Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Ujian


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Raka saat ini sedang berbaring di kamar asrama. Jari-jarinya sibuk menyentuh layar ponsel yang sedang ditatapnya.


Dia sedang membalas pesan dari ayahnya.


“Maaf nak, ayah ada keadaan mendesak di perusahaan yang tidak bisa ditunda. Kira-kira 11 Juli baru bisa sampai di Indonesia.”


“Pertandingan babak grup telah berakhir tanggal 10. Aku akan berusaha dengan keras untuk mencapai semifinal


bila begitu.”


“Bekerja keraslah nak, jangan membuatku menonton pertandingan yang tidak ada anakku haha”


Raka menutup ponselnya dan memandang langit-langit kamar. Meskipun dia mengatakan akan bekerja keras terkadang hasil tidak ditentukan oleh kerja keras semata.


Dua pertandingan tersisa adalah melawan Myanmar dan Vietnam yang terkenal dengan kekuatannya. Vietnam yang menduduki peringkat satu di kawasan Asia Tenggara dan Myanmar yang berada di peringkat ke tiga.


Sekarang dia hanya bisa menutup matanya dan beristirahat. Kiranya dewi keberuntungan memberkati mereka dalam menjalankan pertandingan besok.


5 Juli di Stadion Maguwoharjo


Saat ini kedua belah pihak sedang berbaris di lorong. Mereka bersiap untuk memasuki lapangan.


Raka yang berada di barisan terdepan memegangi lengan kirinya. Dia merasa ada beban berat di lengan kirinya.


Beban tersebut berasal dari ban kapten yang melingkari lengan kirinya. Dua pertandingan sudah dijalani namun Raka masih belum terbiasa mengenakan ban kapten.


Pelatih Indra memberikan kepercayaan penuh padanya untuk menjabat sebagai kapten, namun dimana ada kepercayaan disitu ada tanggung jawab yang harus dipikul.


Sebuah tangan yang mengenakan sarung tangan menepuk pundaknya. Raka pun menoleh dan melihat Ricky yang menyeringai.


"Berat bukan? Itulah alasanku untuk melepas posisi tersebut. Biasakanlah, kami mengandalkanmu kapten."


Raka hanya mengangguk sebelum fokus menatap ke depan. Meskipun perkataan Ricky tidak ada kalimat penyemangat dia tahu bahwa itu adalah cara Ricky untuk menenangkan kegugupannya.


Wasit segera memberi aba-aba agar mereka berjalan mengikuti. Mereka perlahan berjalan semakin dekat ke lapangan.


Sorakan dari suporter yang hadir di tribun terdengar lebih jelas daripada di lorong tunggu.


Di hari-hari lain mereka adalah lawan karena perbedaan klub yang didukung namun hari ini mereka bersatu untuk mendukung timnas kebanggaan mereka.


Kick off dilakukan pertama kali oleh Myanmar.

__ADS_1


Hanya membutuhkan lima menit sejak pertandingan dimulai, gawang Indonesia hampir dijebol oleh pemain Myanmar.


Tendangan jarak jauh secara tiba-tiba dari pemain gelandang Myanmar melesat dengan cepat ke gawang yang dijaga oleh Ricky. Momen yang sangat berbahaya tersebut berhasil diselamatkan karena reflek Ricky yang bagus.


Ricky yang berbaring di rumput segera bangkit dan meraung agar tidak mengendorkan pertahanan.


Indonesia belum bisa bersantai karena Myanmar mendapatkan tendangan pojok. Umpan lambung segera tercipta ketika wasit membunyikan peluit.


Pemain Indonesia dan Myanmar melakukan adu fisik untuk memperebutkan posisi jatuh bola. Bola yang melambung tersebut berhasil di sundul Tegar yang memenangkan duel udara menjauh dari zona pinalti.


Kini bola berada di kaki Aldo, dia menendang bola semakin menjauh menuju ke depan. Karena bola condong mengarah ke sisi kanan Nando berusaha mengejar.


Sayangnya kecepatan Nando masih lebih lambat daripada bola. Bola telah keluar dari lapangan menghasilkan throw in bagi Myanmar.


Meskipun gagal memberikan serangan balik namun setidaknya kini pertahanan Indonesia telah sepenuhnya dihidupkan. Seluruh pemain sudah fokus terhadap permainan dan tidak memberikan kesempatan sekali lagi bagi Myanmar.


Tekanan terus diberikan oleh pemain Myanmar sepanjang empat puluh menit permainan. Sepanjang empat puluh menit itu pula seluruh pemain Indonesia bekerja keras melakukan pertahanan.


Di lini serang hanya menyisakkan Aji dan Raymond. Mereka bahkan harus mundur ke belakang sedikit agar gelandang dapat menyalurkan bola kepada mereka.


Ada satu kesempatan bagi Indonesia saat menyerang balik namun arah tendangan Aji terlalu jelas bagi kiper Myanmar. Bola akhirnya mendarat dipelukan kiper dengan mudah.


Cangkang kura-kura yang dipertahankan selama empat puluh menit akhirnya retak. Melalui umpan terobos dari sisi kanan striker mereka yang bernama Kyaw Aung berhasil mengkonversi umpan tersebut menjadi gol.


Terlihat jelas ekspresi kecewa pemain Indonesia ketika keluar dari lapangan. Pelatih Indra menunggu disisi lapangan dan memberikan tepukan bahu bahwa mereka telah bekerja keras.


Ruang ganti hanya ada keheningan dan suara nafas pemain yang kelelahan.


Inilah tanggung jawab yang harus ditanggung ketika mengenakan ban kapten. Seorang kapten harus bisa menyemangati dan mengembalikan semangat rekan-rekannya.


Raka berdiri dan mengatakan kata-kata penyemangat bahwa mereka masih memiliki kesempatan namun usahanya berakhir sia-sia. Tidak ada yang merespon perkataannya hingga pelatih Indra memasuki ruang ganti.


Pelatih Indra hanya menginstruksikan agar di babak kedua mereka sepenuhnya fokus dengan serangan balik cepat. Dia juga menggantikan Raymond dengan Edgar.


Mereka akan menggunakan formasi 5-4-1 dengan tiga center bek. Segera istirahat pun berakhir dan pertandingan babak kedua segera dimulai.


Sejak babak kedua dimulai Myanmar terus melakukan serangan bertubi-tubi. Tidak ada kata kendor dalam usaha mereka menjebol pertahanan Indonesia.


Dengan kombinasi tiga center bek striker Myanmar berhasil dibekukan. Peran Tegar dan Bagus masih melakukan penjagaan zonasi namun Edgar yang masuk di babak kedua berfokus untuk melakukan penjagaan target man.


Serangan dari Myanmar pun tidak menjadi terlalu mengancam. Berpikir bahwa pertahanan telah sepenuhnya aman adalah sebuah kesalahan.


Karena melalui tendangan jarak jauh Myanmar berhasil melebarkan jarak. Skor kini menjadi 2 - 0 sepenuhnya menginjak Indonesia.


Seluruh pemain dilapangan sudah kehilangan semangatnya. Bahkan suara suporter pun juga mengecil sepenuhnya pesimis dengan jalannya pertandingan hari ini.

__ADS_1


Sebagai kapten Raka ingin melakukan sesuatu namun dia tidak tahu harus berbuat apa. Dia sudah mencoba untuk menyemangati rekan-rekannya di ruang ganti namun hasilnya adalah nol besar.


Pertandingan segera dilanjutkan.


Sepanjang pertandingan Indonesia sering kehilangan kontrol bola. Raka dengan segala usaha berlarian bolak-balik dari depan kebelakang. Dia bahkan melakukan beberapa peran Aldo.


Semula tidak ada yang menyadarinya namun menit demi menit mereka mulai melihat kerja keras Raka. Nando yang berada di sisi kanan membantu pertahanan menjadi orang yang pertama kali menyadari.


Dia merasa malu karena dia telah sepenuhnya menyerah ketika rekan-rekannya masih berjuang. Dia pun menjadi lebih aktif lagi dalam bertahan.


Dari Nando ke Brian dan dari Brian ke yang lainnya semangat Raka tersalurkan. Melalui semangat juang yang ditunjukkan Raka satu per satu dari mereka segera bangkit semangat lagi.


Di menit ke 75 Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melakukan serangan balik. Umpan Myanmar berhasil di intercept oleh Aldo. Bola kemudian di umpan kepada Raka yang telah berlari ke depan.


Dari sisi samping Nando berlari sekuat tenaga untuk menyusul ke depan.


Saat ini hanya ada dua pemain bertahan dari Myanmar. Mereka berdua melakukakn penjagaan zonasi sepenuhnya menutupi kesempatan untuk mengumpan kepada Aji.


Visi Raka yang luas segera melihat Nando yang berhasil menyusul, tanpa ragu bola pun diumpan kepadanya.


Tiga melawan dua. Kini penjagaan pemain bertahan Myanmar terbagi.  Nando menggiring bola mendekat ke tengah lapangan.


Salah satu pemain bertahan segera memblokir jalan Nando. Nando mengarahkan tubuhnya ke kiri dan pemain Myanmar segera memblokir jalur nya namun sebenarnya kaki Nando telah mengarah ke kanan.


Pemain bertahan tersebut berhasil di kelabuhi Nando dengan teknik body feint. Dia berusaha mengejar Nando namun tidak berhasil karena terlalu lambat.


Pemain bertahan yang tersisa segera meninggalkan Aji dan mendekati Nando. Pemain bertahan tersebut cukup pintar karena juga melakukan screening jalur umpan kepada Aji.


Satu hal yang dia lupakan adalah kehadiran Raka. Raka tidak berhenti setelah memberikan umpan namun terus berlari kedepan. Nando juga menyadari hal tersebut dan segera mengumpan ke samping.


Bola tersebut disambut dengan baik oleh Raka. Tendangan melesat dengan kencang memasuki gawang milik Myanmar.


Gol.


Skor kini menjadi 2 - 1. Indonesia berhasil mempertipis ketertinggalan.


Pemain Indonesia yang ada dilapangan segera mengerumuni Raka sebelum dirinya melakukan selebrasi.


"Kerja bagus kapten."


Kini semangat yang hilang telah sepenuhnya dikembalikan.


Kata-katanya mungkin tidak dapat menyalurkan semangat namun dirinya bisa menyalurkan semangat melalui tindakan dilapangan.


Ujian berat sebagai kapten telah berhasil dilewati.

__ADS_1


__ADS_2