Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Persipura


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Persipura atau bisa dikenal dengan julukan Mutiara Hitam. Sebuah klub yang berdiri pada tahun 1963 asal Jayapura. Mereka adalah salah satu klub besar dari liga 1 dan sudah banyak memenangkan trofi kejuaraan liga. Persipura juga terkenal sebagai klub yang memiliki banyak pemain berbakat, banyak anggota-anggota tim nasional yang berasal dari klub ini. Namun sayangnya pada kompetisi tahun lalu mereka tidak menunjukan performa yang baik sehingga harus rela tergelincir dan terdegradasi menuju liga 2.


Perlu diapresiasi kerja keras pihak manajemen Maung Raja dalam upaya menyelenggarakan pertandingan persahabatan dengan Persipura. Mereka jarang melakukan pertandingan persahabatan bahkan dengan klub liga 2 apalagi tiga 3 yang biasanya tidak layak untuk di lirik.


Tidak heran bahwa para pemain Maung Raja ketika mendengar akan melakukan latihan tanding dengan Persipura akan membuat kehebohan. Mereka akan bertanding melawan klub yang kekuatannya berkali-kali lipat di atas mereka. Mereka bahkan sempat meragukan telinganya saat mendengar kata Persipura.


Mereka menjadi tenang saat Handoko menyuruh mereka untuk diam.


"Manfaatkan kesempatan ini untuk merasakan kekuatan klub dari klub yang pernah menjuarai liga 1. Jangan berpikir mengenai menang atau kalah dan lakukan pertandingan dengan sikap belajar. Lihat bagaimana mereka bermain, apa yang kamu dapatkan bergantung dalam dirimu sendiri."


Perkataan Handoko mendapatkan jawaban afrimatif yang kompak dan senada diutarakan oleh pemain yang membuatnya sangat puas.


Sehari sebelum pertandingan melawan Persipura tumpukan box memenuhi ruang ganti para pemain Maung Raja. Isi dalam box tersebut adalah pakaian jersey dan perlengkapan lainnya seperti kaus kaki dan decker. Semuanya tampak sangat bersemangat ketika membayangkan jersey yang akan segera dibagikan.


Raka, Beto, Andre,Ahmad, dan Anton menjadi lebih akrab satu sama lain. Mereka berkumpul bersama dan sedang mendiskusikan jersey mereka. Sambil melirik box yang berisi jersey mereka, Beto berkata dengan pelan.


"Aku harap aku diberi nomor punggung 10"


Saat itu ruangan sangat berisik sehingga sulit untuk mendengar suara Beto yang pelan. Namun Anton yang ada di sebelahnya dapat mendengarnya dengan cukup jelas.


"Omong kosong, jangan terlalu bermimpi untuk mendapatkan nomor punggung 10, lagi pula nomor itu sudah memiliki pemiliknya" kata Anton yang secara tidak sadar melirik Alan yang sedang duduk dan mendengarkan musik dengan tenang melalui MP3 nya.


"Aku tahu sialan"


Percakapan antara Beto dan Anton menarik perhatian mereka bahkan Raka juga tertarik dengan itu. Topik diskusi menjadi beralih mengenai nomor punggung yang diinginkan mereka.

__ADS_1


"Christiano Ronaldo adalah pemain favoritku, tentu saja aku ingin nomor punggungku 7"  kata Anton dengan percaya diri.


Andre dan Ahmad juga mengatakan nomor punggung yang mereka inginkan. Segeera mereka menatap Raka yang belum mengatakan nomor punggungnya.


"Aku ? Aku ingin nomor 12"


Bila ditanya mengenai nomor punggung yang diinginkannya, Raka akan memilih nomor 12. Tidak ada yang spesial hanya saja nomor 12 adalah nomor yang spesial baginya. Raka sedikit mengenang sesuatu dalam pikirannya ketika angka 12 disebutkan.


Suara pintu yang terbuka membangunkan Raka dari perasaan nostalgianya. Handoko dengan kedua asistennya berjalan masuk ke dalam ruangan. Ada senyum main-main yang terpasang di wajahnya ketika memandangi para pemain di hadapannya. Tentu saja yang mereka harapkan bukanlah kehadirannya namun jersey yang akan dibagikannya.


"Sepertinya semua orang tidak bisa menunggu lebih lama, aku akan menyebutkan namamu satu persatu dan ambil lah"


"Cahyo"


"Alan"


"Faiz"


"Raka"


Tiba giliran ketika namanya dipanggil. Raka segera berjalan untuk menerima jersey dan perlengkapan lainnya. Ia mengeluarkan jersey dari plastik yang membungkusnya.


12


Raka benar-benar mendapatkan nomor yang diinginkannya. Ia sedikit curiga bila Handoko dapat membaca isi hati para pemainnya.


Bila Persija Jakarta identik dengan warna merah maka Maung Raja identik dengan warna birunya. Jersey yang sedang dipegang Raka saat ini berwarna biru laut dengan pola garis putih di bahu.

__ADS_1


Jersey dan perlengkapannya sudah dibagikan kepada semua pemain. Semua orang segera melakukan pemanasan di lapangan dan latihan dasar ringan. Sesi latihan kali ini hanyalah untuk membiarkan para pemainnya sedikit berolahraga dan memastikan kondisi mereka prima.


Handoko mengingatkan mereka untuk beristirahat yang cukup dan menjaga pola makan. Ia juga dengan tegas melarang para pemainnya untuk nongkrong malam dengan teman-temannya agar mereka dapat fokus untuk bertanding melawan Persipura.


Keesokan harinya di Stadion Raja.


Stadion Raja adalah stadion kandang milik klub Maung Raja. Stadion kecil dengan kapasitas 500 orang. Meskipun nama Maung Raja tertutupi oleh nama raksasa Persija Jakarta mereka masih dapat menarik para penggemar. Tentu saja penggemar ini adalah mereka yang tinggal dekat dengan Stadion Raja. Beberapa di antaranya juga adalah kerabat dan orang tua para pemain untuk menyaksikan pertandingan.


Baik para pemain dari Maung Raja dan Persipura telah menempatkan diri di posisinya masing-masing.


Raka memandangi para pemain Persipura. Ia menelan ludahnya untuk mengurangi rasa gugup. Pemain Persipura memiliki tubuh yang kekar dan kokoh selain dipengaruhi karena faktor usia, kerja keras mereka juga tercermin dari otot-otot kekar yang dimiliki mereka.


Bila dibandingkan dengan dirinya, tubuhnya masih seperti ikan teri. Membayangkan untuk beradu fisik dengan mereka saja sudah sangat mengerikan. Rasanya pasti sangat sakit.


Pada pertandingan kali ini Maung Raja menerapkan formasi andalannya 4-1-3-2 sedangkan dari pihak Persipura menerapkan formasi 4-3-3. Baik dari kedua sisi menerapkan formasi menyerang siap untuk menguji masing-masing tombak mereka.


Wasit segera meniupkan peluitnya sebagai tanda dimulainya pertandingan.


Thomas, striker Persipura segera melakukan kick-off. Para pemain Persipura segera maju menggempur pertahanan milik Maung Raja. Inho, gelandang serang Persipura sedang mengontrol bola di bawah kakinya.


Di hadapannya saat ini adalah Ahmad yang sedang mencoba menghalanginya. Dengan gerakan kaki yang indah Inho mempermainkan Ahmad seperti di telapak tangannya.


Bagi Inho hal ini seperti bermain dengan anak-anak. Inho yang dengan mudah melewati Ahmad segera mengumpan kepada Thomas yang lolos dari penjagaan. Thomas pun segera menggiring mendekati gawang.


Cahyo yang melihat itu segera maju untuk menghadang Thomas namun apa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan. Thomas dengan santai melakukan tendangan sendok. Bola melambung tepat di atas kepala Cahyo. Kedua tangan Cahyo berusaha menjangkau bola di atasnya namun tidak berhasil. Pusat gravitasinya telah diturunkan sehingga sulit baginya untuk menjangkau bola.


Perlahan tapi pasti bola mulai turun dan memasuki gawang Maung Raja.

__ADS_1


Wasit meniup peluitnya dan mengarahkan tangannya ke tengah lapangan sebagai tanda untuk memulai pertandingan kembali. Gol pembuka di cetak oleh Thomas hanya dalam waktu 1 menit. Sebuah perbandingan kekuatan yang cukup besar.


Para pemain Maung Raja memiliki kesamaan dalam ekspresinya. Linglung.


__ADS_2