
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
Jarak tempuh dari Jakarta menuju Semarang hanya memerlukan beberapa jam saja. Jadi Raka dengan cepat tiba di Semarang.
Tanpa perlu berlama-lama, Raka naik taksi menuju ke alamat yang tertulis dalam layar ponselnya.
Itu adalah alamat tempat tinggalnya selama berada di Semarang. Dengan akumulasi gaji dan bonus selama di Maung Raja dirinya dapat menyewa rumah tanpa perlu khawatir.
Sebelum perjalanannya ke sini, Raka telah mengontak Januar untuk membantunya mencari tempat tinggal.
Pilihan Januar cukup baik, hanya membutuhkan sepuluh menit dari rumah dan kamu akan sampai ke lapangan latihan.
Tidak ada jadwal untuk hari ini sehingga dia memutuskan untuk beristirahat dengan baik.
Hari itu Raka tidur seperti mayat dan bangun keesokan harinya.
Setelah berganti pakaian dengan kaos putih polos dan jeans, Raka berangkat menuju rumah sakit S. Tujuannya adalah untuk melakukan medical check up sebagai salah satu prosedur bergabung.
Dua puluh menit mengendarai taksi, dia pun telah sampai. Di depan sudah ada Januar yang menunggu.
Raka yang telah turun dari mobil segera mendekat dan berjabat tangan.
"Halo pak, lama tidak bertemu."
"Halo mas Raka, selamat sudah mendapatkan penghargaan top skorer piala AFF. Mari ikuti saya untuk pemeriksaan."
Sepanjang perjalanan Raka terus mengobrol dengan Januar. Dia juga mengetahui bila PSIS Semarang dan rumah sakit S sudah berafiliasi.
Pada dasarnya rumah sakit s utamanya adalah untuk menjaga kesehatan pemain. Sedangkan memeriksa masyarakat umum adalah sebagai pemasukan dana tambahan.
Pemeriksaan berjalan dengan cepat, ini hanya memeriksa detak jantung, minus mata, dan rontgen.
Dokter yang memeriksa mengatakan bahwa semuanya dalam kondisi baik-baik saja. Bahkan cidera yang dialami Raka saat AFF telah pulih dengan baik.
Baik Raka dan Januar dapat bernafas dengan lega. Bagi Raka memiliki tubuh yang sehat adalah sebagai penunjang karir yang penting dan bagi Januar klub tidak menandatangani orang yang sedang cidera.
"Beristirahatlah untuk hari ini, besok jangan lupa datang ke lapangan latihan. Akan ada pemotretan juga setelah latihan berakhir. Kerja keras, semoga beruntung mas Raka."
"Baik pak, terimakasih."
Karena tidak ada jadwal lagi, Raka memutuskan untuk berkeliling kota. Dia akan berada di kota ini sangat lama, ada baiknya untuk mengenali sekitarnya.
Hari berikutnya
__ADS_1
Raka telah datang di lapangan latihan pukul delapan pagi. Jarak rumahnya dekat dan dia terlalu bersemangat.
Menyapa satpam yang bertugas, dia pun memasuki area latihan. Belum ada yang datang jadi dia memutuskan untuk memasuki lapangan.
Meskipun hanya menjuarai liga 1 sebanyak satu kali, fasilitas yang dimiliki PSIS Semarang cukup lengkap dan berkualitas.
Kualitas rumput yang bagus, berkali-kali lipat lebih bagus daripada milik Maung Raja dan klub liga 3 lainnya. Tentu saja masih lebih buruk dibandingkan milik JIS.
Ketika sedang asik mengamati kondisi disekitarnya, suara ngebass dari seorang pria terdengar yang membuat Raka berbalik.
"Hey anak baru, rupanya kamu disitu."
"Halo senior, saya Raka anggota baru salam kenal."
"Jangan hanya disini, ayo ikuti aku."
Raka dengan patuh mengikuti orang tersebut dari belakang. Pria tersebut memiliki aura kharisma yang terpancar sehingga orang-orang disekitarnya dengan patuh mengikutinya.
Raka menduga bahwa dia adalah kapten tim disini. Dia juga menjadi teringat Cahyo, kaptennya dulu. Cahyolah yang menyapa dia terlebih dulu, dia juga yang membantu Raka untuk dengan cepat berbaur dengan tim.
Benar saja apa yang diduga oleh Raka. Pria yang berjalan didepannya segera memecah kesunyian.
"Perkenalkan namaku Wahyu, kapten utama di tim ini."
"Apakah kamu dapat memahami bahasa inggris?"
"Aku bisa namun tidak terlalu," balas Raka dengan rendah hati.
"Itu bagus, pelatih Sergio akan lebih sering menggunakan bahasa inggris jadi itu bagus. Meskipun dari klub menyediakan penerjemah itu tidak selalu menyampaikan apa yang benar-benar pelatih inginkan."
Raka mengangguk dalam diam.
Segalanya jelas berbeda daripada Maung Raja. Bahkan hal sederhana seperti komunikasi juga menjadi berbeda.
Raka mengingatkan dirinya agar selalu fokus beradaptasi. Lupakan masa lalu yang gemilang bersama Maung Raja ataupun AFF karena segala sesuatu akan menjadi baru.
Tanpa sadar mereka telah mencapai ruang ganti pemain. Wahyu membuka pintu dan Raka dari belakang mengikuti.
Hampir seluruh pemain sepertinya sudah berkumpul. Raka mengecek jamnya dan ini baru 8.15.
Suasananya berat dan penuh dengan aura kompetitif. Raka menyadari bahwa kehidupan profesional memang sangat berbeda.
Wahyu bertepuk tangan untuk mendapatkan perhatian dari seluruh pemain yang berkumpul.
__ADS_1
"Perhatian teman-teman, ini perkenalan yang terakhir. Namanya Raka."
Tidak ada yang benar-benar memperhatikan perkenalannya. Mereka memandang Wahyu hanya karena dia adalah kapten.
Raka yang melihat ini mencengkramkan tangannya dengan kuat pada tali tasnya.
Tidak semudah seperti yang dibayangkan diawal. Dia tidak merasa seperti ini ketika di Persija karena dia datang bersama-sama dengan teman sebayanya dari pelatihan pemuda.
Sekarang dia bergabung dalam tim dari tim antah berantah. Kemampuannya masih di ragukan bahkan setelah mengikuti AFF.
Tapi itu tidak masalah bagi Raka, hidup tidak mungkin berputar dijalan yang mulus selalu. Dia juga sangat merindukan tantangan yang lebih agar dirinya dapat cepat berkembang.
Segera jam menunjukkan pukul sembilan pagi. Semua orang berjalan menuju lapangan untuk memulai latihan.
Di sana sudah ada pelatih Sergio dan beberapa asisten pelatih.
Pelatih Sergio memandang pemain satu per satu yang ada di depannya.
"Baik, sepertinya semua orang sudah berkumpul dalam latihan pra musim. Yang baru saja bergabung aku berharap lebih dari kalian. Jangan menyeret yang lainnya karena kamu gagal menyesuaikan. Bekerjalah lebih keras."
Segera pengecekan berat badan rutin dilakukan. Dia akan memarahi seseorang yang tidak menjaga berat badannya.
"Ckckck hey kamu, apakah hidupmu hanya seputar makanan saja? Mengapa kamu tidak bisa menjaga berat badanmu saja? Berhentilah menjadi pemain bola kamu hanya ingin menjadi seorang yang ingin makan."
"Kawan tolong, kalian sudah dewasa jadi setidaknya kontrol dirimu sendiri oke?
Latihan pra musim sudah berjalan selama 17 hari. Aku tidak menemukan dirimu menjadi lebih bugar namun malah tumpukan lemak. Lihatlah yang lain, tubuh mereka bugar hanya setelah 17 hari.
Kontrol pola makanmu. Aku hanyalah pelatih dan bukan ayahmu."
Setelah sesi marah-marah, Sergio mulai memasuki latihan yang sesungguhnya. Tidak ada yang berbeda namun bobot pelatihan menjadi lebih berat.
Raka yang memiliki stamina yang baik juga disiksa sampai kelelahan.
Sesi fisik selesai dan dilanjutkan dengan teknik dasar. Kelompok dibagi sesuai dengan posisi mereka masing-masing.
Penyerang melatih finishing mereka, gelandang melatih kontrol dan umpan, bek akan melatih penjagaan dan kontak fisik, sedangkan penjaga gawang akan melakukan latihan reflek.
Tentu saja cara pelatih Sergio melatih akan berbeda dari cara pelatih Handoko dan Indra melatih.
Meski ada sedikit kemiripan, baik tujuan dan proses yang membentuk akan berbeda tergantung dari apa yang diinginkan pelatih.
Manusia perlu hidup dengan adaptasi, dan inilah yang dilakukan Raka sekarang.
__ADS_1
Dia berusaha beradaptasi dengan pemain lainnya serta cara dan bobot pelatih Sergio melatih.