
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pemain Indonesia berjalan dengan wajah lesu kembali ke ruang ganti bahkan enggan menerima wawancara dari reporter. Kali ini peluang mereka menuju semifinal benar-benar kecil.
Suporter Indonesia yang ada ditribun berusaha menghibur para pemain yang telah berjuang. Mereka sedikit sedih karena menderita kekalahan namun amarah terhadap wasit lebih menonjol.
Saat konferensi pers akhir pertandingan pelatih Indra secara terang terangan menyatakan ketidakpuasannya terhadap wasit yang memimpin jalannya pertandingan.
"Menurutku kali ini wasit terlalu lembek terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh pemain Vietnam. Kartu merah seharusnya didapatkan oleh pemain Vietnam, melalui hal itu kami terpaksa kehilangan kapten kami."
Siaran pers hari itu menyebar dengan cepat di berbagai media sosial.
Si Buta Dari Gua Hantu : Aku tidak percaya bahwa kualitas wasit dalam AFF kali ini seperti kualitas wasit di liga kita. Aku kira mereka akan sedikit lebih berkualitas.
Si Paling First Komen : First
Bucin Menambah Damage : Semangat garuda muda jangan putus asa!
~
Raka saat ini berada di rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim medis mengatakan bahwa hal ini hanyalah trauma kulit karena tersandung kaki dan jatuh ke tanah namun pelatih Indra bersikeras untuk melakukan pemeriksaan lanjuran.
Dokter di rumah sakit juga mengatakan hal yang serupa dengan tim medis tim nasional dan sedikit terkilir barulah pelatih Indra bernafas lega.
"Ini hanya membutuhkan beberapa hari saja agar sepenuhnya pulih. Untuk berjaga-jaga jangan melakukan hal-hal berat yang membebani kaki terlebih dahulu."
Saat keluar dari rumah sakit pelatih Indra menepuk pundak Raka dan berkata
"Syukurlah tidak terjadi apa-apa."
"Kamu terlalu khawatir pelatih. Tetapi sayang sekali kita akhirnya akan gagal masuk semifinal."
Pelatih Indra yang mendengar perkataan Raka hanya bisa menghela nafas. Dia juga sedikit kecewa dengan hasilnya. Sesuatu yang telah terjadi tidak dapat diulang kembali dan kata seandainya tidak berarti apapun.
"Mari kita berharap bahwa Singapura setidaknya berhasil menahan imbang Myanmar."
Segera Raka dan pelatih Indra kembali ke asrama. Raka langsung dikerubungi oleh rekan-rekannya.
"Bagaimana kondisimu kapten?"
"Apakah itu parah?"
__ADS_1
"Berapa bulan masa pemulihan?"
Raka merasa pusing karena pertanyaan tanpa henti terus ditujukkan kepadanya. Dia mengangkat tangannya agar orang-orang di sekelilingnya diam.
"Aku tidak apa-apa. Tenanglah dokter telah berkata ini hanya trauma kulit dan sedikit terkilir."
Setelah puas dengan apa yang ingin mereka ketahui, kerumunan segera mereda meninggalkan Raka sendirian. Raka hanya bisa menggelengkan kepalanya dan kembali ke kamar asrama miliknya.
Pertandingan melawan Vietnam adalah pertandingan terakhir bagi tim nasional Indonesia. Pertandingan yang tersisa adalah bukan bagian mereka.
Namun pemusatan latihan akan diakhiri dua hari kemudian menunggu hasil pertandingan antara Singapura dan Myanmar. Meski harapan hanya setipis kertas tidak ada salahnya untuk tetap berjaga-jaga.
9 Juli di Stadion Maguwoharjo
Pemain Indonesia tidak datang untuk bertanding kali ini melainkan menyaksikan pertandingan antara Singapura dan Myanmar secara langsung dari tribun.
Mereka berharap agar Singapura dapat mengalahkan Myanmar.
Segera pertandingan pun dimulai ketika wasit meniup peluitnya.
Pemain Singapura sepenuhnya ditekan oleh pemain Myanmar dari awal pertandingan.
Myanmar bertujuan untuk menang agar dapat lolos ke semifinal sedangkan Singapura tidak memiliki apapun bahkan ketika menang.
Perbedaan motivasi inilah yang membuat pemain Indonesia khawatir bahwa Singapura akan dengan mudah menunjukkan kelemahan. Untungnya hal tersebut tidak dilakukan di pihak Singapura.
Ketika Raka sepenuhnya fokus menonton pertandingan, Brian yang duduk di sebelahnya menyenggolnya dan bertanya
"Raka, menurutmu siapa yang akan menang?"
"Entahlah, masih belum diputuskan."
"Aku pikir pertahanan Singapura sangat soild. Ini pasti akan menjadi seri."
Segera setelah perkataan Brian selesai Myanmar telah mencetak gol ke dalam gawang Singapura. Melalui tendangan sudut striker mereka berhasil menyundul bola masuk ke gawang.
Raka segera menjawab perkataan Brian.
"Sebaiknya tutup mulutmu agar Singapura mendapatkan hasil yang baik."
Brian pun dengan patuh menutup mulutnya sepanjang pertandingan tersebut. Sayangnya hingga akhir babak pertama Singapura gagal menyamakan kedudukan.
Pemain Indonesia berdiskusi dengan nada yang pesimis mengomentari jalannya pertandingan tersebut. Dengan suara bulat mereka sepakat bahwa Myanmar akan memenangkan pertandingan dan mereka akan pulang ke klub masing-masing.
__ADS_1
Jeda istirahat pun dengan cepat selesai dan babak kedua segera dimulai.
Saat itu Myanmar sedang berusaha menyerang balik setelah Singapura gagal melontarkan serangan. Gelandang serang Myanmar melakukan umpan terobos yang diterima dengan baik oleh sang striker.
Striker milik Myanmar pun dengan mudah menjebol gawang Singapura. Gol tersebut membuat pemain Indonesia yang menonton semakin pesimis.
Saat suasana hati mereka dalam dasar wasit garis mengangkat benderanya yang berarti gol tersebut dianulir karena offside. Segera suasana hati mereka terangkat kembali.
Harapan sedikit muncul saat Singapura mendapatkan pinalti. Pemain bertahan milik Myanmar melakukan tackle
dengan keras di zona pinalti terhadap striker Singapura. Sang striker yang bernama Zhang Lei berhasil mengeksekusi pinalti dengan baik.
Namun sekali lagi harapan yang dimiliki pemain Indonesia terpaksa redup kembali karena Myanmar berhasil
memimpin pertandingan kembali. Lima menit setelah gol pinalti mereka berhasil mencetak gol melalui tendangan bebas.
Saat ini suasana hati mereka naik turun seperti rollercoaster. Pada akhirnya mereka tidak memiliki harapan lagi
ketika Singapura berhasil menyamakan kedudukan.
Belajar dari pelajaran sebelumnya, mereka berpendapat bahwa Myanmar mungkin akan segera mencetak gol kembali.
Saat ini pertandingan telah memasuki menit ke 80. Seluruh pemain Myanmar dengan tegas terus melancarkan serangan terhadap pertahanan Singapura.
Seluruh pemain Singapura berhasil ditekan ke dalam zona pertahanan. Bahkan kiper milik Myanmar dapat berjalan hingga tengah lapangan.
Bagi Myanmar hasil imbang tidak bisa diterima dan mereka harus menang. Sehingga mereka saat ini dengan tergesa-gesa melancarkan serangan.
Saat mereka terlalu tergesa-gesa untuk mencetak gol. Akhirnya di menit ke 87 kesalahan umpan terjadi dan berhasil direbut oleh pemain Singapura.
Kiper Myanmar segera berlari mundur untuk kembali ke gawangnya namun pemain Singapura sudah menendang tendangan jarak jauh yang mengarah ke gawang.
Sang kiper berusaha mengejar namun bola terlalu cepat melesat. Setelah berhasil menyalipnya bola membentur mistar bagian dalam namun arah bola tetap menuju dalam gawang sehingga membuahkan gol bagi Singapura.
Secara tak terduga pemain Singapura mencetak gol dengan tendangan super jauh. Kini skor 2 - 3 kemenangan bagi Singapura.
Hanya ada 5 menit tersisa saat ini karena wasit memberikan dua menit waktu tambahan. Namun pada akhirnya Myanmar gagal mencetak dua gol dan terpaksa menelan kekalahan.
Hal ini disebabkan karena kekonyolan kiper yang maju terlalu jauh dari gawangnya. Bahkan pelatih Myanmar hanya menutup wajahnya karena emosi dan malu.
Di sisi lain pemain yang bahagia bukanlah pemain Singapura melainkan pemain Indonesia yang berada di tribun.
Setelah diombang ambingkan dalam keputusasaan dan kebahagiaan mereka berhasil menetapkan bahwa kini mereka sedang bahagia. Mereka lolos semifinal berkat kemenangan timnas Singapura.
__ADS_1
Edo bahkan bangkit dari kursinya dan berteriak
"Singapura, i love youuuuu"