Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Pulang


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Brian yang berhasil menyapu bola segera memberikan umpan kepada Aldo yang melambaikan tangan.


Penjagaan ketat pemain Malaysia yang diberikan kepada Raka membuat rekan tim yang lain dapat dengan leluasa bergerak di bagian tengah lapangan.


Raka saat ini berlari ke kanan dan pemain tengah dari Malaysia mengikutinya. Aldo yang menggiring bola dari belakang segera berlari lurus.


Celah di tengah telah terbuka.


Gelandang tengah lainnya masih berada di sisi kiri untuk memblokir jalur umpan ke Supriyadi sedangkan jarak gelandang bertahan masih sangat jauh.


Ketika Aldo memasuki 20 meter dari gawang, salah satu gelandang bertahan mereka mulai mendekati dirinya.


Umpan lambung segera ditendang sebelum pemain Malaysia mendekati. Bola tersebut mengarah lurus ke depan. Aji dan pemain bertahan Malaysia berlarian sambil saling menubrukkan badan.


Mereka berdua pada akhirnya gagal karena bola telah keluar dari lapangan. Indonesia gagal memberikan serangan yang tajam dan memberikan tendangan gawang bagi Malaysia.


Baik dari pihak Malaysia ataupun Indonesia belum ada yang menyerah untuk mencetak gol. Malaysia berusaha mengejar ketertinggalan sedangkan Indonesia belum merasa aman dengan keunggulan satu gol.


Pada akhirnya skor tetap 1 - 0 ketika wasit meniupkan peluit sebagai akhir dari babak pertama.


Pelatih Indra menunggu para pemainnya di sisi lapangan dan menepuk pundak mereka masing-masing. Sedangkan untuk pemain pengganti mereka memasuki lapangan atas perintah pelatih Indra.


Hal ini agar tubuh mereka tetap panas dan selalu siap ketika mereka memasuki lapangan.


Di Studio I-TV


"Sepanjang pertandingan, aku melihat bahwa Indonesia sedang dalam trend positif. Baik dari pertahanan yang solid dan lini serang yang tajam."


"Sepertinya hari ini Supriyadi sedang dalam keadaan on fire. Terobosannya selalu dapat mengancam pertahanan Malaysia."


"Bagaimana menurut pendapat guest star kita Bambang?"


"Tidak ada yang perlu aku katakan, segalanya telah dikatakan oleh kalian. Namun bila aku harus menambahkan aku ingin mengatakan bahwa kinerja Raka juga tidak boleh di anggap remeh.


Kalian melihat bahwa dirinya jarang di beri bola, menghasilkan umpan yang hebat, ataupun tendangan jarak jauh supernya.


Jangan hanya melihat dari statistik saja, lihatlah pergerakannya sepanjang pertandingan. Kamu akan menyadari bahwa ruang-ruang kosong yang ada sebagian besar diciptakan oleh Raka.


Bahkan penampilan Supriyadi yang hebat tidak lepas dari usaha Raka."


Setelah mengatakan pendapatnya yang panjang, mulut Bambang terasa kering sehingga dia menyesap minumnya sambil mendengarkan Bung Haris dan Bung Burhan berbicara.


"Menurut statistik yang ada memang Raka hanya melakukan 20 sentuhan dan 16 passing. Dia tidak akan menyentuh bola terlalu lama sebelum menyalurkan kepada yang lain."

__ADS_1


""Kau benar, dia memang berhasil melewati satu pemain, namun gelandang bertahan milik Malaysia segera menyeka pantatnya dan membuang bola jauh-jauh."


Jeda istirahat segera berakhir dan kini pemain telah memasuki lapangan.


Squad Indonesia telah melakukan perubahan dengan memajukan posisi Supriyadi dan Nando lebih ke depan.


Adapun Raymond telah digantikan dengan I Made Irawan. Memainkan dua gelandang serang sebagai upaya memperkuat lini serang.


Pelatih Indra berharap dengan hadirnya Irawan di lapangan dapat membantu Raka untuk menanggung beban penjagaan.


Aji mengoper bola ke belakang setelah wasit meniupkan peluit.


Dari pihak Malaysia juga melakukan perubahan, nampaknya pelatih tim Malaysia sudah tidak bersikeras untuk menjaga Raka dengan ketat.


Gelandang bertahan mereka digantikan oleh gelandang serang sebagai upaya mendapatkan jalur suplai kepada Ali di depan.


Untuk mendapatkan sesuatu maka seseorang perlu mengorbankan sesuatu. Dengan bertambah tajamnya lini serang dari Indonesia, pertahanan mereka kini menjadi lebih rentan.


Kesadaran Raka untuk membantu lini pertahanan sangat tinggi. Sebagai pemain bertipe box to box dia tidak jarang membantu lini pertahanan yang kesulitan.


Masuknya Irawan juga membuat mundurnya dia ke garis pertahanan menjadi lemah.


Posisinya bahkan menjadi lebih fleksibel. Dia secara bebas berlarian maju dan mundur.


Satu hal yang perlu diperhatikan adalah konsumsi stamina yang tinggi. Memiliki stamina yang baik adalah suatu kewajiban.


Dia mengangkat tangan kirinya sebagai aba-aba dan mulai menendang saat suara peluit terdengar.


Sebagai sosok berpostur tinggi, Tegar selalu berpartisipasi ketika mereka mendapatkan tendangan pojok.


Tangannya disilangkan di dada dan tangannya yang tidak terlihat memegangi jersey pemain Malaysia di depannya. Hal ini agar wasit tidak menyadari tindakannya.


Ketika bola hampir mendekat dia menarik jersey pemain Malaysia untuk mengganggu dirinya melompat. Kemudian Tegar pun melompat dan menyundul bola. Ia berhasil memenangkan duel udara.


Ketika bola hampir memasuki gawang tiba-tiba terdapat kepala yang membantu mendorong bola masuk ke gawang.


Orang itu adalah Supriyadi.


Supriyadi dan rekan-rekan lainnya berlari melakukan selebrasi di sudut lapangan sedangkan Tegar berdiri di depan gawang dengan linglung.


Ketika dia tersadar dia segera menghampiri Supriyadi. Tangannya merangkul leher Supriyadi dan berkata.


"Kamu sialan, kamu mencuri gol ku."


Supriyadi yang memang merebut gol dari Tegar segera terkekeh.

__ADS_1


"Maaf sobat, setidaknya coba lagi."


Tegar pun segera mengencangkan rangkulannya agar Supriyadi kesulitan bernafas sebelum tertawa.


"Kali ini kubiarkan tetapi tidak ada untuk waktu selanjutnya sobat."


Indonesia berhasil menggandakan skor sebelum Malaysia berhasil mengejar ketertinggalan.


Suporter Indonesia segera melakukan taunting kepada suporter Malaysia. Jumlah mereka lebih banyak yang tentunya membuat suporter Malaysia tidak berkutik. Mereka mencoba membalas namun suara mereka terkubur oleh suara suporter Indonesia.


Usaha Malaysia untuk memperkuat lini serang juga gagal mendapatkan momentum. Berkat bantuan Raka yang sering ke belakang, gelandang serang Malaysia juga kesulitan mendapatkan suplai bola.


Pelatih dari tim Malaysia sudah berteriak-teriak dari sisi lapangan. Rupanya dia tidak puas dengan performa anak asuhnya sendiri.


Berbanding terbalik dengan pelatih Indra, dia saat ini masih duduk bersantai dan berbincang-bincang dengan assisten pelatih lainnya.


Bahkan saat kamera televisi menyorot bangku pelatih Indonesia, nampak pelatih Indra sedang tertawa.


Waktu pertandingan sudah memasuki babak terakhir. Sudah tidak ada lagi harapan bagi Malaysia untuk mengejar ketertinggalan.


Bahkan di menit ke 80 sebelumnya, Raka di langgar di luar kotak pinalti yang menghasilkan tendangan bebas.


Raka dengan sentuhan emasnya berhasil menambah jarak skor menjadi 3 - 0. Ketegangan karena rivalitas yang kuat sudah tidak dapat dirasakan saat itu. Malaysia sepenuhnya menyerah atas kekalahan hari ini.


Ketika waktu sudah menunjukkan menit ke 90, wasit asal Australia tersebut segera meniupkan peluitnya.


Tidak ada waktu tambahan karena wasit menilai sudah tidak ada harapan. Seluruh pemain Indonesia baik yang bermain atau menjadi cadangan segera menyapa seluruh suporter yang duduk di tribun.


Bersama dengan suporter mereka menyanyikan lagu kebangsaan mereka Indonesia Raya.


Indonesia, tanah airku


Tanah tumpah darahku


Di sanalah aku berdiri


Jadi pandu ibuku


...


Mereka berterimakasih atas dukungan tak kenal lelah mereka selama 14 hari ini. Kini mereka finish di tiga besar kejuaraan AFF.


Sebuah prestasi yang cukup tinggi dibanding waktu-waktu sebelumnya. Meskipun gagal juara, Indonesia tidak sepenuhnya gagal mendapatkan apapun.


Medali perunggu.

__ADS_1


Seluruh pemain boleh pulang dengan kepala tegak dan meningkatkan diri untuk kejuaraan berikutnya.


__ADS_2