Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Bayi Ajaib


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Situasi saat ini berubah secara dramatis di menit-menit terakhir karena Maung Raja berhasil membalikkan keadaan. Pemain Maung Raja dengan sengaja memperlambat selebrasi untuk menyeret waktu agar segera berakhir. Wasit yang menyadari hal itu juga segera memberikan peringatan untuk segera kembali ke posisi masing-masing.


Pertandingan yang semula tersisa tiga menit kini bertambah menjadi enam menit karena asisten wasit di luar lapangan mengangkat papan elektronik yang menuliskan angka 3. Kini serangan yang diluncurkan oleh Galacticos Bireuen meningkat drastis agar dapat menciptakan gol yang dapat mengikat skor menjadi seri.


Meskipun waktu yang tersisa hanya sedikit, pemain Maung Raja yang berada di lapangan meningkatkan fokusnya berkali-kali lipat. Kemenangan belum tentu diraih sebelum wasit meniupkan peluitnya tiga kali.


Dua menit tersisa dan Ahmad yang berhasil mencuri bola segera menendang bola jauh-jauh ke depan yang akhirnya keluar dari lapangan. Sekali lagi papan elektronik di angkat oleh asisten wasit. Angka sebelas berwarna merah dan angka dua puluh lima berwarna hijau. Beto digantikan oleh Kusno untuk membantu lini pertahanan yang sudah kelelahan.


Pergantian pemain yang dilakukan juga sebagai upaya untuk mengulur waktu. Mereka sengaja berjalan lambat, pemain Galacticos Bireuen yang terburu-buru segera menghampiri mereka dan mendorong Beto agar keluar dengan cepat.


Wasit pun tidak tinggal diam dan segera mengeluarkan kartu kuning baik untuk Beto dan pemain Galacticos Bireuen. Beto yang mendapatkan kartu kuning akhirnya berlari keluar sambil terkekeh.


Pertandingan segera dilanjutkan dengan lembaran bola ke dalam. Tepat ketika lemparan itu diterima, wasit meniupkan peluitnya sebanyak tiga kali.


Prit.. pritt.. prittt..

__ADS_1


Ketika peluit akhirnya dibunyikan semua pemain Maung Raja segera jatuh lemas dan berbaring di rumput. Sudah tidak ada tenaga yang tersisa untuk menyeret mereka berjalan keluar lapangan. Strategi segitiga penemuan Handoko benar-benar sepenuhnya menguras tenaga pemain. Mereka diharuskan untuk tetap berlari untuk membentuk segitiga untuk menyerang, bila gagal mereka juga harus berlari kembali ke posisi dengan segera.


Keesokan harinya Raka yang bangun dari tidurnya segera berdiri keluar dari kamar. Kakinya masih bergetar akibat kelelahan dalam pertandingan kemarin. Hari ini dia tidak akan pergi untuk berlatih. Sebab setelah pertandingan kemarin, pelatih Handoko meliburkan seluruh pemain untuk beristirahat selama tiga hari di rumah.


Raka membuka ponselnya untuk memeriksa berita olahraga. Tentu saja ada sebuah postingan mengenai pertandingan Maung Raja melawan Galacticos Bireuen bahkan berita itu juga mengatakan seputar dirinya bahwa anak jenius telah lahir di liga 3.


Akan tetapi postingan tersebut tidak terlalu mendapat sorotan karena ini hanyalah liga 3 semata bukan liga 1. Mereka yang memperhatikan berita ini hanyalah yang memiliki kepentingan terkait liga 3 ataupun seorang suporter dari Maung Raja.


Ada juga sebuah postingan mengenai pertandingan Persikota melawan Belitong. Kali ini kuda hitam Belitong terpaksa harus menghentikan langkahnya. Mereka sepenuhnya ditaklukan oleh Persikota dengan agregat 4 - 0 tanpa balas.


Bayi Ajaib.


Itu adalah sebuah julukan yang berkaitan erat dengan Persikota. Ketika pertama kali klub tersebut didirikan mereka memulai dari liga 2. Di tahun yang bersamaan mereka mendapatkan promosi menuju liga 1. Secara mengejutkan Persikota yang berada di liga 1 berhasil menaklukan hegemoni klub besar dan menjuarai liga 1 setelah promosi.


Striker mereka yang menduduki puncak daftar pencetak gol adalah seseorang yang di rekrut dari liga 2. Tanda bukti bahwa mereka tidak bermain-main untuk kembali berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.


Final yang akan dilaksanakan antara Maung Raja melawan Persikota akan dilaksanakan pada bulan Januari di Stadion Gelora Bung Karno. Berbeda dari putaran-putaran sebelumnya yang terdiri dari dua ronde, pertandingan final hanya akan dilakukan satu kali. Jadi penyelenggara liga memberikan waktu satu bulan untuk kedua belah klub mempersiapkan final dengan baik.


Dalam satu bulan ini Handoko berupaya untuk menggenjot fisik para pemainnya agar dapat melakukan strategi segitiga dari awal hingga akhir permainan. Meskipun strategi segitiga berhasil dilakukan pada pertandingan sebelumnya. Banyak kesalahan yang masih terjadi yang dipengaruhi oleh kurangnya stamina pemain.

__ADS_1


Dewi keberuntungan sangat tidak memihak pada Maung Raja karena sperti ingin melihat kekalahan tim mereka. Seminggu sebelum final diadakan, dalam sesi latihan mereka Cahyo yang berusaha menghentikan bola membenturkan bahunya ke mistar gawang dengan keras.


Jeritan kesakitan Cahyo menghentikan seluruh sesi latihan hari itu. Dokter tim yang bertugas merawat pemain dari luka juga mengatakan bahwa Cahyo harus absen selama dua minggu sebelum pulih. Sebagai penjaga gawang utama sekaligus kapten tim kehadirannya sangat besar di lapangan.


Akibatnya semangat para pemain juga sedikit berpengaruh. Sebagai penjaga gawang nomor dua, Santo menggantikan Cahyo untuk menjaga gawang dalam pertandingan final. Ban kapten juga diserahkan kepada Alan yang bertindak sebagai kapten tim sementara.


Seminggu kemudian tibalah hari yang dinanti-nantikan oleh suporter Maung Raja dan Persikota.


Suporter Maung Raja dengan warna birunya mewarnai Jakarta dengan konvoi besar-besaran menuju Stadion Gelora Bung Karno. Suporter Persikota juga tidak ingin kalah, mereka memakai jersey berwarna kuning kebanggannya dari Tangerang bersama-sama menuju ke Jakarta.


Pihak polisi yang sudah mengetahui bahwa final liga 3 akan dilaksanakan juga melakukan patroli sepanjang jalan untuk memastikan keamanan.


Di sisi lain dua pria paruh baya bersama-sama mencari tempat duduk yang paling dekat dengan lapangan. Mereka berdua adalah Susilo dan Tejo yang berencana untuk mengamati beberapa pemain. Di pertandingan sebelumnya antara Maung Raja dengan Galacticos Bireuen mereka juga menonton secara langsung.


Hattrick assist yang dilakukan Raka berhasil membuat mereka kagum. Keputusan Susilo untuk memperkenalkan Raka ke klub juga menjadi semakin solid. Maka dari itu pada pertandingan final kali ini dia memutuskan untuk menonton secara langsung.


Beberapa agen pengintai seperti mereka juga mulai datang untuk mencari mangsa


Segera pemain dari kedua belah pihak secara bersama-sama berjalan dari lorong menuju ke lapangan. Wasit yang memimpin hari ini adalah Wasit Hariadi yang terkenal tegas dan memberikan kartu tanpa ampun bagi yang melakukan pelanggaran.

__ADS_1


Wasit-wasit muda dan yang ragu-ragu tidak diizinkan untuk memimpin jalannya final karena tekanan yang diberikan baik dari pemain dan suporter tidak mudah ditanggung.


Wasit Hariadi segera meniupkan peluitnya setelah kedua belah pihak berada diposisi masing-masing. Pertandingan final liga 3 pun dimulai.


__ADS_2