Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Kompetisi Dimulai


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Sudah beberapa hari semenjak Raka bergabung dalam pelatihan. Jika ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan, Raka akan memilih untuk mengatakan sulit.


Pelatihan benar-benar sulit. Terutama ketika ada perbedaan kekuatan fisik yang cukup besar.


Saat ini Raka masih berusia 20 tahun dan harus menghadapi adu fisik dengan pemain yang berumur 24 hingga 30 tahun.


Setiap ada pertandingan internal dirinya pasti akan kehilangan keseimbangan ketika ada adu fisik dengan pemain lain.


Maka dari itu asisten pelatihan fisik yang bernama Mateo memberikan latihan tambahan kepada Raka untuk memperkuat intinya.


Seorang pemain tidak harus memiliki tubuh yang kekar, yang terpenting adalah bagaimana harus dapat mempertahankan posturnya ketika terjadi duel fisik.


Raka akan berada di gym dengan Mateo selama 2 jam setelah latihan bersama.


Kesulitan yang lain adalah tentang kemampuan. Meskipun terbilang baik diantara pemain sepantaran, tekniknya terlihat cukup kasar bila dibandingkan pemain senior lainnya.


Raka dengan rakus terus mengamati mereka ketika sesi latihan. Bahkan ada momen ketika dia terlalu fokus sehingga tidak mendengarkan instruksi dari pelatih Sergio.


Hasilnya? Tentu saja caci maki dari pelatih Sergio datang.


Selain itu gaya permainan pelatih Sergio sangat berbeda dengan Handoko. Bila Handoko berfokus pada permainan umpan dekat, Sergio lebih sering menggunakan direct ball kepada pemain sayap.


Pelatih Sergio kali ini tidak memboyong pemain baru di lini serang. Dia berupaya untuk hanya memoles trisula yang telah dia bentuk seperti kompetisi tahun lalu.


Febri dan Maru akan menjadi pendamping di samping bagi Carl. Dari penyuplai bola dari tengah adalah Jonathan.


Semenjak juru suplai bola Jonathan cidera, PSIS Semarang cukup kesulitan untuk menghubungkan baris belakang ke depan.


Untungnya kini cideranya sudah pulih dan dia dapat kembali untuk berlatih bersama.


Namun saat menjalani latihan tanding internal, pelatih Sergio tampak tidak puas dengan performa yang ditampilkan.


Nampak jelas ketika lawan menjaga Jonathan dengan ketat, bola akan selalu terhenti di tengah lapangan.


Disatu sisi pemain tengah lainnya tidak memiliki kemampuan untuk memberikan umpan akurat jarak jauh ke pemain sayap.


Dan disisi lain Jonathan kurang mampu dalam membuka ruang. Meski benar strateginya berpusat pada permainan lebar sayap namun tidak berarti bahwa sisi tengah tidak dapat memberikan tikaman.


Dia perlu seseorang yang dapat membuka ruang dengan kemampuan passing yang baik. Akan lebih baik lagi bila dia dapat berbagi tekanan dengan Jonathan sehingga Jonathan akan memiliki banyak ruang untuk bergerak.

__ADS_1


Pelatih Sergio terus melakukan rotasi dan akhirnya telah menemukan potongan puzzle terakhir. Potongan yang dia butuhkan adalah sosok Raka, namun yang sangat buruk adalah kemampuan fisiknya.


Tubuh Raka kesulitan untuk dapat berduel dengan pemain senior yang tenaganya lebih besar.


Raka juga samar-samar merasa bahwa pelatih Sergio memiliki rencananya sendiri terhadap dirinya.


Oleh karena itu ketika pelatih Sergio menyuruh Mateo memberikan latihan tambahan dia tidak mengeluh.


Juga hal ini memang benar-benar dia perlukan. Raka menerimanya dengan senang hati.


Namun yang perlu diketahui adalah pelatihan seperti ini tidak dapat dilakukan dengan singkat. Perlu dilakukan secara rutin dan teratur, baik pola makan dan istirahat juga mempengaruhi.


Alhasil Raka tetap menjadi sebuah cadangan dalam tim. Pelatih Sergio sementara akan mempercayakan lini tengah dengan pemain lain.


Waktu hampir memasuki bulan Juli dan akhir dari bursa transfer akan berakhir. Selain itu waktu kompetisi liga 1 akan segera dilaksanakan.


Banyak hal yang telah terjadi selama beberapa hari ini. Pecinta sepakbola di tanah air juga dengan yakin bahwa kompetisi tahun ini akan menjadi lebih seru.


Pasalnya klub-klub sepakbola di liga 1 melakukan banyak pergerakan besar.


Salah satunya yaitu banyak klub yang mendatangkan pelatih berkualitas dari eropa. Beberapa pemain luar negeri juga didatangkan untuk menambah amunisi.


Pemain asing yang paling mencolok adalah Somer, striker murni asal Pantai Gading. Dalam karirnya di liga Pantai Gading, dia pernah memuncaki top skorer dengan statistik 32 gol dan 5 assist.


Adapun Bali United pada bursa transfer kali ini tidak terlalu aktif. Mereka hanya melepas pemain dan mendatangkan satu pemain bertahan sayap asal Jepang, Noshida.


Berbeda dengan Bali United, Persija menjadi klub dengan status paling aktif dalam bursa transfer. Pelatih Dani masih dipercaya untuk menukangi klub Macan Kemayoran tersebut.


Singkat cerita, hari ini adalah hari dimana pertandingan perdana PSIS Semarang melawan Persipura.


Bagi Raka ini adalah kali kedua mereka bertarung. Namun yang berbeda adalah dia hanya menonton melalui bangku cadangan.


Ini tidak sepenuhnya buruk. Bahkan saat dia berada di Persija dia tidak terpilih menjadi pemain cadangan.


Masih ada kesempatan untuk bertarung di lapangan. Raka dengan tenang menerima keputusan pelatih Sergio.


Pertandingan akan dilaksanakan secara kandang di Jatidiri Stadium. Stadion dengan kapasitas 25.000 itu telah dipenuhi oleh lautan biru.


Lautan biru adalah karena suporter PSIS Semarang yang memiliki julukan 'The Panser' menggunakan jersey warna biru.


Suara nyanyian suporter bahkan terdengar dari luar stadion. Mereka dengan bangga menyanyikan lagu anthem mereka.

__ADS_1


Sang laskar mahesa jenar, mahesa jenar


PSIS selalu dihati


Bagiku engkau tetap juara


PSIS selalu dihati


...


Adapun suporter Persipura yang datang secara away hanya berjumlah sedikit. Sepenuhnya ditekan oleh The Panser.


Ini adalah pemandangan baru bagi Raka.


Dulu Maung Raja hanya menjiplak anthem milik klub lain, namun kini klub yang dia bela memiliki anthemnya sendiri.


Prit


Wasit meniupkan peluitnya tanda dimulainya pertandingan.


PSIS Semarang yang melakukan kick off pertama kali. Carl mengoper bola ke belakang dan langsung bergegas ke depan.


Jonathan yang menerima bola segera melakukan umpan terobos lambung ke sisi kanan.


Di sisi kanan sudah ada Maru yang telah melakukan sprint untuk mengejar. Bola pun akhirnya berhasil dikejar.


Pemain bertahan sayap milik Persipura mencoba melakukan steal namun Maru dengan mudah melewatinya.


Pertandingan baru dimulai selama beberapa detik namun PSIS Semarang telah mendapatkan kesempatan emas.


Tanpa menunggu terlalu lama lagi, Maru melakukan crossing menuju dalam kotak pinalti.


Di sana sudah ada Carl dan Rui yang sedang berduel fisik untuk mendapatkan bola. Penjaga gawang Persipura juga maju untuk melompat untuk bergabung dalam duel.


Pada akhirnya bola disundul terlebih dahulu sebelum mengenai jari-jari kiper. Namun bola tetap maju menuju gawang, hanya saja kecepatannya menjadi sedikit lamban.


Beberapa pemain Persipura dari tengah lapangan berlari untuk mengejar bola. Sayang seribu sayang bola lebih cepat daripada mereka.


Prit


Hanya dalam 1 menit 49 detik.

__ADS_1


Gol yang diciptakan oleh Carl saat ini untuk sementara menjadi sebuah gol tercepat dalam kompetisi liga 1 tahun ini.


__ADS_2