Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Vietnam


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Segenap jiwaku, sekuat ragaku


Ku berjanji padamu, untuk slalu bersamamu


Satukan langkah, menuju satu arah


Bersama mengawal, Garuda dengan suka cita


....


Dengan semangat yang ditunjukkan oleh pemain di lapangan, suporter yang berada di tribun juga bernyanyi kembali dengan tak kenal lelah. Tidak ada yang tidak berarti bila itu ditujukkan kepada seseorang yang benar-benar bekerja keras.


Masih ada lima belas menit lagi sebelum pertandingan benar-benar berakhir. Masih ada harapan untuk mengubah keadaan yang terjadi.


Kini pemain Indonesia bermain dengan lebih proaktif semenjak gol tercipta. Pemain Myanmar juga tidak dengan ceroboh untuk sepenuhnya menyerang. Akibatnya serangan yang ditunjukkan Myanmar menjadi lebih lunak.


Menit demi menit berlalu kini waktu telah memasuki menit ke 86. Bola berada di pihak Indonesia yang berupaya melakukan serangan balik.


Edo memberikan umpan terobosan kepada Andreas di depannya. Mereka berusaha mendistribusikan bola ke depan secepat mungkin karena mereka juga berlomba dengan waktu.


Andreas terus melakukan penetrasi dari sisi kiri lapangan. Karena tidak menemukan target umpan yang baik Andreas pun mengoper kembali kepada Edo yang mengikutinya dari belakang.


Bola segera disalurkan ke tengah ketika Edo melihat Raka berada di ruang kosong. Pemain gelandang Myanmar segera mendekati Raka untuk merebut bola darinya.


Raka melakukan gestur mengumpan dengan melirik ke arah kiri. Gelandang Myanmar tersebut segera menjulurkan kakinya untuk menghadang jalur bola.


Usaha gelandang tersebut perlu diapresiasi namun yang sebenarnya dituju Raka adalah Aji yang berada di tengah. Raka telah melakukan no look pass ala Ronaldinho.


Bola segera di terima oleh Aji yang berhasil mendapatkan ruang kosong setelah lolos dari penjagaan pemain bertahan Myanmar. Namun saat bola ditendang, kaki pemain bertahan Myanmar bersentuhan dengan bolanya sehingga arahnya berbelok.


Bola segera keluar dari lapangan. Indonesia mendapatkan tendangan pojok di menit ke 89.

__ADS_1


Mereka harus benar-benar mengkonversi bola mati ini menjadi gol bila mereka ingin mengikat skor dengan Myanmar. Tendangan pojok ini juga menjadi kesempatan terakhir timnas Indonesia untuk menyerang.


Wasit di tepi lapangan telah mengangkat papan elektronik dengan angka 2 tertera.


Bagus dan Tegar juga ikut bergabung memasuki zona pinalti Myanmar untuk memenangkan pertarungan udara.


Prit


Bunyi peluit wasit berbunyi dan Andreas segera menendang bola memasuki kotak pinalti. Berbagai gestur curang dilakukan kedua belah pihak tim untuk mengganggu satu sama lain.


Bola tersebut mengarah ke posisi Bagus. Bagus dan pemain Myanmar di sebelahnya saling beradu fisik untuk memperebutkan posisi jatuh.


Ketinggian bola semakin menurun dan mereka bersiap-siap untuk melompat. Namun sebelum mereka melompat seseorang telah melompat terlebih dahulu.


Orang tersebut adalah Tegar yang mundur tidak ikut untuk berebut posisi. Melalui posisi tersebut dia mengamati bola hingga perlahan turun.


Tegar berlari dan segera melompat untuk menyundul bola dengan dahinya. Kombinasi lari dan tandukan yang dilakukannya membuat bola langsung berbelok menuju gawang dengan cepat.


Kiper Myanmar gagal merespon dan membiarkan bola masuk dengan mudah.


Peraturan FIFA telah melarang bahwa pemain dilarang melakukan selebrasi dengan cara membuka bajunya.


Dua menit tersisa segera berakhir dan wasit meniupkan peluitnya tanda pertandingan berakhir. Pemain Myanmar kecewa karena mereka gagal mendapatkan tiga poin dari Indonesia. Mereka telah imbang dua kali yang sangat menipiskan kesempatan lolos ke semifinal.


Pelatih Myanmar tidak menyembunyikan perasaan frustasinya saat konferensi pers. Berbeda dengan pelatih Myanmar, pelatih Indra justru bahagia karena mendapatkan hasil seri.


"Ini adalah hal yang baik bagi kami karena kami berhasil mendapatkan satu poin. Myanmar adalah lawan yang tangguh dan kami berhasil mencetak satu daripada nol."


Posisi Indonesia tetap kokoh dalam puncak klasmen grup B dengan torehan 7 poin. Posisi kedua masih Myanmar dengan 5 poin diikuti Vietnam di posisi ketiga sebanyak 4 poin.


Selain pertandingan antara Indonesia dengan Myanmar, ada juga pertandingan antara Singapura dengan Vietnam.


Singapura kalah dengan skor 2 - 1.


Meskipun demikian Indonesia tidak boleh bersantai pasalnya pertandingan mereka yang tersisa hanya sebanyak  satu kali melawan Vietnam. Sedangkan Vietnam masih memiliki dua pertandingan yang harus dijalankan.

__ADS_1


Indonesia minimal harus imbang melawan Vietnam bila ingin lolos ke semifinal. Bila mereka kalah mereka harus mengharapkan Singapura memenangkan pertandingan melawan Myanmar atau setidaknya seri.


Sergera pertandingan antara Indonesia melawan Vietnam diadakan.


Pelatih Indra menggunakan strategi bertahan 5-3-2 dari awal permainan. Dia tidak ingin menampilkan permainan yang indah kali ini karena itu adalah hal yang mustahil.


Maka dari itu langsung menetapkan tujuannya untuk mencapai hasil yang dapat diterima. Tujuannya adalah mengakhiri pertandingan dengan imbang.


Pemain Vietnam juga terus menerus menyerang pertahanan Indonesia. Usaha Indonesia dalam bertahan digagalkan dengan cepat karena di menit ke 20 mereka berhasil membobol gawang.


Gol diciptakan melalui umpan lambung dari sisi kanan lapangan. Striker Vietnam mengkonversi menjadi gol dengan sundulan yang dilakukannya.


Sekali lagi Indonesia harus mengawali pertandingan dengan ketertinggalan poin.


Dari sisi lapangan pelatih Indra segera mengangkat tangannya sebagai tanda untuk melakukan serangan.


Karena mereka menggunakan formasi 5-3-2 tumpuan serangan mereka berfokus di tengah sambil memanfaatkan wing back. Pelatih Indra bahkan menempatkan Nando sebagai bek kanan dan mengistirahatkan Brian di bangku cadangan.


Edo menggiring bola dari sisi kiri lapangan dan segera memberikan umpan silang. Dari kiri ke kanan bola di distribusikan langsung ke kaki Nando.


Karena sebelumnya bola berada di sisi kiri pertahanan Vietnam jadi condong ke sisi kiri. Kini di sisi kanan terasa lebih longgar dan Nando dapat leluasa bergerak.


Perlahan tapi pasti dia menggiring bola semakin mendekat ke zona pinalti lawan. Aji mendekati Nando untuk menerima umpan sebelum mengoper bola kembali menggunakan tumitnya.


Setelah mengumpan kepada Aji dia tidak berhenti namun terus berlari sehingga terjadilah umpan terobos yang cantik.


Nando segera mengumpan datar ke dalam kotak pinalti. Bola yang menggelinding bergesekan dengan rumput tersebut segera dibelokkan arahnya oleh kaki yang menjulur.


Kaki tersebut adalah kaki Raymond yang berusaha menerima umpan dari Nando. Bola terdorong menuju dalam gawang dengan sukses.


Gol bagi Indonesia.


Nando segera menghampiri Raymond dan melakukan high five. Mereka berhasil menyamakan kedudukan sebelum jeda istirahat yang sangat bagus. Rekan-rekan yang lainnya segera menyusul dan menepuk bahu Raymond.


Lima menit segera berlalu dan wasit meniupkan peluit sebagai akhir dari babak pertama. Babak pertama antara Indonesia melawan Vietnam sementara berakhir dengan skor 1 -1.

__ADS_1


__ADS_2