
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
Tindakan Raka untuk melakukan selebrasi tersebut bukan sepenuhnya tanpa alasan. Hal ini karena kata-kata kasar yang dilontarkan oleh suporter Persihasel sudah terlalu berlebihan. Selain itu juga sebagai balasan balas dendam kepada selebrasi striker Persihasel di pertandingan sebelumnya.
Tindakan Raka juga sepenuhnya menyulut emosi pemain Persihasel. Setelah pertandingan dilanjutkan Raka mulai
mendapatkan konfrotasi fisik yang kasar. Mereka akan menabrakkan tubuhnya atau melakukan tackle setiap kali Raka mendapat bola.
Saat ini Raka berbaring di rumput. Pakaian jersey tandang berwarna putihnya sudah kotor terkena tanah dan rumput. Lima belas menit berlalu semenjak gol di cetak Raka sudah berbaring di rumput sebanyak lima kali.
Pada mulanya pemain Persihasel agak ragu untuk melakukan pelanggaran berkali-kali karena takut akan pemberian kartu. Namun setelah dua kali dilakukan wasit tetap tidak memberikan kartu mereka segera menjadi-jadi.
Mereka memanfaatkan kehati-hatian wasit dalam mengeluarkan kartu.
Sudah lima kali terjadinya pelanggaran namun wasit masih hanya memberikan peringatan lisan yang tak berarti. Pemain Maung Raja sangat tidak puas dengan apa yang dilakukan wasit menurut mereka setidaknya kartu kuning perlu diberikan untuk memberikan efek jera.
Meskipun disayangkan bila pemain Persihasel masih tidak mendapatkan kartu kuning setidaknya mereka mendapatkan tendangan bebas.
Di sisi lapangan pelatih Handoko juga sudah mengerutkan ekspresinya. Dia juga tidak puas dengan keputusan wasit tetapi hanya bisa melampiaskan kepada botol air mineral dalam genggamannya.
Sejujurnya Raka sangat menyesali perbuatannya bila ia menyadari akan mendapatkan perlakuan yang keras. Namun bila dia diberi pilihan dia tetap akan melakukan tindakan yang sama.
Raka tidak kehilangan akal dengan tindakan kasar pemain Persihasel. Sebelum tackle mendarat Raka akan menjatuhkan tubuhnya untuk melakukan diving. Tindakan tersebut tentu saja mendapatkan cemoohan dari suporter Persihasel.
__ADS_1
Banyak yang tidak menyukai diving karena itu tindakan yang tercela dan tak terpuji. Tetapi bagi pemain melakukan diving adalah sebuah perlindungan diri untuk menghindari cidera. Bila dia berdiri dengan tegap seperti tidak terjadi apa-apa wasit tidak akan mengatakan apa-apa terhadap tindakan kasar tersebut.
Kembali ke permainan, waktu sudah menunjukan menit ke 40 dan asisten wasit di samping lapangan mengangkat papan elektronik yang menuliskan angka 2. Sebuah tanda untuk perpanjangan waktu permainan.
Anton yang bekerjasama dengan Hafiz berhasil mengecoh pemain sayap dari Persihasel dan segera melewatinya. Pemain Persihasel yang tersisa segera condong mendekat dengan posisi Anton saat ini.
Anton melakukan umpan lambung, tetapi bola tidak diarahkan ke dalam kotak pinalti melainkan sisi lain yang penjagaannya cukup kosong. Bola didistribusikan dari sisi kiri lapangan menuju sisi kanan lapangan.
Andre berlari sekuat tenaga dan berhasil mengejar bola yang diumpan oleh Anton. Bek sayap Persihasel segera menghadangnya yang membuat Andre terpaksa berhenti, tepat sebelum Andre akan mengoper ke kotak pinalti seseorang berpakaian putih melewati bek sayap Persihasel dari belakang.
Orang itu adalah Raka, dia bergegas ke samping karena jalur-jalur dalam pandangannya mengarah ke samping lapangan. Bola pun segera datang ke arahnya.
Raka memasuki kotak pinalti melalui sisi kanan lapangan dan langsung menendang bola mengarah ke gawang. Karena menendang dari sisi kanan sehingga sudutnya terlalu kecil sehingga mudah di baca oleh kiper Persihasel.
Kiper tersebut segera membungkukkan tubuhnya bersiap menangkap bola datar tersebut. Sebuah kaki terulur mengenai bola untuk merubah jalur pergerakan bola. Kiper Persihasel hanya menatap bola yang menggelinding ke dalam gawangnya dengan ekspresi konyol.
Gol bunuh diri tercipta sebelum babak pertama berakhir. Skor menjadi 2 – 0 mengulangi apa yang terjadi pada saat ronde pertama. Maung Raja memimpin dua gol sebelum jeda istirahat.
Memimpin dua gol tidak membuat Maung Raja bersantai. Mereka justru menjadi semakin fokus dalam pertandingan karena hasil bisa berubah sebelum pertandingan berakhir. Ronde pertama melawan Persihasel adalah sebuah pelajaran yang berharga.
Saat babak kedua dimulai Handoko menggantikan Beto dengan Kusno untuk menambah kekuatan lini pertahanan mereka. Fokus utama Maung Raja kini adalah untuk mempertahankan keunggulan.
Alhasil strategi serangan balik yang diterapkan oleh Persihasel tidak menghasilkan apapun. Bola di umpan dari satu orang ke orang yang lain untuk mengulur waktu.
__ADS_1
Seorang pemain Persihasel berhasil melakukan intercept dan berhasil mengejar ketertinggalan skor. Kini tekanan sepenuhnya berbalik kepada pemain Maung Raja apakah berhasil menahan keunggulan atau dikejar oleh Persihasel sekali lagi.
Waktu permainan mendekati akhirnya, pelatih Persihasel memberikan instruksi untuk tetap menekan pertahanan Maung Raja. Bahkan kiper mereka bergegas maju untuk membantu membentuk serangan.
Dengan tindakan yang tergesa-gesa kesalahan umpan terjadi di pihak Persihasel dan bola segera kembali dalam kontrol pemain Maung Raja. Bola diserahkan ke depan kepada Raka.
Dari sisi sayap Anton dan Andre segera berlari kedepan dengan kecepatan tercepat. Di depannya juga ada Alan yang melambaikan tangannya untuk meminta bola. Setelah membuat keputusan dibenaknya ia menendang bola lurus ke depan.
Itu bukanlah sebuah umpan karena bolanya terlalu cepat untuk diterima. Bola melaju ke depan dan segera berhasil menyusul kiper Persihasel yang berusaha kembali ke posisinya.
Gol berhasil dicetak memadamkan harapan Persihasel sepenuhnya. Wasit memberikan waktu tambahan sebanyak tiga menit yang tidak dapat mengubah keadaan.
Peluit akhir pertandingan dibunyikan.
Suporter Persihasel segera meninggalkan tribun dengan kecewa karena tim yang mereka dukung gagal melaju ke semi final beberapa fans fanatik tetap berada di tribun untuk menyanyikan lagu untuk tetap menyemangati pemain di lapangan.
Semua pemain Persihasel berjalan mendekati tribun dan segera menundukkan kepala sebagai ucapan penyesalan dan terimakasih atas dukungan yang mereka berikan.
Pemain Maung Raja yang kelelahan segera merebahkan diri di tanah dengan senyum terpancar di wajah mereka berbanding terbalik dengan pemain Persihasel. Mereka berhasil melaju ke semifinal, selangkah lebih dekat untuk mendapatkan trofi dan kesempatan promosi.
Seseorang yang lebih bahagia hari ini adalah Raka karena terpilih menjadi Most Valueable Player dalam pertandingan kali ini. Ini adalah pertama kalinya ia mendapatkan MVP sepanjang karirnya.
Di waktu yang bersamaan, pertandingan lainnya juga berakhir. Sebanyak empat klub berhasil lolos menuju semi final.
__ADS_1
Selain dari Maung Raja, tiga diantaranya yaitu Galacticos Bireuen asal Aceh, Persikota klub asal Tangerang dengan striker dalam daftar puncak pencetak gol, dan yang terakhir adalah Belitong klub asal Belitung yang dianggap sebagai kuda hitam liga 3 bersama Maung Raja.
Kehadiran Belitong dan Maung Raja memang membuat jalannya liga 3 menjadi penuh warna. Sepenuhnya menyuguhkan kesenangan dalam sepak bola.