Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Mengukir Sejarah


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Ketika semua orang baik dari pemain, pelatih, maupun suporter yang menonton mengira akan berakhir dengan adu pinalti namun hal itu dipatahkan oleh Raka.


Pemain Maung Raja lelah begitu juga dengan pemain Persikota. Mereka hanya memegangi pinggang sambil mengadahkan kepalanya beberapa juga menunduk menutupi wajah.


Mereka sudah berusaha keras untuk mengejar skor namun kali ini adalah pukulan telak. Mereka tidak mampu melakukan serangan balasan hanya dengan waktu yang tersisa.


Wasit Hariadi meniupkan peluitnya setelah Persikota melakukan kick-off. Kemenangan bagi Maung Raja untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka setelah klub dibentuk.


Pada bulan Januari, tepat hari ini mereka berhasil menjuarai liga 3 yang sekaligus promosi menuju liga 2.


Beto bersama seluruh pemain pengganti bergegas menuju ke lapangan untuk bergabung dengan pemain lainnya merayakan kemenangan mereka.


Mereka berbaris satu baris di bawah tribun suporter Maung Raja berada. Cahyo yang hanya menonton dari tribun juga turun untuk ikut berbaris. Dia bahagia bahwa klub mereka promosi namun juga ada kilasan penyesalan karena tidak bisa turut serta bergabung dalam pertandingan final.


Seorang suporter yang mengenakan kostum Simba juga di seret oleh Faiz untuk bergabung dalam barisan. Bersama dengan suporter mereka bernyanyi untuk merayakan kemenangan.


Beberapa waktu berselang dan penyelenggara liga telah mendirikan panggung di lapangan. Pemain Maung Raja secara berurutan menerima medali yang diikuti oleh pemain Persikota setelahnya.


Medali tersebut dibagikan oleh perwakilan badan pengurus sepakbola Indonesia yaitu PSSI. Selain itu diberikan pula beberapa penghargaan lainnya seperti top skorer, top assist, dan cleansheet terbanyak.


Top skorer diraih oleh Arif karena Alan gagal untuk menyalip, top assist diperoleh Raka, dan cleansheet diperoleh penjaga gawang dari klub Belitong.


Segera setelah pembagian penghargaan seluruh pemain Maung Raja segera naik ke atas panggung dan mengangkat piala untuk berfoto bersama.

__ADS_1


Stadion Gelora Bung Karno yang berkapasitas cukup luas terasa sangat sepi karena hanya suporter Maung Raja dan beberapa suporter Persikota yang masih menonton.


Sepanjang liga 3 berlangsung, Raka telah membuat statistik yang gemilang. Di tahun pertamanya ia benar-benar ikut kompetisi dirinya telah menorehkan 4 gol dan 13 assist.


Raka sangat senang karena kerja kerasnya selama ini membuahkan beberapa hasil. Dia sudah tidak sabar untuk mereka bertarung di liga 2. Menanti-nantikan lawan yang kuat untuk membuat dirinya berkembang.


Euforia kemenangan liga 3 telah selesai setelah pemain pulang ke rumah masing-masing. Mereka merayakan dengan makan bersama yang dibiayai oleh pemilik klub.


Meskipun pertandingan baru saja berakhir sudah banyak media olahraga yang berfokus pada jalannya liga 3 membuat berita tersebut. Sehingga kabar sudah beredar ke seluruh penjuru nusantara.


Raka merebahkan dirinya di kasur dan membuka ponselnya. Sudah banyak pesan dan panggilan tak terjawab. Beberapa dari teman-temannya sewaktu di Persija ada juga pesan dari orang tuanya. Sahabatnya Aji juga mengucapkan selamat setelah mendengar berita kemenangan Maung Raja.


Aji juga telah sukses melakukan debut bersama Persija saat melawan Barito Putera. Aji ingin mengundang Raka untuk menonton namun dia tidak bisa karena waktunya bersamaan ketika mereka pergi ke Maluku melawan Persihasel.


Raka membalas pesan yang masuk satu per satu.


"Kerja bagus nak, maaf ayah belum bisa menonton pertandinganmu sampai sekarang"


"Jangan khawatirkan aku, sekarang sudah pukul dua belas malam artinya disana sudah pukul dua pagi. Ayah tidurlah kamu akan sibuk bekerja."


"Anakku sudah dewasa sekarang, mulai memperhatikan ayahnya."


Percakapan antara ayah dan anak berakhir dengan singkat. Sejujurnya sudah sangat lama Raka tidak melihat kedua orangtuanya. Hendro saat ini bekerja Korea karena perusahaan tempat dia bekerja mengutus Hendro sebagai kepala cabang disana dan ibunya mengikuti untuk menemani.


Meskipun Hendro sibuk dengan pekerjaannya dia akan tetap menyempatkan diri membuka ponsel dan mencari artikel berita mengenai sepakbola Indonesia liga 3. Melalui hal tersebut dia cukup up to date dengan kondisi Raka.


Pada awalnya Raka juga diajak untuk ikut ke Korea namun ia menolak yang membuat ibunya pergi ke Korea dengan geram bercampur khawatir. Saat itu dia baru saja dipindahkan dari pelatihan muda Persija ke latihan bersama squad utama.

__ADS_1


Keesokan harinya Raka berangkat menuju tempat latihan untuk mendengarkan instruksi terakhir dari Handoko. Kebetulan dia berpapasan dengan Alan yang menganggukkan kepala sebagai ucapan salam. Berkompetisi bersama telah membuat Alan tidak begitu dingin dan sombong seperti awal mereka bertemu.


Alasannya adalah kemampuan Raka telah diakui oleh Alan. Raka juga telah mengumpan bola ke Alan yang membantunya mencetak gol. Jadi tidak ada alasan bagi Alan untuk tetap mengacuhkan Raka seorang rekan tim yang penting.


Handoko hanya menyampaikan pesan bahwa mereka akan bertemu lagi empat bulan mendatang untuk mempersiapkan latihan pra musim. Tentu saja beberapa pemain akan pergi dan beberapa pemain baru muncul.


Maung Raja akan berada dalam masa perombakan besar. Mereka juga akan melakukan perombakan di stadion untuk menambah kapasitas penonton. Pihak manajemen telah menyiapkan sejumlah besar anggaran bagi Handoko untuk membentuk klub yang dapat bersaing di liga 2.


Beberapa pemain juga akan dilepas namun hanya menunggu kabar tiga bulan kedepan saat bursa transfer dibuka. Seluruh pemain menandatangani kontrak baru di bulan Juli jadi belum terlambat bagi klub untuk memperbarui kontrak.


Setelah Handoko menyampaikan hal tersebut, manajer dan pemilik klub datang untuk mengucapkan selamat atas kerja keras dan hasil yang baik. Sesuai janjinya, pemilik klub segera mentransfer bonus dan juga yang tertulis dalam kontrak diberikan.


Hal itu membuat ruangan tersebut dipenuhi dengan senyuman.


Pertemuan dengan cepat usai, setelah pembicaraan basa-basi semua segera pergi untuk melakukan rencana mereka sendiri. Selama empat bulan kedepan Raka sudah memiliki rencananya sendiri.


Dia akan berfokus latihan dipagi hari dan sore hari dia akan melakukan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa untuk belajar. Untuk itu dia saat ini bukan kembali ke rumah namun pergi menuju universitas.


Semester lalu dia mengajukan cuti karena dia masih bingung dengan karir sepakbolanya. Sekarang setelah dia menyelesaikan liga dan bertepatan dengan awal semester baru jadi dia mengirimkan surat pengajuan aktif lagi di kampus.


Saat ini gelar sangat penting bagi penduduk Indonesia untuk mencari pekerjaan. Ironisnya banyak lulusan bergelar yang masih menganggur. Namun lulus sebagai sarjana dan mencari pekerjaan yang baik sudah terpatri dengan jelas dalam benak masyarakat Indonesia.


Bahkan klub juga menyarankan bagi pemain-pemain muda untuk tetap melanjutkan kuliah sambil berkarir sepakbola. Hal ini dilakukan agar pemain muda yang karir sepakbolanya tidak cukup bagus masih dapat melanjutkan hidup dan mendapatkan pekerjaan.


Sejujurnya Raka agak enggan untuk melanjutkan kuliah bahkan dia telah sepenuhnya melupakan materi pembelajaran. namun ayahnya Hendro juga menuntut untuk menyelesaikan kuliahnya.


Dia juga tidak mempunyai banyak teman di kampus karena kelas yang dia pilih adalah kelas bagi para pekerja sehingga yang berada dikelas rata-rata umurnya jauh lebih tua darinya. Hal inilah yang membuatnya sangat malas untuk melanjutkan kuliah.

__ADS_1


Kehidupan perkuliahan Raka pun kembali dimulai.


__ADS_2