
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berbagai media sosial sedang gempar-gemparnya terkait sepakbola. Pasalnya kompetisi tertinggi kawasan Asia Tenggara akan segera dilaksanakan.
Kompetisi AFF sebuah kompetisi yang diikuti oleh sebelas negara kawasan Asia Tenggara.
Pada AFF tahun ini, badan pengurus sepakbola Indonesia mengutus garuda muda yang berusia 21 tahun. Hal ini dilakukan sebagai ajang regenerasi pemain.
Badan pengurus sepakbola Indonesia menyatakan bahwa pemain muda harus segera merasakan sengitnya kompetisi internasional agar dapat mengasah mental dan memacu semangat untuk meningkatkan diri.
Kebahagiaan ganda untuk Indonesia adalah mereka ditunjuk sebagai tuan rumah piala AFF. Karena hal itulah persiapan untuk AFF menjadi semakin sibuk.
Melalui kompetisi AFF ini mereka juga bertujuan untuk meningkatkan penjualan lokal mereka. Sayangnya pertandingan hanya akan dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Maguwoharjo Yogyakarta.
Pelatih yang akan ditunjuk untuk melatih adalah pelatih lokal yang bernama Indra. Pelatih Indra sudah banyak mendapatkan berbagai macam prestasi gemilang dalam menangani squad garuda.
Melalui sebuah wawancara ATV pelatih Indra mengatakan akan melakukan seleksi pemain yang berusia antara 19 hingga 21 tahun untuk dibawa dalam pemusatan.
Sebuah gebrakan besar juga dilakukan pelatih Indra karena dirinya akan melakukan pengintaian ke pedalaman sebelum memanggil ke pemusatan.
Pelatih Indra percaya bahwa masih banyak bakat-bakat luar biasa yang belum ditemukan di seluruh penjuru Indonesia.
Pernyataan tersebut tentu saja menggoreng media sosial menjadi lebih panas. Banyak netizen yang berdiskusi terkait hal ini.
Netizen Maha Benar : Aku setuju dengan pelatih Indra, aku yakin hal ini akan menemukan bakat-bakat luar biasa yang sebelumnya belum pernah kita dengar.
Wibu Manusia Terkuat : Inilah tanda-tanda revolusi dalam sepakbola Indonesia.
Raindrops : Bolehkah aku menambahkan ini sebagai materi novelku?
~
Diskusi tersebut tidak ada hubungannya dengan Raka yang saat ini tengah berada dalam gym.
__ADS_1
Sambil mendengarkan lagu melalui MP3nya Raka mengayuhkan alat Static Bicycle. Dirinya akan memperkuat otot kakinya agar dapat menembakkan tendangan yang lebih keras dan lebih jauh lagi.
Selama tiga bulan berlatih dirinya kini telah berhasil menembak dengan prosentase akurat tinggi di jarak 24 meter. Hal ini membuat Raka semakin puas. Dirinya bisa mencetak skor meskipun ditempatkan di jarak yang jauh dari gawang.
Bila dibandingkan diri Raka yang saat berkompetisi di liga 3 dengan yang sekarang bisa dibilang bahwa dia telah meningkat dua kali lipatnya.
Ketika membayangkan dirinya pada masa-masa liga 3 dia sedikit merindukan rekan-rekannya. Ia bertanya-tanya kabar seputar rekannya.
Dia belum melihat mereka mengunjungi kantor klub ketika dia berlatih di lapangan latihan jadi dia belum bisa memastikannya.
Raka sempat menanyakan kabar mereka setelah dirinya menandatangani kontrak dengan PSIS Semarang melalui pesan singkat dari ponsel namun jawaban mereka masih sama yaitu belum.
Mereka juga sepertinya masih menikmati masa liburan mereka, jadi Raka tidak mengganggu mereka lebih lanjut dan sepenuhnya fokus dalam latihan.
Jam telah menunjukkan pukul sepuluh malam dan dia mulai mengemasi barang-barangnya dan kembali ke kos.
Baru saja setelah dia selesai mandi ponselnya berbunyi menandakan panggilan masuk. Sambil mengelap rambutnya yang basah dengan handuk dia menjawab panggilan tersebut.
"Yo sobat, kabar gembira untuk kita semua~" suara kegirangan Aji datang melalui speaker ponselnya.
"Apapunitu katakanlah."
"Berbahagialah kepada saudara Raka bawasannya sahabat terbaiknya Aji telah terpilih di daftar pemusatan latihan
dalam rangka mempersiapkan AFF U-21. Sekian terimakasih." suara tawa Aji datang setelahnya.
"Hentikan tingkah laku mu yang bodoh, itu menjijikan sobat namun aku harus memberikan ucapan selamat kepadamu."
Raka dengan tulus mengucapkan selamat kepada Aji. Sejak berada di Persija dia sudah mengetahui bahwa kemampuan Aji pada level yang berbeda dari usia sebaya mereka. Jadi Raka tidak memiliki perasaan iri terhadapnya dan mendukung Aji sepenuhnya.
"Aku harap aku terpilih juga namun sepertinya aku berada di luar jangkauan pelatih."
"Jangan khawatir, suatu saat kamu pasti akan terpilih juga. Kapan-kapan aku akan mentraktirmu makan."
"Aku menantinya."
__ADS_1
Percakapan telepon segera berakhir. Raka tidak bisa mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya. Raka sangat berharap dirinya terpilih dalam daftar pemusatan latihan.
Bahkan bila nantinya dia dikeluarkan dalam seleksi setidaknya dia bisa melihat kemampuan milik pemain diusia sebayanya maupun yang satu tahun lebih tua.
Ketika dia sedang menatap ponselnya dengan bengong, layarnya kembali menyala karena sebuah email masuk. Raka segera tersadar dan membukanya.
Jarinya berhenti diudara, matanya melebar, bahkan mulutnya sedikit terbuka.
Sungguh dia tidak percaya dengan apa yang terjadi. Raka merasa bahwa Tuhan telah mengabulkan doanya terlalu cepat.
Email tersebut adalah email resmi dari badan pengurus sepakbola Indonesia yang memberikan undangan kepada dirinya bahwa dia diundang untuk melakukan pemusatan latihan.
Raka mengusap matanya sekali lagi, dia takut bahwa saat ini dia berhalusinasi karena terlalu ingin. Setelah mengusap beberapa kali dan layar tidak berubah barulah dia percaya.
Raka berteriak dengan keras. Tentu saja tetangganya tidak akan membiarkannya. Dia dimarahi karena berteriak di malam hari saat orang-orang sedang beristirahat.
Meskipun dimarahi Raka tetap tersenyum karena bahagia.
Pemusatan latihan akan dilaksanakan di UII Training Ground yang berlokasi di Yogyakarta pada akhir bulan April. Masih ada waktu dua minggu sebelum jadwal pemusatan jadi dia tidak perlu tergesa-gesa.
Namun hari itu Raka tidak bisa tidur karena terlalu bersemangat dan baru tidur ketika matahari mulai muncul kepermukaan.
Ketika dirinya terbangun dia segera membuka ponselnya untuk mengecek apakah semuanya cuma mimpi. ******* lega keluar bahwa email tersebut masih ada.
Raka juga mengirimkan pesan ke ayahnya bahwa dirinya terpilih kedalam pemusatan latihan untuk squad AFF. Ayahnya juga membalas di malam harinya karena sibuk dengan pekerjaannya.
Hendro juga berkata bahwa dia akan kembali ke Indonesia sebentar pada bulan Juni untuk menyempatkan diri melihat anaknya bermain. Dia juga akan kembali bersama ibu.
Raka yang melihat kata ibu dalam pesan ayahnya menjadi rumit. Dia menyesal karena membiarkan ibunya pergi dengan keadaan marah karena dia menolak untuk ikut ke Korea.
Tetapi Raka juga merindukan ibunya yang telah lama tidak dilihatnya. Akhirnya dia memiliki sesuatu untuk ditunjukkan kepada ibunya. Dia harus bekerja keras dalam pemusatan latihan untuk menarik perhatian pelatih Indra.
Setidaknya bila dia bermain, ibunya akan melihatnya dengan cahaya yang berbeda. Anaknya benar-benar sukses disini.
Seminggu kemudian Raka memesan tiket penerbangan dengan biaya subsidi yang diberikan oleh badan pengurus sepakbola Indonesia.
__ADS_1
Raka menyeret kopernya menuju arah dimana beberapa orang berkumpul. Karena ada sebuah papan yang bertuliskan pemusatan latihan. Mereka juga orang-orang yang sama seperti dirinya.
Rekan masa depan sekaligus kompetitor.