Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Ceramah


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Di ruang ganti Raka menundukkan kepala karena frustasi. Dia tidak bisa menyangkal bahwa dirinya memang menjadi beban dalam babak pertama.


Meskipun sudah melalui pelatihan fisik bersama dengan Mateo, perkembangannya terlalu lambat. Raka terus memikirkan bagaimana untuk dapat berkontribusi di babak kedua.


Sayangnya pelatih Sergio memiliki pendapat yang berbeda. Di babak kedua Raka akan dicadangkan. Tim sudah kebobolan dua gol sehingga pelatih Sergio tidak dapat berbaik hati untuk terus memberikan kesempatan yang kurang dalam kontribusi.


Keputusan dari pelatih Sergio adalah keputusan yang masuk akal. Raka menerimanya dengan ikhlas. Kejadian kali ini membangunkan Raka dari mimpinya yang mengira bahwa segalanya sudah berjalan dengan lancar.


Sembari mengamati jalannya pertandinan, sebuah resolusi untuk berlatih lebih keras muncul.


Pelatih Sergio dan Mateo awalnya khawatir dengan apa yang dipikirkan Raka. Mereka mengira Raka akan menjadi marah dan tidak menerima keputusannya karena merasa dirinya mampu. Namun ketika mereka melihat ketenangan yang ada dalam diri Raka mereka berdua menganggukkan kepala diam-diam.


Apa yang mereka butuhkan bukanlah pemain yang memiliki kesombongan stars syndrom melainkan pemain yang dapat merefleksikan diri. Mengetahui kelemahan dan kelebihan diri sendiri untuk kebaikan tim.


Masuknya Guntur membuat lini serang menjadi lebih aktif. Febri mencetak satu gol melalui umpan dari Jonathan. Itu juga satu-satunya gol yang diciptakan oleh PSIS. Pertandingan hari itu dimenangkan oleh Arema dengan skor tipis 2 - 1.


"Pemirsa sekalian itulah akhir dari pertandingan hari ini. Ada beberapa poin yang harus aku soroti pada pertandingan kali ini.


Yang pertama adalah Somer yang membuktikan kualitasnya sebagai keran gol. Selain itu juga ada strategi yang diterapkan cukup sukses oleh pelatih Dudung. Mungkin saja Arema akan meresmikannya sebagai pelatih tetap bukan sementara.


Dan yang kedua adalah Raka. Selamat datang di liga 1. Jangan putus asa haha, akan sangat disayangkan bila kapten tim nasional tidak dapat bertarung di liga 1. Selain itu juga semoga hari ini menjadi peringatan baginya untuk meningkat lebih baik.


Poin terakhir adalah aku penasaran apakah pelatih Sergio akan terus mempercayai Raka atau menggantikannya dengan Guntur lagi."


"Nah rasa penasarnmu akan dapat ditebak di minggu selanjutnya bung. Jadwal PSIS selanjutnya akan melawan klub Liga Inggris cabang Indonesia MU, Madura United.


Ngomong-ngomong tentang pendapat, aku hanya memiliki satu yaitu aku terharu dengan Bung Haris yang menyemangati seorang pemain. Apakah kamu salah makan hari ini? Ini tidak seperti kamu yang biasanya."


"Ayolah bung hentikan leluconmu yang garing dan jangan rusak imageku hahaha.. ehm.. pemirsa sekalian saya Bung Haris dan teman saya Bung Burhan ijin undur diri. Salam olahraga."


Keesokkan harinya

__ADS_1


Pagi-pagi sekali, dimana matahari belum menampakkan diri, seorang pemuda sedang melakukan plank. Orang itu tentu saja Raka.


Tubuhnya bergetar dan keringatnya sudah bercucuran deras seperti air terjun. Beberapa detik kemudian Raka pun menjatuhkan diri di lantai.


Hosh hosh hosh


Waktu rasanya sudah berlalu begitu lama namun pada kenyataannya waktu hanya berjalan selama 2 menit 49 detik.


Setelah berbaring di lantai cukup, Rak mulai memposisikan diri ke posisi awal plank sekali lagi.


Semenjak dia tidak bisa berkutik dalam pertandingan Raka menjadi lebih gila dalam pelatihan. Sebelum berangkat latihan bersama klub dirinya melakukan core training yang dapat dilakukan tanpa alat, plank dan sit up adalah contohnya.


Perlahan tapi pasti matahari mulai menampakkan dirinya. Bunyi alarm dari ponselnya membuat Raka menghentikan sesi latihannya.


Raka menyeka keringatnya dan mulai menyiapkan berbagai hal yang akan dibawa ke tempat tim berlatih.


Saat menjalani latihan bersama klub Raka juga dengan serius melakukan dengan maksimal. Pelatihan tambahan bersama Mateo juga masih dilakukan.


Raka sempat mengajukan tambahan jam latihan namun Mateo dengan tegas menolaknya. Mendengar penolakan yang bulat dari Mateo dirinya hanya bisa menyesal. Pada akhirnya Raka memutuskan untuk berlatih sendiri di rumah.


Opeh karena itu seusai latihan bersama, dia mengundang Raka ke kantornya.


"Duduklah, buat dirimu nyaman."


Raka yang menerima tawaran pelatih Sergio segera bertanya secara langsung. Dia tidak ingin melewatkan pelatihan tambahan bersama Mateo.


"Sesuatu yang berlebihan akan menjadi tidak baik."


"Maaf pelatih? Aku tidak dapat memahaminya," ucap Raka dalam kebingungan.


"Apakah kamu melakukan latihan tambahan dirumah?"


Baru setelah pelatih Sergio mengatakan hal itu Raka sedikit memahami apa yang ingin dikatakan pelatih.

__ADS_1


Jawaban dari pertanyaan pelatih Sergio adalah sebuah anggukan dari Raka. Pelatih Sergio yang telah menduga dengan benar hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan.


"Raka tolong dengarkan, aku tahu kamu masih kurang dalam hal konfrontasi fisik. Sangat baik juga bila pemain memiliki kesadaran diri untuk melakukan latihan tambahan namun kami sebagai pelatih sudah menyusun pelatihan yang benar-benar terstruktur dan terencana."


Pelatih Sergio menyeruput minuman yang ada di mejanya. Tenggorokannya kering setelah berbicara terlalu panjang lebar sebelum kembali berbicara.


"Sekarang tindakanmu melakukan latihan tambahan sudah diluar dari rencana yang kami susun. Ini hanyalah hal bodoh yang malah menurunkan kebugaranmu.


Semuanya memiliki porsinya masing-masing dan istirahat juga membutuhkan porsinya sendiri.


Percayalah pada Mateo, dia adalah pelatih fisik terbaik untuk kondisimu saat ini."


Hari itu Raka menerima ceramah yang cukup panjang dari pelatih Sergio. Latihannya bersama Mateo juga dibatalkan karena pelatih memintanya untuk beristirahat.


Tentu saja Raka setuju dengan perkataan pelatih Sergio namun dirinya juga tetap keras kepala untuk tetap melakukan latihan tambahan.


Keputusan terakhir yang didapatkan adalah dirinya akan melakukan latihan tambahan namun dengan waktu yang lebih singkat. Hal ini guna mengimbangi waktu untuk beristirahat dan waktu untuk berlatih.


Tanpa sadar pertandingan pekan berikutnya telah tiba. Kali ini klub asal Madura yaitu Madura United akan menjadi lawan PSIS berikutnya.


Kali ini Raka tidak memulai sebagai starting eleven lagi. Dia sekali lagi menjadi penghangat bangu cadangan. Awalnya pelatih Sergio akan memainkannya namun dia ragu dengan kondisi kebugaran Raka.


Pelatih Sergio juga berpikir bahwa ini akan menjadi pelajaran kecil bagi Raka. Namun kondisi di lapangan mengalami jalan buntu.


Pertandingan sudah memasuki menit ke 60 namun skor masih 0 - 0. Pelatih Sergio pun akhirnya tetap memainkan Raka.


"Raka bersiaplah, masuk dan gantikan Guntur. Biarkan Jonathan mundur dan kamu menggantikan posisinya mengerti?"


"Mengerti pak."


Bola segera keluar dari lapangan dan asisten wasit di sisi lapangan telah mengangkat papan elektroniknya.


Nomor dua belas berwarna hijau dan nomor 27 berwarna merah.

__ADS_1


Ketika pemain Madura United melihat Raka memasuki lapangan mereka memiliki pemahaman diam-diam.


Pertandingan Arema melawan PSIS adalah sebuah pelajaran berharga bagi semua klub liga 1. Rebut bola dengan adu fisik dan kamu akan mendapatkan bola dari Raka.


__ADS_2