
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dengan berlari sepuluh kali dalam lintasan sepanjang 400 meter para pemain sudah sangat kelelahan. Banyak dari mereka yang gagal menyelesaikan lari sepuluh kali.
Segera giliran kelompok kedua untuk berlari. Hampir sama seperti kelompok pertama. Banyak dari mereka yang juga gugur.
Dari samping pelatih Indra yang melihat hanya menggelengkan kepalanya. Tampak tidak puas dengan stamina yang dimiliki pemain.
Saat putaran kedua Raka mengenali seseorang yang dia kenal lagi. Teman seperjuangan saat berada di liga 3 bersama Maung Raja. Orang itu adalah Alan yang kini telah hengkang menuju Persiba.
Namun Raka tidak sempat menyapa karena tiba gilirannya untuk berlari. Dia berbaris dibarisan paling belakang dan melakukan pemanasan singkat sebelum berlari agar terhindar dari cidera.
Prit..
Suara peluit yang didengar membuat tubuhnya bergerak maju ke depan. Semula di tiga putaran pertama semua peserta masih dengan serempak berlari bersamaan.
Ketika memasuki putaran keempat nafas mereka sudah berat dan beberapa mulai tertinggal. Di putaran ke enam hanya tinggal lima puluh orang yang tetap bersama.
Raka yang dari belakang perlahan-lahan semakin maju menyalip yang lain. Semua teman sekamarnya juga masih berlari bersamaan.
Di putaran ke delapan hanya tiga puluh yang tersisa. Rahmat yang mantan seorang tim nasional U-20 juga mulai tertinggal. Raka berhasil menyalipnya.
Memang benar bahwa kita tidak boleh meremehkan orang-orang yang telah datang kemari. Secara tak terduga Nando berada dibarisan terdepan. Kecepatan dan stamina yang dimilikinya sungguh mengejutkan.
Nafas Raka sudah terengah-engah ketika memasuki putaran kesembilan. Kakinya seperti timah yang akan meleleh karena sangat berat untuk digerakkan namun ia terus memaksa untuk terus maju.
Keringat Raka bercucuran deras, mulutnya kering, ditambah iklim yang panas juga membuatnya pusing. Akhirnya dengan mendorong dirinya sampai batas dirinya berhasil menyelesaikan putaran yang kesepuluh.
Raka terengah-engah tidak memiliki daya untuk terus berdiri. Beruntung Brian sangat baik dan mengambilkan dirinya sebotol air mineral. Dalam hitungan detik air tersebut habis diminum Raka.
"Terima kasih"
"Sama-sama"
__ADS_1
Kesadaran Raka menjadi lebih baik setelah minum. Dia mulai memperhatikan sekeliling. Pernah memasuki tim nasional tidak menjamin bahwa fisik dan staminanya bagus. Terbukti Rahmat gagal menyelesaikan sepuluh putaran.
Pelatih Indra memberikan waktu istirahat selama tiga puluh menit dan segera dilanjutkan dengan berbagai macam latihan seperti push up, sit up, dan lain-lain.
Hal itu berhenti ketika jam menunjukkan pukul enam sore. Pelatih Indra menginstruksikan agar semuanya mandi dan makan malam.
Semuanya segera berbalik menuju asrama. Sewaktu mereka berbalik menuju asrama banyak suara mengeluh bahwa hal semacam ini terlalu berat.
Ketika Raka dan teman sekamarnya menuju kafetaria dia berpapasan dengan Aji. Ekspresinya kaget ketika melihat dirinya berada di pemusatan latihan.
Aji menghampiri Raka dan merangkulkan tangannya di leher Raka.
"Kamu sialan, beraninya tidak memberitahuku bahwa kamu juga lolos."
Raka hanya terkekeh dan menjawab, "kejutan."
Teman sekamarnya memandang Aji dengan ekspresi bertanya-tanya dan Raka segera mengenalkan satu sama lain. Brian dan Aji dengan cepat menjadi akrab.
Rahmat juga sepertinya mengenali Aji jadi mereka hanya saling mengangguk.
Rahmat juga berpisah dari mereka dan menuju ke rekan-rekan tim nasional.
Raka sebenarnya tidak terlalu menyukai circle-circle yang terbentuk saat ini. Tetapi Raka juga tidak terlalu ambil pusing, yang terpenting saat ini adalah bagaimana membuat dirinya lulus seleksi.
"Ji, tidak bergabung dengan rekan-rekan timnas mu?"
"Mereka adalah senior ketika aku bergabung dalam tim jadi tidak perlu untuk selalu bersama. Lagian jarang-jarang kita bisa bersama."
Ketika Raka mendengarkan perkataan Aji dia berpikir bahwa sudah ada sejak dulu gap senior dan junior. Tiba-tiba ada suara keributan yang mengganggu mereka makan.
Suara itu adalah suara perkelahian antara dua orang. Pertengkaran terjadi karena seseorang dengan tidak sengaja menyenggol orang yang rupanya senior tim nasional.
Orang yang tidak sengaja menyenggol sudah minta maaf namun senior tersebut tidak menggubris permintaan maafnya. Hal ini membuat kedua belah pihak emosi yang memicu pertengkaran. Beruntung ada seseorang yang datang melerai.
"Yanto, hentikan itu jangan berlebihan."
__ADS_1
"Kapten, ini hanya kesalahpahaman."
Rupanya orang tersebut sangat patuh kepada orang yang melerainya. Orang tersebut adalah kapten dari tim nasional U-20. Namanya adalah Ricky, terkenal sebagai messi Indonesia karena permainan kakinya yang lincah.
Bahkan banyak orang sudah mengharapkan kepindahannya menuju liga eropa mengharumkan nama bangsa Indonesia seperti senior lainnya.
Perkelahian singkat tersebut pun segera berakhir. Orang yang emosi karena permintaan maafnya tidak diterima juga tenang setelah mengetahui itu adalah Ricky.
Asisten pelatih yang tiba-tiba datang juga membuat semuanya mereda. Mereka tidak berani berkelahi bila tidak ada kemungkinan untuk dicoret dari daftar.
Asisten tersebut memberitahukan bahwa daftar peserta yang lulus ke tahap dua telah dipajang dalam papan pengumuman. Bagi yang tidak tertulis dalam daftar bisa bersiap-siap untuk pulang keesokan harinya.
Mereka berbondong-bondong mengecek daftar tersebut. Beberapa menggelengkan kepalanya dan beberapa bersorak dengan bahagia.
Suara putus asa lebih dominan karena sebanyak dua ratus peserta harus pulang keesokan harinya meninggalkan hanya seratus peserta di asrama.
Raka akhirnya dapat melihat papan pengumuman setelah berdesak-desakan dengan yang lainnya. Dia menyortir dari atas sampai bawah untuk menemukan namanya.
Dia baru bisa menghela nafas lega ketika menemukan namanya ada pada daftar. Setidaknya dia masih berada disini besok.
Ketika mengecek daftar peserta dia tidak melihat nama Eriko dan Rahmat. Sepertinya kamarnya hanya akan berisi tiga orang mulai besok.
Di kamar Eriko dan Rahmat tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena gagal. Mereka bahkan melirik Nando dengan iri karena berhasil lolos.
Keesokan harinya seleksi tahap kedua pun dimulai hal-hal dasar segera di lakukan. Mulai dari menembak, menggiring, tackle, dan passing. Bagi penjaga gawang mereka memiliki prasyarat khusus karena seleksi mandiri bersama pelatih kiper.
Seleksi dilakukan dengan cepat sehingga para peserta bisa beristirahat lebih awal. Otot mereka masih kelelahan akibat seleksi fisik kemarin sehingga hal ini seperti hujan ditengah kemarau.
Sebanyak lima puluh peserta gugur pada hari kedua.
Tibalah hari ketiga, hari terakhir seleksi. Raka sangat menyayangkan ketika tidak melihat Alan pada hari ketiga. Mereka saling menyapa ketika melakukan seleksi kemampuan dasar namun pada akhirnya dia gagal memuaskan pelatih Indra.
Kali ini lima puluh orang dibagi menjadi dua kelompok. Mereka akan bermain sepak bola kali ini untuk menerapkan taktik yang diberikan asisten pelatih yang sementara sebagai pelatih kedua kelompok.
Raka tidak langsung bermain melainkan sebagai cadangan kali ini.
__ADS_1