Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Dimulai


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Alasan karena pengumuman masih belum diputuskan karena saat ini masih terjadi diskusi panas diantara pelatih dan asisten pelatih. Beberapa dari mereka memiliki perdebatan terkait siapa saja yang masuk daftar lolos.


"Kita harus memasukan Farhan ke dalam squad. Pengalamannya dalam tim nasional U-20 akan sangat baik bagi tim saat ini."


"Tidak bisakah kamu melihatnya dengan jelas sepanjang pertandingan? Dia bahkan tidak bisa bermain mengikuti instruksi."


"Menurutku akan lebih baik bila kita mempertahankan squad tim nasional U-20 seluruhnya kerena mereka telah membangun chemistry."


"Aku setuju karena membentuk squad baru akan memakan waktu lebih lama lagi."


"Aku menentang karena hasil dari tim nasional U-20 bahkan sangat buruk. Bila memilih mereka hasil akhirnya akan sama."


"Aku melihat bakat-bakat luar biasa daripada pemain yang pernah bergabung dalam tim nasional. Tidak sepenuhnya buruk bila kita memilih mereka."


Perdebatan sengit diantara asisten pelatih membuat kepala pelatih Indra pusing. Dia memukul meja agar semuanya menjadi tenang.


"Diam, baik untuk saling memberikan pendapat tetapi sebagai rekan-rekanku dimasa depan kita harus menyatukan visi dan tekad kita.


Aku sudah memiliki pandanganku sendiri tentang siapa dan siapa yang akan lolos. Aku juga yakin squad pilihanku akan memberikan hasil yang memuaskan."


Ketika pelatih utama telah memutuskan sebagai asisten pelatih mereka harus mencocokkan visi dan misi mereka agar berjalan dengan baik. Perdebatan pun berhasil di akhiri.


"Sekarang sudah tengah malam, mari kita istirahat dan mengumumkan hasilnya besok pagi."


Keesokan harinya para pemain berkumpul dengan kantung mata yang menggantung. Banyak yang tidak bisa tidur semalaman karena terlalu berpikir.


Brian melirik Raka yang sedang meregangkan tubuhnya.


"Raka kamu tidur dengan nyenyak." komentar Brian terhadap Raka yang tidur dengan pulas.


"Tidak perlu terlalu dipikirkan bila gagal pun itu diluar kuasa kita meskipun aku juga akan kecewa bila tidak masuk dalam daftar."

__ADS_1


Pelatih Indra dan semua asisten pelatihnya segera datang di lapangan. Pelatih Indra menghitung jumlah yang hadir di dalam benaknya. Ketika jumlah menunjukan 50 orang hadir dia mengangguk puas.


Rezim disiplinnya nampaknya telah diikuti dengan baik dan tidak ada yang berani terlambat semenjak hari pertama.


"Selamat pagi semuanya, kali ini aku akan membacakan nama-nama pemain yang lolos untuk squad AFF. Jangan bersedih dan terus tingkatkan dirimu bagi yang belum memiliki kesempatan saat ini."


Pelatih Indra melirik kertas ditangannya dan mulai membacakan nama para pemain.


"Penjaga gawang, Ricky Firmansyah, Tora Hutabarat, Ilyas Nasution."


"Bek, Brian Sucipto, Jonas Amirudin, Bagus Bagaskara, Tegar Putra, Rony Hamdani, Edgar Risky, Edo Ramdani, Eril Pratama, Luis Hutomo, Adrian Wijaya."


"Gelandang, Nando Pakasy, Tojim Suryadi, Supriyadi, Aldo Hidayat, Andreas Sitepu, I Made Irawan, Raka Simanjuntak."


"Penyerang, Aji Santoso, Kristo Fernando, Osvaldo Hui, Raymond Tan, Lukas Embe."


Kedua puluh lima pemain telah diucapkan oleh pelatih Indra. Pemain yang namanya berhasil disebut menghibur mereka yang gagal dalam seleksi. Mereka senang namun tidak baik bila bereaksi terlalu berlebihan di depan rekan-rekan yang gagal.


"Bagi pemain yang gagal jangan terlalu bersedih karena kesempatan secara tiba-tiba mungkin datang. Sekarang kalian dapat segera kembali berkemas.


Raka mengepalkan tinjunya dengan kencang. Dia menghentikan nafasnya secara tidak sengaja ketika pelatih Indra menyebutkan nama-nama pemain. Sikap tenangnya di depan yang lain hanyalah sebuah topeng untuk menutupi kegugupannya.


Kini dia melonggarkan kepalannya dan mulai mengatur nafasnya dengan benar. Saatnya bersiap-siap untuk berlatih.


Pelatih Indra sangat ketat dalam waktu karena tidak ingin menyia-nyiakan sedetikpun waktu untuk berlatih. Latihan berat segera dimulai ketika alat bantu latihan telah siap diatur.


Bila Raka harus membandingkan antara sesi latihan Maung Raja dengan sesi latihan tim nasional perbedaannya seperti langit dan bumi. Pelatihan dalam tim nasional sangat berat dan sesi latihan Maung Raja seperti latihan santai.


Meskipun sangat lelah Raka berhasil mengikuti seluruh sesi dengan baik.


Mereka mendapat bimbingan dari berbagai asisten pelatih, mulai dari teknik-teknik dasar yang terus dipoles, fisik dan stamina yang perlu diperkuat, latihan bola mati, latihan menyerang maupun bertahan, dan berlatih taktik yang diinginkan pelatih Indra.


Semuanya dilakukan selama sebulan penuh dalam rangka menyambut kompetisi AFF.


Hasil mereka tahun lalu begitu buruk bahkan suporter yang tanpa pandang bulu mendukung dibuat kecewa karena performa tim tahun lalu dalam ajang AFF.

__ADS_1


Mereka hanya mendapatkan satu kemenangan, satu seri, dan tiga kali kekalahan dalam babak grup.


Hari-hari yang dinantikan pun segera tiba. Seminggu sebelum kompetisi digelar hasil undi telah diumumkan kepada publik.


Sebelas negara akan dibagi menjadi dua grup. Grup A terdiri dari Malaysia, Filipina, Laos, Brunei Darusalam, Timor Leste dan Thailand sedangkan grup B terdiri dari Indonesia, Vietnam, Myanmar, Kamboja, Singapura.


Bisa dibilang bahwa grup B adalah grup kematian karena disana terdapat Vietnam, Myanmar, dan Singapura yang ranking FIFAnya lebih tinggi daripada Indonesia.


Ketika suporter melihat hasil undi mereka memiliki kesamaan. Ekspresi pasrah terhadap hasil. Lawan berat ditempatkan lebih awal di depan mereka.


Mereka merasa kurang optimis untuk lolos ke semifinal AFF. Banyak yang berpikir bahwa hasil tahun lalu akan terulang kembali.


Adapun tim nasional yang sedang melakukan pemusatan latihan telah sepenuhnya jauh dari media sosial dan internet. Pelatih Indra telah menyita ponsel mereka bahkan televisi dalam lobby telah sepenuhnya dimatikan.


Hal ini agar seluruh pemain dapat fokus selama pelatihan. Mereka hanya mengetahui hasil undian ketika satu hari menjelang pertandingan.


Seluruh pemain tampak heboh dengan hasil undian tersebut karena lawannya terlalu berat dalam grup mereka.


Pelatih Indra tentu saja sudah mengantisipasi hal ini dan segera memberikan kata-kata motivasi dan semangat agar anak asuhnya tetap percaya diri.


"Jangan gugup, keluarkan yang terbaik saat bertanding seperti dalam sesi latihan. Tingkatkan mental dan kepercayaan dirimu."


Lawan Indonesia untuk pertama kali adalah Singapura. Ranking FIFA mereka hanya berjarak 5 poin yang tidak terlalu banyak perbedaan.


Meskipun tidak mudah hal ini lebih baik daripada bertemu dengan Vietnam ataupun Myanmar di awal pertandingan.


Karena mereka berada di grup B mereka akan bertanding di Stadion Maguwoharjo.


1 Juni di Stadion Maguwoharjo


Pertandingan antara Indonesia dengan Singapura pun dimulai.


Kini seluruh pemain tim nasional Indonesia tengah berada di dalam ruang ganti. Berdiri di depan mereka adalah pelatih Indra yang sedang membawa kertas.


"Baik dengarkan aku, lawan hari ini meskipun sulit tetapi kita telah bekerja keras selama sebulan dan mengalami peningkatan. Aku akan membacakan nama-nama yang akan menjadi starting eleven."

__ADS_1


__ADS_2