
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Melalui gol yang diciptakan oleh Alan, Maung Raja berhasil memperlebar jarak skor dari Persikota. Skor saat ini adalah 3 - 1.
Pelatih Handoko sangat puas dengan kinerja yang ditampilkan oleh anak didiknya di lapangan. Dia mendekati lapangan dan mengangkat tangannya untuk memberikan instruksi. Handoko berjalan kembali dan duduk di samping asistennya setelah instruksinya dipahami.
Sebuah isyarat bahwa mereka harus memperlambat tempo. Hal ini dilakukan agar mereka dapat mengumpulkan kembali tenaga dan melakukan serangan mematikan sekali lagi.
Pemain Persikota segera melakukan kick-off. Mereka tidak bisa membuang-buang waktu karena mereka perlu mengejar ketertinggalan skor. Penjagaan terhadap Raka juga mengendor karena harus membantu lini serang.
Saat itu Zando yang mendapatkan umpan dari tengah segera melaju kencang ke dalam pertahanan Maung Raja. Faiz datang tepat pada waktunya untuk menghadang namun dengan gerakan step over yang dilakukan Zando ia terkecoh.
Zando dengan mudah lolos dari penjagaan Faiz dan mulai mengganti arah menuju ke arah tengah. Lima meter sebelum memasuki zona pinalti Zando dengan tiba-tiba menendang bola mengarah ke gawang yang dijaga Santo.
Bola melesat dengan kecepatan yang cepat. Santo yang telah memposisikan dirinya di arah yang tepat menunggu bola ditangkap. Namun karena sepakan Zando terlalu kuat tangan Santo kesakitan sehingga bola hanya berhasil ditepis dan gagal untuk di tangkap.
Respon Santo untuk segera menangkap bola yang memantul sangat lambat. Momen tersebut dimanfaatkan oleh Arif untuk mendorong bola masuk ke gawang.
Gol.
Di menit ke 71 Persikota berhasil mengejar ketertinggalan skor melalui gol yang dicetak Arif. Hanya berselang lima menit Persikota melakukan gol balasan. Sebuah peringatan bahwa mereka bukan tim yang dapat dianggap remeh.
Selain itu gol yang dicetak oleh Arif mengokohkan dirinya dalam daftar puncak pencetak gol. Pertandingan final kali ini juga dibumbui dengan perebutan gelar top skorer liga 3 antara Alan dan Arif. Alan yang berada di posisi kedua hanya berjarak satu gol dari Arif.
Di bangku pelatih, kaki Handoko tidak bisa berhenti bergetar. Saat ini dia gugup dengan situasi yang terjadi di lapangan. Setelah Persikota mencetak gol, Maung Raja ditekan sepenuhnya oleh momentum Persikota.
__ADS_1
Ini adalah sesuatu yang buruk. Bila keadaan terus dipertahankan, tidak akan lama bila keunggulan mereka akan hilang. Handoko berjalan kembali ke tepi lapangan untuk memberikan semangat pada pemain yang sedang bertahan.
Apa yang di khawatirkan oleh Handoko segera terjadi. Persikota berhasil menghapus keunggulan skor mereka. Skor kini diikat menjadi imbang.
Gol ketiga tersebut masih di cetak oleh Arif yang secara tak terduga berhasil mencetak hattrick di gawang mereka. Pemain Maung Raja yang berada dilapangan telah berada dalam keadaan yang lesu.
Kelelahan, kekecewaan karena berhasil dikejar, dan hattrick dari Arif secara bersamaan menyerang mereka yang membuat segalanya menjadi buruk.
Pertandingan masih tersisa lima menit termasuk waktu tambahan yang diberikan wasit. Maung Raja berusaha membangun serangan namun usahanya tidak menghasilkan apapun. Wasit meniup peluit untuk mengakhiri jalannya pertandingan babak kedua.
Karena skor imbang, pertandingan akan dilaksanakan kembali dengan waktu tambahan sebanyak 30 menit. Di bagi menjadi dua bagian seperti babak pertama dan kedua yang masing-masing berdurasi 15 menit.
Suasana dalam ruang ganti Maung Raja sangat hening. Handoko juga tidak berencana untuk berbicara terlebih dahulu agar pemainnya dapat beristirahat sejenak. Hal ini juga dimanfaatkan Handoko untuk memikirkan tindakan balasan dalam 30 menit mendatang.
Formasi segitiga telah sepenuhnya menguras tenaga mereka. Meskipun dia telah memberikan pelatihan fisik gila-gilaan, bagaimanapun stamina tidak dapat dibangun hanya dalam waktu yang singkat.
Berdeham sejenak dan kemudian dia berkata
"Baik dengarkan aku. Kalian boleh kesal karena mereka berhasil menyusul kita namun satu yang harus diingat adalah kita belum kalah. Berperanglah sekali lagi di tiga puluh menit kedepan.
Hasil yang dapat diterima adalah tetap imbang hingga peluit ditiupkan agar kita melakukan adu pinalti. Hasil terbaiknya adalah aku mengandalkanmu untuk mencetak skor."
Jeda istirahat segera berakhir dan babak tambahan segera dimulai.
Handoko menggantikan Ahmad dengan Kusno agar pertahanan menjadi lebih solid. Tugasnya adalah untuk selalu memback up Faiz yang gagal menjaga Zando.
Baik strategi maupun formasi juga telah berubah. Mereka akan lebih mengandalkan sisi sayap untuk menyerang. Kali ini Budi juga diposisikan sebagai ujung tombak dan Alan agak mundur sedikit berperan sebagai second striker.
__ADS_1
Dalam babak tambahan ini Raka memutuskan berupaya lebih keras agar lolos dari penjagaan. Di babak kedua dirinya akhirnya memiliki ruang gerak yang lebih luas. Karena tidak ada Ahmad, pelatih Handoko juga menginsturksikan agar dia bisa dengan bebas untuk mundur lebih dalam.
Lima belas menit berlalu dengan cepat. Meskipun beberapa momen-momen emas tercipta tidak ada yang membuahkan hasil. Di menit ke 100, melalui umpan jauh Raka bola diterima oleh Budi namun hal tersebut gagal dimanfaatkan karena tendangan yang dilakukan Budi melambung tinggi di atas mistar gawang.
Handoko yang telah berdiri terpaksa kembali duduk dengan tangan memegangi kepalanya.
Dari pihak Persikota juga memiliki beberapa peluang. Salah satunya adalah saat Zando berhasil melewati Faiz dan Sandi secara berturut-turut. Beruntung Kusno dengan sigap melakukan back up yang sempurna. Tacklenya berhasil merebut bola dari Zando.
Situasi buntu tidak berhasil dipecahkan hingga babak kedua dimulai. Bahkan kedua belah pelatih telah berpikir bahwa hasil akhir akan diputuskan melalui babak adu pinalti.
Di menit ke 127, tiga menit sebelum pertandingan usai Maung Raja berhasil merebut bola dari Persikota. Bola segera didistribusikan dari belakang menuju ke depan. Bola berhenti dalam kontrol Raka saat ini.
Raka mengamati keadaan di depannya dengan jelas. Dari ujung kiri hingga kanan semua berada dalam pengamatannya. Beberapa jalur dalam pandangannya tercipta namun diantara beberapa pilihan ada sesuatu yang berbeda dari yang lain.
Karena jalur tersebut mengarah langsung ke dalam gawang adalah sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Raka segera menendang sebelum pemain Persikota datang menghalangi jalur bola.
Bola melesat dengan cepat menuju gawang. Kiper Persikota melompat untuk menangkap bola namun bola tetap lewat melalui sela sela tangannya.
Raka bergegas menuju tribun suporter Maung Raja berada untuk melakukan selebrasi. Para suporter juga tidak pelit untuk memberikan sorakan kepada Raka. Tidak seperti sebelumnya karena mereka tidak terlalu kenal, hattrick assist yang dilakukan Raka membuat namanya tercetak dalam benak suporter.
Mereka meneriakkan nama Raka bersama-sama.
Rakaaaaaa!
Dengan segera rekan-rekannya berhasil menyusul dan menjatuhkan dirinya ke rumput sebelum ditekan oleh tubuh mereka.
Gol dari Raka mengubah ekspetasi semua orang yang hadir.
__ADS_1