Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Kontrak


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Pilihan ini akan menjadi sebuah terobosan bagi karir sepakbola profesional Raka. Sehingga dia tidak ingin mengambil langkah yang salah.


Persipura sudah memiliki Inho sebagai gelandang serang yang hebat. Pelatih James nampaknya juga menunjuk Inho sebagai kapten baru untuk musim mendatang karena kapten sebelumnya telah memutuskan untuk berlabuh ke liga Malaysia.


Dia hanya akan memiliki sedikit waktu bermain bila dia pindah ke Persipura.


Bali United telah memenangkan kejuaraan kali ini dan mendapatkan kualifikasi untuk bermain di AFC. Tentu saja mereka membutuhkan squad yang tebal dan sepertinya dirinya dijadikan sebagai salah satu opsi. Namun Bali United jarang memberikan kesempatan bagi pemain muda.


Mereka cenderung memainkan pemain senior yang telah lama berkancah dalam dunia sepakbola. Apalagi setelah dia mencari tahu melalui internet bahwa gelandang serang mereka juga menempati daftar assist sangat kecil kemungkinan baginya untuk bermain.


Terakhir adalah PSIS Semarang. Gelandang serang mereka telah mengalami cidera tiga bulan lalu dan kabarnya kini sudah membaik. Satu hal positif adalah klub PSIS Semarang rata-rata pemainnya berusia muda dan sering memberikan peluang.


Masing-masing klub memiliki kesulitannya sendiri. Saat ini dari ketiga opsi yang ada hanya PSIS Semarang yang layak untuk dipertimbangkan. Apalagi mereka terkenal dengan baik memberikan kesempatan bagi pemain muda untuk bermain.


Raka tidak takut untuk bersaing namun dia perlu melihat gambaran yang lebih jelas. Dia tidak ingin selamanya menjadi penghangat bangku sepanjang karirnya. Oleh karena itu dia akan memilih pilihan dengan kemungkinan tinggi yaitu PSIS Semarang.


Raka mengambil ponselnya dan segera mengirimkan pesan kepada manajer Maung Raja bahwa dia telah memutuskan pilihannya.


Balasan segera datang dan mengatakan dia bisa datang ke klub tiga hari mendatang.


Dok.. dok.. dokk..


Suara ketukan pintu terdengar dan Raka bergegas untuk membukanya. Rupanya yang datang adalah sahabatnya Aji yang sudah lama tidak bertemu.


Aji tersenyum dan langsung bergegas masuk ke dalam sebelum Raka mempersilahkannya.


"Hey tidakkah seharusnya wonderkid Persija harus menunjukkan sopan santunnya."


Berpura-pura tidak mendengar perkataan dari Raka, Aji langsung berbaring diranjang.


"Oh ayolah sobat, kita telah mengenal selama 5 tahun lamanya bukankah tidak perlu ada formalitas lagi."


Raka hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan tingkah laku sahabatnya. Dia tidak mempermasalahkannya juga bagaimanapun dirinya juga sering seperti itu ketika bertamu ke rumahnya Aji.


Tetapi biasanya Aji akan memberinya pesan terlebih dahulu sebelum mengunjungi dan hari ini dia datang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"Ayo ke cafe sebelah, ada banyak yang ingin aku katakan padamu."


Ajakan Aji disambut baik oleh Raka. Mereka pun segera bergegas ke cafe sebelah kos Raka. Hanya butuh berjalan selama tiga menit dan mereka sudah sampai.


Raka yang telah selesai memesan minuman segera menyuarakan pertanyaannya.


"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku?"


"AFF akan diadakan di awal bulan Juni dan sepertinya sebentar lagi akan dilaksanakan pemusatan latihan untuk seleksi."


"Bukankah itu untuk U-21?"


"Kamu bodoh, umur dibawah 21 masih memiliki kesempatan bila mampu bersaing dengan senior. Yah itupun jika kita dipanggil untuk pemusatan."


"Jadi apa hubungan AFF denganmu yang datang secara tiba-tiba?"


"Hubungan? Tidakkah ini jelas? Tentu saja aku akan dipanggil dalam pemusatan." kata Aji dengan menepuk dadanya dengan bangga.


Raka yang melihat itu hanya memutarkan matanya.


"Terlalu berangan-angan."


Pikiran tersebut segera ditepis Raka. Liga 3 tidak memiliki eksposur yang luas tidak seperti liga 1 yang disiarkan dalam televisi.


Sehingga kecil kemungkinan bahwa pelatih AFF akan memilih dirinya yang tahun lalu bertanding di liga 3.


Minuman pesanan mereka kemudian datang. Percakapan beralih dari sepakbola ke bidang kehidupan lain. Raka yang tiba-tiba teringat akan pindah segera berkata.


"Oy ji, ngomong-ngomong mungkin ini yang terakhir kita bertemu di Jakarta."


Aji yang sedang menyeruput minumnya menatapku dengan mata yang lebar. Dia kebingungan dengan perkataan tiba-tiba Raka.


"Aku akan pindah klub. PSIS Semarang adalah tujuanku berikutnya."


Bang


Aji memukul meja dengan keras yang membuat suasana tenang cafe menjadi gaduh. Raka yang menyadari mejanya ditatap oleh beberapa pelanggan ingin menguburkan wajahnya agar tidak terlihat.


"Akhirnya dirimu kembali ke liga 1. Kukira hal ini akan memakan setidaknya 10 tahun lagi."

__ADS_1


"Kamu sialan, tidakkah kamu mengutukku secara tersirat?"


Mereka pun segera tertawa bersamaan. Aji memesan makanan ekstra yang akan dihitung dalam tagihan Raka sebagai pajak untuk merayakan peristiwa bahagia.


Tiga hari pun segera berlalu.


Raka yang berpenampilan rapi segera mengunjungi ruang manajer Maung Raja. Pak Manajer juga segera mengarahkan untuk pergi ke ruang rapat.


Keduanya berbincang-bincang mengenai musim lalu sambil menunggu kehadiran dari pihak PSIS Semarang. Sepuluh menit berselang dan orang yang ditunggu-tunggu datang. Pria itu menangkupkan tangannya sebagai salam.


"Halo semuanya, maafkan aku karena terlambat. Aku terhalang kemacetan lalu lintas."


"Tak perlu khawatir pak, nah sekarang aku persilahkan kalian berdua untuk berdiskusi." ucap manajer Maung Raja seraya bangkit dan meninggalkan ruangan.


Orang dari PSIS itu segera mengeluarkan berkas-berkas dalam tasnya dan meletakkan di meja.


"Halo mas Raka, perkenalkan saya Januar perwakilan dari PSIS Semarang yang akan mengurus kontrak kepindahan dari Maung Raja ke PSIS. Biasanya agen yang bertemu dengan saya, tapi sepertinya mas Raka belum punya agen ya."


Raka yang mendengarkan hanya mengangguk dengan sopan. Dia masih belum memikirkan mengenai agen lagipula dia masih bisa mengurusnya sendiri.


Januar segera menjelaskan berbagai macam hal yang diperlukan kepada Raka. Mengenai gaji, bonus, dan lain-lain. Raka yang melihat seluruh kontrak dengan cermat tidak menemukan kejanggalan apapun segera menandatanganinya.


Ini adalah kali ketiganya dalam menandatangani kontrak. Jadi dia memiliki cukup banyak pengalaman.


"Mas Raka, kami akan melakukan sesi pemotretan tandatangan kontrak dan jersey untuk pengenalan anggota di pertengahan bulan Juni. Saya harap mas Raka dapat tiba di Semarang sebelum sesi pemotretan diadakan."


"Baik Pak"


Mereka bersalaman dan bertukar nomor telepon sebelum meninggalkan ruangan. Raka mengunjungi kantor manajer dan berpamitan untuk pulang.


Akhirnya beban dihati Raka telah berkurang satu. Masa depannya sudah jelas dan sekarang hanya satu tugas yang tersisa.


Berlatih.


Sebagai orang yang memiliki bakat biasa-biasa saja harus bekerja keras. Raka tidak takut menghadapi seorang jenius, yang dia takuti adalah seorang jenius yang juga bekerja keras.


Hal itulah yang terus memotivasi Raka untuk terus berlatih. Dirinya masih terus memanjat ke ketinggian yang lebih tinggi.


Raka memandang langit yang luas sambil di batinnya berkata.

__ADS_1


Liga 1 tunggu akuĀ 


__ADS_2