Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Musuh Alami


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


"Kami seharusnya menang, kami hanya tidak beruntung."


Perkataan tersebut di ucapkan oleh pelatih Dani dalam konferensi pers pasca pertandingan melawan PSIS.


Reporter lain berusaha untuk menggali luka pelatih Dani lebih dalam lagi namun berakhir tanpa hasil. Pelatih Dani memilih diam dan tidak bersuara.


Dia sedang dalam mood yang buruk seusai ditahan dengan skor imbang. Berkat hal ini tim asuhnya gagal menggeser posisi Bali United.


Karena mereka merasa tidak bisa mendapatkan berita melalui pelatih Dani, mereka mulai mengalihkan fokusnya kepada pelatih Sergio.


"Pelatih Sergio, bagaimana menurutmu pertandingan kali ini?"


"Sangat disayangkan ketika kami gagal mendapatkan tiga poin. Bila tendangan terakhir Raka tidak diganggu aku yakin kami mengamankan tiga poin di kandang melawan Persija."


Pada akhirnya pertanyaan mulai mengarah kepada Raka dan pelatih Sergio menjawab dengan bijak.


"Kemenangan tim adalah kemenangan kolektif. Tidak ada yang diunggulkan antara pemain dengan pemain lainnya. Raka memang memiliki kemampuan tetapi aku dengan tegas mengatakan ini adalah hasil dari kemampuan seluruh tim."


~


Bermain sebagai starting eleven saat melawan Persija bukanlah akhir. Semenjak itu pelatih Sergio mulai memainkan Raka sebagai starter.


Hasil seri melawan Persija seperti angin lalu bagi PSIS. Mereka tidak bisa selamanya fokus dengan masa lalu, karena pekan selanjutnya mereka akan melawan Persikota.


Kali ini juga Raka bermain sebagai starter. Dalam pertandingan itu PSIS berhasil mengamankan tiga poin dengan keunggulan skor 3 - 2.


Raka tidak mencetak gol ataupun assist di pertandingan itu. Namun statistiknya tidak bisa di anggap remeh.


Sepanjang pertandingan Raka melakukan 82 sentuhan dengan percobaan umpan sebanyak 74. Prosentase umpan sukses juga masih di atas 90%.


Posisi mereka di klasmen naik dengan konstan secara mantap mulai mendekati top 4.


Pekan itu juga membawa berita heboh lainnya. Pasalnya pelatih Arema Malang diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih. Hasil buruk karena berada di posisi ke 9 menjadi alasan pelatih mereka diberhentikan.


Mereka mendapatkan hasil yang begitu buruk meski Somer didatangkan dengan mahal.


Dudung, mantan assisten pelatih tim nasional ditunjuk sebagai pelatih pengganti sementara sebelum merekrut pelatih berbakat lainnya.

__ADS_1


Lawan Arema berikutnya adalah PSIS Semarang. Ini adalah sebuah kesempatan bagi pelatih Dudung untuk mengunjukkan gigi.


Di sisi lain ini adalah kesempatan emas bagi PSIS untuk mendapatkan tiga poin lagi. Mereka akan memanfaatkan waktu ketika Arema sedang berada dalam masa transisi.


Malang, Stadion Kanjuruhan


Seberapa gila penggemar sepakbola di Indonesia? Mungkin saat ini dapat menjadi jawabannya.


Saat ini dengan cuaca 32 derajat celcius di musim kemarau, Aremania sebutan untuk suporter Arema dengan suara nyaring menyanyikan lagu anthemnya.


Bahkan ada salah satu suporter yang menggunakan kostum meski cuaca sangat panas.


Hasil buruk yang didapatkan klub tidak membuat mereka berhenti mendukung namun hal itu membuat Aremania semakin gigih untuk mendukung klub kesayangan mereka.


Pemain Arema di lapangan juga seperti mendapatkan stimulus. Mereka bermain dengan penuh semangat melancarkan serangan kepada PSIS.


Somer juga tampil lebih agresif saat itu membuat pemain bertahan PSIS kewalahan. Dengan tubuhnya yang kokoh dia terus menerjang ke depan.


Raka yang mencoba merebut bola juga terpental ketika ditubruk oleh Somer.


Beruntung Wahyu berhasil membuang bola jauh keluar dari lapangan. Pelatih Sergio juga menyadari tingkat bahaya Somer sehingga dia menyuruh dua pemain untuk menjaganya.


"Sialan apakah dia manusia atau badak," pelatih Sergio mengumpat dalam hatinya.


Throw in dilakukan oleh Arema. Melalui sisi kiri lapangan pemain sayap arema melakukan penetrasi ke dalam pertahanan PSIS.


Crossing dilakukan dan bola melambung tinggi. Tiga orang nampak menunggu di dalam zona pinalti untuk menyambut bola.


Mereka adalah dua pemain bertahan PSIS dan satu pemain Arema. Alie, Wahyu, dan Somer melompat untuk memperebutkan bola.


Disinilah ketidakberdayaan pemain PSIS. Di udara Somer menubrukkan badannya ke Alie sehingga membuatnya terpental. Adapun Wahyu lompatannya tidak terlalu tinggi untuk menghalangi bola.


Somer dengan mudah menyundul bola. Untungnya Ray dengan sigap telah mengantisipasi arah bola. Bola ditangkap dengan mudah dipelukannya.


Hampir saja PSIS kebobolan lebih awal. Mereka tidak siap dengan kekuatan fisik milik Somer yang terbilang cukup horor. Tidak ada satupun pemain PSIS yang mampu menggoyahkan Somer.


Ray yang berbaring mulai berdiri. Dia melempar bola ke udara sebelum menendangnya.


Bola jarak jauh dari Ray ditujukan pada Carl namun dia gagal karena bola disundul terlebih dulu oleh pemain Arema.

__ADS_1


Sekali lagi Arema melakukan serangan. Dari kanan ke kiri, dari kiri ke tengah. Bola akhirnya berada di kaki Somer, sekali lagi dia menggiring bola dan memasuki zona pinalti.


Wahyu mencoba mendekat untuk merebut bola namun dengan mudah terdorong ketika bahu Somer menabraknya.


Mendapatkan sedikit ruang untuk menembak, Somer tanpa ragu menembak bola dengan keras.


Ray mencoba menangkap bola, namun ketika bola bersentuhan dengan telapak tangan, Ray langsung menarik kembali.


Bolanya terlalu keras dan tangannya kesakitan meski menggunakan sarung tangan.


Ketika fokusnya teralihkan dengan rasa sakit di tangannya, Somer langsung menambahkan tendangan lagi.


Kali ini bola masuk tanpa perlawanan.


"Someerr jebreettt, sayang sekali berhasil ditepis, ohh apa ini bola memantul Somer yak .. Gooolllllll


Striker top asal Pantai Gading, Somer berhasil mencetak gol pembuka bagi Arema. Pemirsa sekalian lihatlah sosoknya, dengan kemampuan fisiknya pemain PSIS dibuat tak berdaya seperti anak kecil."


"Bung Burhan, peristiwa kali ini harus bisa membahagiakan Aremania."


"Benar sekali Bung Haris. Kini mereka tidak perlu ragu dengan kemampuan milik Somer. Harga mahal yang dibayar Arema benar-benar layak."


"Sayang sekali dia baru on fire ketika memasuki pertengahan pekan. Pelatih Arema sebelumnya gagal memanfaatkan sepenuhnya kemampuan Somer."


"Benar, andai saja dari awal Somer dapat bermain seperti ini, sepertinya tiga besar harus ada Arema disitu."


"Alih-alih membicarakan Somer, kali ini Raka seperti bertemu dengan counternya. Sepanjang pertandingan dia selalu kehilangan keseimbangan ketika beradu fisik dengan pemain Arema."


"Satu-satunya kelemahan Raka adalah fisiknya yang kurus. Bertemu dengan Arema yang gaya permainannya agresif secara fisik dia harus cukup kesulitan.


Permainan sebelum-sebelumnya hanyalah makanan pembuka, Raka belum merasakan wajah asli liga 1. Kini aku dengan resmi mengucapkan selamat datang di liga 1, liga orang barbar hahaha"


"Hahaha bisa saja kau bung. Namun aku penasaran apakah dia mampu mengatasi atau sebaliknya. Yah mari kita terus tonton pertandingannya."


Apa yang dikatakan Bung Haris dan Bung Burhan memang benar adanya. Saat ini Raka cukup kesulitan untuk mengolah bola.


Dia merasa permainan fisik pemain Arema terlalu kasar namun wasit tidak meniupkan peluitnya. Liga 1 terkenal dengan kerasnya permainan fisik jadi wasit tanpa sadar melonggarkan tingkat kewajaran.


Pada akhirnya PSIS harus mengakui keunggulan dua poin sebelum jeda istirahat. Somer mencetak sekali lagi melalui duel udara.

__ADS_1


__ADS_2