Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Timnas Debut


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Ricky"


"Brian, Bagus, Tegar, Edo"


"Nando, Aldo, Raka, Andreas"


"Aji, Raymond"


Pelatih Indra menggunakan formasi 4-4-2 kali ini untuk menghadapi Singapura. Ini juga salah satu formasi yang mereka latih selama pemusatan latihan.


Mengkombinasikan Aji sebagai target man, Raymond yang lebih condong sebagai fox in penalty area dapat menyembunyikan kehadiran dengan lebih baik.


Dari segi gelandang juga dia telah memasangkan Aldo dengan Raka. Aldo yang memiliki fisik yang bugar dan ulet diposisikan sebagai gelandang bertahan. Selain itu kemampuannya dalam menutup ruang ketika tim sedang membangun ruangan juga sangat bagus.


Adapun Raka diposisikan sebagai gelandang serang. Tugasnya adalah memberikan umpan-umpan kreatif untuk membangun serangan.


~


Seorang wanita dengan kamera ditangannya kini menyusuri tribun menuju kursi terdekat dari lapangan. Orang itu adalah Jihan, setelah lulus setahun yang lalu dari universitas dia berkarir sebagai reporter di bidang olahraga.


Pada awalnya dia ingin mendaftar di bidang fashion namun ditolak karena sudah penuh. Kini dia berada di Stadion Maguwoharjo menonton pertandingan tim nasional Indonesia melawan Singapura.


Dia mengarahkan kameranya ke arah suporter Indonesia yang sangat bersemangat. Dia sebenarnya cukup heran mengapa banyak suporter yang terus mendukung tak kenal lelah meskipun keadaan tidak seoptimis itu.


Perhatiannya kini dialihkan ke lapangan karena para pemain baik dari Indonesia dan Singapura perlahan memasuki lapangan. Mereka disambut dengan meriah oleh suporter sambil mengibarkan bendera merah putih.


Keadaan menjadi lebih meriah ketika giliran Indonesia menyanyikan lagu kebangsaannya. Seluruh pemain di lapangan dan seluruh suporter Indonesia yang hadir dengan kompak menyanyikan lagu Indonesia Raya.


Meskipun bukan pertama kalinya Jihan pergi ke stadion untuk bekerja hari ini benar-benar berbeda dari biasanya. Bahkan dia sedikit terstimulus oleh semangat mereka yang berkobar.


Ada energi yang berbeda ketika melihat klub sepakbola bertanding dengan tim nasional bertanding.

__ADS_1


Kameranya terus membidik para pemain di lapangan dan suporter di tribun sambil ikut bernyanyi.


Kick off pertama kali dilakukan oleh Indonesia karena memenangkan tebakan koin. Ketika Jihan melihat kapten tim nasional Indonesia dirinya merasa sedikit akrab seperti pernah melihatnya.


Pelatih Indra benar-benar merombak seluruh tim nasional kali ini. Bahkan posisi kapten pun dicopot dari tangan Ricky.


Dia memberikan jabatan kapten kepada yang menurutnya memiliki mentalitas dan kepribadian yang cocok. Hal ini juga dilakukan agar tidak ada gap antara pemain timnas baru dengan pemain timnas lama.


Kapten timnas kali ini dipegang oleh pria dengan nomor punggung 12. Orang tersebut adalah Raka, dia secara tak terduga diamanahi oleh pelatih Indra menjadi kapten tim.


Raka bahkan sedikit tak percaya ketika pelatih Indra menunjukknya. Menurut Raka akan lebih baik bila diberikan kepada yang lainnya namun pelatih Indra dengan tegas memberikan padanya.


Raka pun hanya bisa menerimanya, untungnya tidak ada yang keberatan baik dari pemain lain maupun Ricky mantan kapten timnas U-20.


Singapura menggunakan formasi yang sama dengan Indonesia yaitu 4-2-2. Pertandingan saat itu berjalan dengan cukup membosankan namun para suporter terus dengan semangat bernyanyi bersama.


Garuda didadaku, garuda kebanggaanku


Ku yakin hari ini pasti menang~


Sudah tiga puluh menit pertandingan berlangsung dan skor masih dipertahankan 0 - 0. Banyak peluang tercipta baik dari pihak Indonesia maupun Singapura namun belum ada yang berhasil menjebol gawang lawan.


Konsentrasinya di naikkan menuju maksimal.


Sebuah kejadian fatal terjadi pada pertahanan Indonesia di menit ke 43 karena umpan Bagus saat membangun serangan berhasil di tebak oleh striker Singapura.


Alhasil bola berhasil di rebut, striker Singapura tersebut segera menggiring bola menuju kotak pinalti. Ricky maju untuk menghadang bola.


Ketika jarak antara striker dengan Ricky semakin dekat, striker tersebut segera menendang bola menggunakan punggung kakinya.


Bola menciptakan busur yang indah melewati kepala Ricky. Bola itu bergerak dengan lambat sehingga Tegar yang berlari pantang menyerah untuk mengejar segera melakukan tackle agar mencapainya.


Bola berhasil dihentikan 1 cm sebelum garis gol melalui tackle yang di lakukan Tegar. Dengan cepat dia bangkit berdiri dan langsung membuang bola ke tengah lapangan.


Striker Singapura segera memegangi kepalanya menunjukkan penyesalan. Barusan adalah peluang yang baik bagi Singapura namun gagal membuahkan gol.

__ADS_1


Di sisi lain jantung pemain Indonesia dan suporter yang tegang segera kendor. Mereka benar-benar mengira akan kebobolan sebelum jeda istirahat.


Babak kedua segera dimulai, semuanya sama seperti babak pertama tidak ada yang berubah dari kedua belah pihak.


Singapura yang melakukan kick off segera menggencarkan serangan menuju pertahanan Indonesia. Atas instruksi pelatih Indra sebelumnya, Raka juga mundur untuk membantu pertahanan.


Perannya di timnas selain mengorganisir serangan juga untuk membantu pertahanan. Dia berperan sebagai gelandang box to box. Sebuah peran yang menuntut fisik pemain untuk terus berlarian bolak-balik dari depan ke belakang.


Apa yang Raka lakukan dalam pemusatan latihan adalah membangun stamina dan berlatih melakukan teknik pertahanan sehingga kemampuannya dalam bertahan juga meningkat.


Serangan Singapura berhasil digagalkan dan giliran Indonesia untuk melakukan serangan balik.


Raka yang berada dibelakang segera berlari ke depan untuk membantu lini serang. Segera dia mendapatkan umpan yang berasal dari Aldo.


Di hadapannya ada Aji yang berlari sedikit ke kiri untuk menciptakan ruang. Perannya sebagai target man telah dilakukan dengan baik.


Raka segera memberikan umpan ke ruang kosong yang diciptakan Aji. Pada saat itu pemain dengan jersey merah dengan nomor punggung 11 muncul untuk menyambut bola.


Orang tersebut adalah Raymond.


Posturnya yang pendek dan jarang mendapatkan suplai bola membuat kehadirannya sedikit dilupakan pemain bertahan Singapura.


Sebelum bola menyentuh tanah Raymond sudah menendang bola tersebut ke arah gawang. Bola saat ini sudah berada di dalam gawang.


Raymond berlari menuju pojok lapangan dan melakukan selebrasi sambil menepuk lambang garuda di dadanya.


Bisa dibayangkan betapa hebohnya para suporter yang hadir di Stadion karena sebuah gol tercipta. Mereka berteriak dengan lebih gila untuk merayakan.


In-do-ne-sia, In-do-ne-sia


Melalui tendangan voli yang dilakukan Raymond di menit ke 70 Indonesia memimpin jalannya pertandingan dengan skor 1 - 0.


Sepanjang pertandingan ini Raymond hanya menyentuh bola sebanyak enam kali dan empat diantaranya adalah sebuah tendangan ke gawang. Dari empat tendangan, tiga di antaranya mengarah ke gawang dan satu membuahkan gol.


Sebuah statistik yang mengerikan bagi seorang striker.

__ADS_1


Sepuluh menit berselang setelah gol tercipta, melihat bahwa serangan Singapura semakin ganas pelatih Indra memutuskan untuk menggantikan Raymond dengan Tojim.


Formasi 4-5-1 dengan dua gelandang bertahan. Pelatih Indra sudah cukup puas dengan keunggulan tipis dan berharap agar anak asuhnya di lapangan dapat mempertahankan skor hingga akhir.


__ADS_2