Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Strategi Balasan


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Suasana di lapangan latihan Maung Raja sangat suram. Semua pemain tampaknya telah terpukul oleh hasil pertandingan kemarin. Tidak ada gairah dan semangat seperti sebelumnya mereka hanya bergerak seperti mesin yang dihidupkan.


Pemain Maung Raja telah sepenuhnya menyerah untuk mengejar promosi. Semula yang nampak dekat dengan mata kini hanya sebatas angan belaka.


Di lapangan hanya Raka yang melakukan sesi latihan dengan sungguh-sungguh. Dia telah lama menghabiskan beberapa tahun tanpa melakukan apapun di Persija dan dia merasa sedikit enggan bila tidak mencapai apapun tahun ini.


Raka ingin di masa depan untuk berkarir di liga yang lebih tinggi oleh karena itu ia harus mendapatkan hasil-hasil yang bagus sekarang ketika kesempatan masih ada. Dia tidak ingin selamanya terkubur di liga 3.


Pelatih Handoko juga menyadari bila suasana saat ini begitu buruk. Awalnya dia ingin memulai latihan dengan beberapa penemuan yang akan membantu mereka melawan Galacticos Bireuen di ronde kedua. Saat ia berjalan menuju lapangan dia dengan terpaksa mengubur rencananya dalam-dalam.


Mental para pemain telah terpukul, hal ini juga akan sia-sia walau dia menyuruh mereka melakukan strategi dalam pikirannya. Hal pertama yang harus dilakukan adalah untuk memperbaiki mental para pemain. Namun dirinya juga tidak tahu bagaimana meningkatkan mental dan semangat yang telah turun.


Handoko meniumpkan peluitnya untuk menghentikan latihan mereka dan segera berkumpul di hadapannya. Handoko mengamati pemain di depannya dan dengan tegas berkata


“Jangan terlalu berlarut-larut dalam kekalahan kemarin. Masih ada sembilan puluh menit bagi kita untuk membalikkan keadaan. Hari ini aku tidak ingin melihat wajah lesumu saat latihan, sekarang pulanglah beristirahat dan memulai latihan besok dengan semangat. Mengerti?”


Mendapatkan jawaban yang lemah dari pemain di depannya Handoko mengerutkan keningnya dan berkata dengan suara yang lebih keras. Baru kemudian para pemain menjawab dengan suara yang keras.


“Mengerti pelatih”

__ADS_1


Kemudian seluruh pemain mulai meninggalkan lapangan satu demi satu menuju ruang ganti untuk berkemas pulang.


Raka tidak berencana ingin pulang lebih awal saat ini karena masih terlalu awal baginya untuk pulang. Dia berencana melanjutkan latihan tendangan jauh agar semakin lebih mantap. Raka menghentikan Cahyo yang juga akan segera pulang.


“Kapten, bisakah kamu membantuku dalam latihan?”


Cahyo memandangi Raka yang berada di depannya dengan bingung sebelum mengangguk dengan setuju. Awalnya dia berpikir bahwa latihan yang dilakukan Raka akan berakhir dengan sekejap namun yang mengherankan pada saat ini adalah jam sudah menunjukkan pukul tiga sore.


Pelatih Handoko menyuruh mereka untuk pulang pada pukul sebelas dan sekarang sudah berselang empat jam mereka berdua melanjutkan latihan. Cahyo merasakan tekad kuat dari Raka saat mereka berlatih bersama dan hal ini hanya membuatnya semakin malu.


Sebagai kapten tim Maung Raja dia malah sudah berpikir untuk menyerah sedangkan anak baru yang baru bergabung dalam tim masih bertekad untuk memenangkan pertandingan. Hal ini membuatnya menjadi serius saat menjalankan latihan bersama Raka.


Cahyo juga merasa sepanjang latihan ini tendangan yang ditendang oleh Raka menjadi semakin baik dan cepat. Tidak heran bahwa Andre yang biasanya sebagai eksekutor tendangan bebas akan menyerahkan kesempatan kepada Raka.


Keesokan harinya


Raka yang berangkat latihan lebih awal menemukan bahwa dia bukanlah yang pertama. Hampir seluruh pemain telah tiba di ruang ganti. Raka mengalihkan pandangannya ke Cahyo yang balas tersenyum singkat.


Setelah pulang latihan bersama Raka, Cahyo berusaha menyemangati rekan-rekannya melalui pesan pribadi di media sosial. Tentu saja iming-iming penyemangatnya adalah bonus yang akan diberikan oleh manajer kepada mereka. Adanya faktor uang menjadi mereka bangkit bersemangat seperti kesatria yang gagah berani.


Mereka berpikir untuk setidaknya menunjukkan beberapa usaha daripada menerima kekalahan tanpa perlawanan.


Saat ini mereka telah berbaris dengan rapi di lapangan. Handoko yang berdiri di depan mereka mengamati dengan puas karena semangat pemain kembali muncul. Dia pun segera menjelaskan strategi yang akan mereka gunakan dalam ronde kedua mendatang.

__ADS_1


“Sebenarnya kita telah menerapkan strategi ini saat babak kedua melawan mereka, namun itu hanya kita belum berlatih dan masih terlalu kasar sehingga kita melakukan banyak kesalahan. Kali ini fokus kita akan latihan dengan fokus berlatih umpan cepat dan juga menerimanya dengan baik.”


Mereka sering kali melakukan kesalahan saat menjalani latihan tersebut namun secara perlahan menjadi lebih baik dan Handoko juga membuat program latihan menjadi lebih rumit.


Semula yang hanya berdiam di posisi mereka berada mereka harus terus berlari dan berganti posisi membentuk formasi segitiga. Mereka akan maju menuju gawang dengan selalu membentuk segitiga sambil tetap mengumpan dengan operan cepat. Pelatih Handoko menyebut ini sebagai strategi penetrasi segitiga.


Segera hari pertandingan untuk ronde kedua telah tiba. Stadion Raja berkapasitas 500 orang secara mengejutkan tidak menyisakan kursi kosong satupun. Tampaknya ini adalah bentuk solidaritas suporter Maung Raja untuk menyemangati mereka walaupun akan gagal lolos ke final.


Para suporter bahkan telah menyiapkan koreografi yang baik. Momen tersebut diabadikan oleh wartawan olahraga dari Jakarta News. Dia tidak terlalu memikirkan hasil akhirnya, hanya dengan sebuah koreografi ini saja dia sudah dapat membuat berita yang baik.


Pemain Galacticos Bireuen masih mengenakan jersey berwarna putih pasalnya jersey tandang mereka berwarna biru yang sama dengan jersey tandang Maung Raja. Pemain Galacticos Bireuen telah sepenuhnya mengabaikan jalannya liga ini. Menurut mereka Maung Raja tidak dapat mengalahkan mereka bahkan bila mereka memiliki tambahan kaki.


Tindakan meremehkan ini telah sepenuhnya berakibat fatal bagi mereka karena kali ini singa yang mereka hadapi telah menajamkan taringnya. Pada menit ke 10 setelah kick-off dilakukan dengan strategi umpan-umpan cepat pemain Maung Raja membuat pertahanan Galacticos Bireuen berantakan.


Bola yang telah didistribusikan ke dalam kotak pinalti dengan mudah di tendang oleh Alan dengan kaki kirinya. Setelah mendengar peluit tanda gol dari wasit Alan meluncur ke pojok lapangan dengan kedua lututnya yang disambut oleh teriakan liar para suporter.


Alan!Alan!Alan!


Handoko dan kedua pelatihnya di sisi lapangan berpelukan menyaksikan gol yang diciptakan tersebut. Hasil latihan mereka selama dua minggu akhirnya memang terbukti efektif.


Kelemahan dari memiliki postur yang tinggi adalah gerakan reflek mereka secara alami menjadi selangkah lebih lambat. Pada saat mereka berbalik untuk menghentikan bola, bola sudah di oper ke sisi yang lainnya.


Walaupun gol pembuka yang dilakukan oleh Alan berhasil mengejutkan mereka tetapi pemain Galacticos Bireuen masih meremehkan mereka karena mereka masih memiliki keunggulan dua poin.

__ADS_1


Mereka tidak menyadari bahwa gol yang diciptakan oleh Maung Raja bukanlah keberuntungan semata melainkan hasil dari sebuah latihan yang berulang. Pemain Galacticos Bireuen harus segera bangun dari mimpi indah mereka bila mereka tidak ingin terkoyak oleh taring si raja hutan.


__ADS_2