
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pertandingan antara tim A dan tim B segera dilakukan. Raka tergabung dalam tim B saat ini. Kebetulan Aji satu kelompok dengannya yang berbeda adalah Aji bermain sebagai starter tim.
Raka mulai mengamati jalannya pertandingan dari bangku cadangan. Pelajaran yang didapat dari pelatih Handoko terus diterapkan karena sangat penting untuk memahami jalannya pertandingan.
Apalagi kini dirinya sebagai pengganti. Bila pelatih menyuruhnya untuk bermain itu tandanya pelatih memiliki ekspetasi tinggi terhadap dirinya untuk merubah alur permainan.
Pelatih mengharapkan adanya dampak langsung dari penggantian pemain bila tidak sama saja dengan percuma. Maka dari itu kini Raka sepenuhnya fokus mengamati.
Sudah sepuluh menit pertandingan berjalan dan kedua belah pihak mengalami kebuntuan. Hal ini juga dipengaruhi karena mereka baru bermain bersama satu kali.
Belum ada chemistry yang terbangun dan sifat-sifat egois masih dipertahankan diantara pemain. Mereka merasa lebih hebat daripada yang lain jadi taktik tidak berjalan dengan semestinya.
Bola berpindah-pindah dari satu tim ke tim yang lainnya tanpa ada hasil yang jelas. Hal ini dipertahankan hingga akhir babak pertama.
Bisa diharapkan begitu mereka kembali mereka mendapatkan omelan dari asisten pelatih.
Kini babak kedua segera dimulai. Seluruh pemain pengganti yang tidak bermain di lapangan kini ikut bermain.
Ada satu tantangan tersembunyi disini.
Hal ini karena posisi bermain pemain pengganti bermacam-macam sehingga saat bertanding posisi mereka ditempatkan di posisi yang berbeda hanya penjaga gawang yang posisinya tetap.
Bahkan Raka kini ditempatkan sebagai gelandang bertahan.
Meskipun semakin jauh dari gawang dia tidak mempermasalahkannya. Lagipula dia mulai tidak tertarik untuk menjadi striker lagi.
Dia menemukan bahwa menciptakan peluang dan memberi assist adalah hal yang lebih menyenangkan dan menantang.
Pengalamannya bermain di berbagai posisi saat di Maung Raja juga tidak membuat dirinya memiliki masalah ketika bermain diposisi yang berbeda meskipun tidak seefektif saat bermain sebagai gelandang serang.
Belajar dari pertandingan babak pertama dan teguran keras dari asisten pelatih kini mereka yang bermain di babak kedua bermain lebih kompak.
Mereka tidak lagi lengket dengan bola dan bermain sesuai taktik yang diberikan.
Tim A menggunakan formasi 4-3-3 sedangkan tim B menggunakan formasi 4-2-3-1. Aji masih dimainkan sebagai target man. Baik kemampuan heading, kontrol bola, maupun finishing lengkap pada tubuh Aji.
__ADS_1
Memasang Aji sebagai ujung tombak yang membuat bek lawan waspada tidak bisa seenaknya bergabung dalam serangan.
Serangan yang dilakukan tim A dari sayap gagal saat bola direbut oleh bek sayap tim B. Kini giliran tim B yang menyerang.
Bola di umpan kepada winger depan yang kemudian di distribusikan ke tengah kembali. Bola kini berada di bawah kendali Raka saat ini.
Pemain dari tim A berusaha merebut bola dari kakinya namun dengan mudah dihindari oleh Raka. Dia pun mulai menggiring ke depan.
Perlahan tapi pasti bola kini berada di tengah lapangan. Raka mulai mengamati pemandangan di sekitarnya untuk mencari rekannya.
Celah pun segera ditemukan. Bola lambung diumpan yang mengarah ke bagian kiri diterima dengan baik oleh winger.
Namun dirinya terlalu terburu-buru melakukan crossing sehingga bola keluar lapangan yang menghasilkan tendangan gawang bagi lawan.
Ricky sebagai penjaga gawang segera memberikan umpan lambung ke depan. Raka yang telah kembali ke posisinya segera mengikuti arah jatuhnya bola.
Kini di garis pertahanan hanya menyisakan tiga orang.
Raka tidak terburu-buru untuk merebut bola yang sudah jatuh dan diterima oleh striker lawan. Dia hanya terus berlari menempel sambil melakukan adu fisik.
Akhirnya striker tersebut kehabisan jalan dan terpaksa menghetikan langkahnya. Tujuannya agar rekan-rekannya dapat kembali ke posisi bertahan berhasil.
Raka yang menyadari pergerakan matanya segera menghadang jalur umpan. Steal yang sukses telah berhasil dilakukan.
Raka bergegas menuju ke depan dan mengoper bola kepada rekan di depannya. Dia tidak menghentikan larinya dan segera menyalip rekan yang mendapatkan bola.
Bola pun di oper lagi padanya.
Kini mereka sudah berada di jarak 20 meter dari gawang lawan. Raka tidak berhasil menemukan rekan setim yang berada di posisi kosong.
Orang yang berposisi sebagai winger tidak dapat membaca ruang kosong meskipun Aji membantu mereka untuk bergerak ke celah.
Raka pun memutuskan untuk mengeksekusi bola tersebut langsung ke gawang. Dengan kaki kirinya menopang berat tubuhnya dia menendang bola dengan keras menggunakan kaki kanan.
Bola melesat dengan kencang. Akurasi tembakan Raka telah meningkat setelah tiga bulan latihan sehingga pada jarak ini seratus persen akan mengarah ke tujuan yang diinginkan.
Pojok kiri atas adalah sasarannya.
Ricky sebagai penjaga gawang tim nasional U-20 sekaligus kapten tidak bisa diremehkan. Dia telah membaca arah dari tembakan Raka.
__ADS_1
Dia melompat ke arah bola tangannya direntangkan selebar lebarnya untuk mencapai bola. Jari telunjuknya menyentuh bola yang mengubah arah bola ke atas.
Bola tersebut akhirnya menabrak mistar namun masih menuju ke dalam gawang. Bersamaan dengan jatuhnya bola tubuh Ricky juga jatuh ke tanah.
Di menit ke 79 melalui tendangan jarak jauh Raka tim B memimpin jalannya pertandingan dengan skor 0 – 1.
Aji bergegas menghampiri Raka dan melakukan high five.
“Tendangan yang bagus sobat, sejak kapan kamu ahli menembak jarak jauh.”
Tidak perlu berpura-pura di depan sahabatnya Raka pun membusungkan dada dan berkata
“Aku selalu hebat.”
Mereka berdua pun tertawa bersamaan dengan rekan-rekan yang telah datang menghampirinya untuk memberikan high five atau ucapan kerja bagus.
Sebelas menit sebelum pertandingan berakhir tim A berupaya untuk melakukan serangan namun gagal membuahkan hasil.
Pertandingan tidak berakhir sampai disitu karena pelatih Indra terus merubah komposisi pemain dan menukar-nukar posisi melalui instruksi asisten pelatih.
Mereka berhenti ketika jam telah menunjukan pukul enam sore.
Suasana dalam kafetaria kini lebih khidmat dan hening dari hari-hari sebelumnya. Setelah makan malam ini sebanyak 25 orang akan gugur dan menyisakan 25 pemain yang bertahan.
Brian dan Nando yang biasanya membuat kehebohan pun juga termasuk. Mereka berempat sedang makan bersama kemudian Brian berkata
“Hey apa kalian berpikir akan lolos? Sejujurnya aku gugup.”
“Kalau begitu kita sama.”
“Bagaimana dengan kalian berdua?” Brian bertanya kepada Raka dan Aji yang belum membalas.
“Aku belum bisa memastikan.”
“Tentu saja aku akan lolos.”
Satu rendah hati dan yang satunya penuh percaya diri. Dua kepribadian yang bertolak belakang namun anehnya mereka dapat bersatu.
Namun hingga pukul dua belas malam belum ada berita yang di posting. Membuat suasana seluruh pemain di asrama dalam kegugupan.
__ADS_1
Hari itu sebagian pemain tidak dapat tidur dengan nyenyak karena terus memikirkannya.