuk diserahkan kepada Ricky lalu berjalan dengan sedikit pincang ke sisi lapangan dan segera bertepuk tangan dengan Tojim.
Pelatih Indra segera menyuruh tim medis memeriksa kondisi Raka.
Pertandingan kembali dilanjutkan dan jalannya permainan menjadi semakin kasar setelah Raka digantikan. Dengan
digantikannya Raka lini serang menjadi tidak aktif karena playmaker mereka hilang.
Tojim hanya gelandang bertahan yang ahli dalam mengatur tempo dan tackle. Kreativitasnya dalam membangun serangan sangat kurang bila dibandingkan Raka.
Keadaan semakin bertambah buruk ketika Andreas menginjak kaki pemain Vietnam. Kebetulan wasit melihat hal tersebut dan memberikan kartu kuning kedua bagi Andreas.
Dua kartu kuning yang secara tidak langsung berarti kartu merah. Andreas diusir dari lapangan sehingga kini Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain.
Pelatih Indra hanya menggelengkan kepalanya dan tidak puas karena Andreas tidak dapat mengontrol emosinya.
__ADS_1
Dia pun segera melakukan pergantian kedua dengan menggantikan Aji dengan Brian. Posisi Nando kembali ke depan untuk menggantikan posisi Andreas.
Pemain Vietnam dengan gencar terus menerus melancarkan serangan untuk menembus gawang Indonesia.
Kesempatan itu akhirnya terjadi di menit ke 72. Gol penyeimbang tersebut terjadi melalui umpan silang dari sisi lapangan. Brian yang masuk kalah beradu kecepatan dengan winger dari Vietnam.
Umpan silang yang memasuki zona pinalti diterima oleh striker Vietnam dengan tendangan salto.
Brian dan Tegar awalnya mengira lawan akan mengontrol bola terlebih dahulu karena jarak masih agak jauh dari gawang.
Mereka memposisikan diri untuk menutup celah dan berniat melakukan steal setelah bola mendarat di tanah. Apa yang tidak diantisipasi adalah lawan melakukan salto.
Upaya mereka untuk melakukan steal gagal.
Striker Vietnam tersebut berselebrasi sambil melakukan taunting kepada suporter Indonesia di tribun. Sontak ejekan dari suporter Indonesia terdengar lebih kencang. Botol-botol air mineral bahkan di lemparkan ke lapangan.
Pelatih Indra segera berteriak dari sisi lapangan supaya anak didiknyajangan kehilangan fokus. Menurutnya keputusan yang diambil Tegar dan Bagus adalah keputusan yang teledor karena membiarkan lawan mendapatkan ruang kosong.
Gol penyama tersebut juga membuat Bagus dan Tegar menjadi lebih fokus. Kali ini mereka tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.
Kali ini Tegar dan Edgar akan melakukan penjagaan zonasi sedangkan Bagus akan melakukan man marking terhadap striker asal Vietnam tersebut.
Namun bermain dengan tiga bek tengah tidak sepenuhnya tanpa celah. Gelandang serang Vietnam yang berhasil melewati Tojim segera melakukan gerakan tipuan ke kanan depan.
Pemain gelandang tersebut segera melewati Edgar dari sisi kiri dan dia pun berbalik dan berusaha untuk mengejar untuk merebut bola. Namun saat dia berbalik badan tubuhnya menghantam sesuatu dengan keras.
Rupanya itu adalah Bagus yang melakukan man marking kepada striker Vietnam. Mereka bertubrukan karena striker Vietnam tersebut memancing agar Bagus tepat berada di belakang Edgar.
Kini dia berada di dalam zona pinalti tanpa penjagaan dari pemain Indonesia. Momen singkat tersebut dimanfaatkan olehnya dengan menembakkan bola ke gawang.
Ricky berusaha menggapai bola namun arah yang dituju bola terlalu lebar sehingga dia gagal mencapainya.
Vietnam berhasil membalikkan meja di menit-menit terakhir. Sebuah tragedi bagi Indonesia kali ini.
Kapten mereka terpaksa keluar lapangan karena cidera, bermain dengan sepuluh pemain, dan kini dua gol balasan dari Vietnam. Momen sial terus terjadi bagi Indonesia
Pemain Indonesia berusaha kembali menyamakan kedudukan namun dua menit berselang setelah kick off wasit telah meniupkan peluitnya untuk mengakhiri pertandingan.
Kesempatan Indonesia untuk melaju ke babak semifinal kali ini berada di tangan Singapura. Namun mendapatkan hasil imbang dengan Myanmar adalah sebuah hal yang sulit.
__ADS_1
Keberuntungan Indonesia telah benar-benar habis kali ini.