Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Provokasi


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


Waktu istirahat telah usai dan babak keuda telah dimulai. Seorang pria paruh baya yang memiliki gaya berpakaian berantakan seperti tak terawat berjalan ke tribun dan mencari kursi yang kosong.


Dia adalah Susilo, seorang pengintai dari klub liga 1. Tugas mereka adalah merekrut bakat-bakat muda yang terkubur diberbagai penjuru. Kali ini ia datang untuk melihat pertandingan Maung Raja dengan Persihasel. Susilo datang terlambat dan ketika melihat papan skor adalah dua poin kemenangan bagi Maung Raja.


Situasi saat ini masih berjalan sama seperti babak pertama. Pemain Maung Raja menyerang pertahanan dari Persihasel dengan ganas. Namun bila dibabak pertama Persihasel tidak menunjukan perlawanan yang berarti di babak kedua ini mereka dapat melakukan pembalasan dengan sengit.


Menunggu tim Maung Raja gagal menyelesaikan serangannya, mereka akan melakukan serangan balik dengan


umpan-umpan cepat sebelum pemain bertahan Maung Raja kembali ke garis pertahanan.


Pada menit ke 50 peluang emas bagi Persihasel untuk mengejar ketertinggalan datang. Melalui umpan jarak jauh dari pertahanan Persihasel, striker mereka berhasil menggiring bola mendekati pertahanan Maung Raja.


Beruntung karena kerjasama dari Sandi dan Ucup, striker Persihasel tidak memiliki begitu banyak sudut tembakan. Sehingga tembakan yang dilakukan arahnya terlalu jelas dan Cahyo berhasil menangkap tembakan tersebut.


Cahyo berteriak dengan suara yang keras agar mereka juga lebih berhati-hati dalam menyerang. Sayangnya perkataannya hanya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Mereka begitu fokus menyerang sehingga kejadian serupa terjadi setelah tujuh menit berselang.


Belajar dari kejadian yang lalu, striker Persihasel melakukan tembakan tipuan dan berhasil memasuki kotak pinalti setelah melewati Sandi. Ucup yang berada di dekatnya juga berusaha merebut bola dengan tackle. Serangan Persihasel berhasil dihentikan namun striker Persihasel sudah berbaring di rumput sambil memegangi kakinya.


Wasit segera berlari mendekati mereka lalu mengeluarkan kartu kuning yang ditunjukkan kepada Ucup dan mengarahkan tangannya ke kotak pinalti. Ucup segera memprotes wasit bila tacklenya bersih hanya mengenai bola, Cahyo sebagai kapten dan berada di posisi paling dekat dengan kejadian juga berusaha melakukan nego dengan wasit.


Namun tindakan kesakitan striker Persihasel terlalu nyata sehingga wasit tetap bersikeras untuk memberikan pinalti bagi Persihasel. Setelah di yakini bahwa keputusan pinalti tidak dibatalkan striker Persihasel berdiri dengan tegap seolah ekspresi kesakitan barusan tidak benar-benar terjadi.

__ADS_1


Rupanya dia melakukan diving sehingga semakin membuat pemain Maung Raja berada dalam kemarahan. Persihasel berhasil mengejar ketertinggalan dan hanya berjarak satu gol lagi untuk mengikat skor menjadi imbang. Pinalti gagal dihentikan oleh Cahyo karena ia salah dalam menebak arah bola.


Persihasel berhasil membuktikan bahwa perkataan kesabaran akan membuahkan hasil. Setelah berhasil menanggung gelombang demi gelombang serangan dari Maung Raja kesempatan datang sekali lagi bagi mereka.


Dengan kerjasama antara striker dan winger dari Persihasel mereka berhasil melewati dua pemain. Kali ini tujuan mereka sudah jelas di arahkan ke Ucup yang memiliki kartu kuning. Memanfaatkan kondisi psikis Ucup yang takut mendapatkan kartu kuning lagi, Persihasel dengan mudah menembus pertahanan terakhir Maung Raja.


Cahyo berlari mendekati striker Persihasel yang semakin mendekat untuk merebut bola, sayangnya ini bukanlah satu versus satu seperti dalam bayangan Cahyo karena ini adalah dua versus satu. Sambil tersenyum mengejek kepada Cahyo ia mengumpankan bola ke samping kanan yang disambut dengan sepakan keras dari winger rekan timnya.


Skor berhasil diikat imbang di menit ke 68. Keunggulan dua poin Maung Raja menguap seperti udara. Gol kedua Persihasel seperti guyuran air yang membangunkan mereka bahwa ini adalah perempat final yang tentunya kemampuan mereka juga tidak boleh diremehkan.


Handoko segera melakukan pergantian pemain. Ucup yang berada dalam bayang-bayang kartu kuning tidak dapat bermain secara maksimal sehingga digantikan oleh Kusno. Meskipun posisi aslinya adalah gelandang bertahan dia juga bisa diposisikan sebagai bek tengah.


Dengan kehadiran Kusno pertahanan Maung Raja menjadi lebih solid menghadapi serangan balik Persihasel. Namun dua gol balasan dari Persihasel membuat Maung Raja menjadi lebih berhati-hati dalam menyerang.


Situasi kebuntuan berhasil dipertahankan hingga berakhirnya pertandingan. Hingga akhir pertandingan Maung Raja tidak menyerah untuk menyerang pertahanan Persihasel namun juga akhirnya kembali tanpa hasil.


Satu-satunya yang mengancam adalah tendangan jarak jauh Raka yang berjarak 22 meter dari gawang. Bola dengan cepat melesat menuju pojok kanan atas gawang Persihasel. Bahkan kiper Persihasel terkejut hingga lupa mengejar bola namun bola tersebut akhirnya hanya membentur mistar gawang dan dibuang jauh-jauh oleh bek Persihasel.


Maung Raja gagal mengambil keuntungan di kandangnya sendiri sehingga mereka harus lebih berupaya keras dalam ronde kedua melawan Persihasel.


Suporter Maung Raja hanya bisa mendesah kecewa dengan hasil tersebut, mereka cukup senang dengan kinerja serangan Maung Raja sepanjang babak pertama namun pulang dengan kecewa saat melihat betapa lemahnya pertahanan dari Maung Raja.


Susilo juga telah selesai mengamati pertandingan dan segera pergi dari stadion. Dalam pertandingan ini belum ada yang berhasil membuatnya takjub baik dari tim Maung Raja ataupun Persihasel.

__ADS_1


Satu satunya yang membuat jantungnya berdetak hanyalah tendangan jarak jauh terakhir Raka namun dia belum bisa memastikan apakah itu benar-benar kemampuannya atau hanyalah sekedar keberuntungan semata.


Untuk memastikannya perlu melihat beberapa pertandingan berikutnya namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah Maung Raja berhasil lolos ke semi final atau tidak. Jadi Susilo hanya kembali tanpa sesuatu untuk dilaporkan kepada pihak klub.


Pertandingan ronde pertama melawan Persihasel menjadi sebuah pengingat bagi Handoko akan lemahnya pertahanan Maung Raja. Ia terlalu berfokus dalam menyerang sehingga lupa akan pentingnya pertahanan.


Beruntung masih ada waktu dua minggu sebelum ronde kedua dilakukan ia dapat melatih para pemainnya untuk


meningkatkan latihan pertahanan.


Halmahera Selatan terletak di kepulauan Maluku, tiga hari sebelum ronde kedua dimulai melawan Persihasel pemain dari Maung Raja segera berangkat dari Jakarta menuju Maluku.


Kali ini mereka akan berupaya untuk mendapatkan tiket masuk ke babak semi final.


Di hari pertandingan melawan Persihasel mereka di sambut oleh sorakan dari suporter Persihasel. Kata-kata kasar dan tidak sopan ditujukan kepada pemain Maung Raja untuk mengganggu mental mereka dalam bertanding. Raka merasa ingin menutup telinganya namun tentu saja hal itu tidak mungkin.


Maung Raja mendapatkan kick off pertama kali, setelah mengatur kontrol bola melalui umpan bolak-balik di lini pertahanan mereka segera melontarkan serangan kepada Persihasel. Pada jarak 19 meter dari gawang Raka mendapat umpan dari Andre yang bergegas ke tengah lapangan.


Pemain Persihasel melupakan kejadian tendangan jarak jauh Raka yang dilakukan di pertandingan ronde pertama. Raka yang melihat bahwa ia memiliki berbagai sudut tembakan yang bagus segera melakukan ancang-ancang untuk menembak.


Nah rasakan tendanganku kali ini


Tentu saja perkataan itu hanya ada dalam pikiran Raka. Bola berhasil di tendang mengarah ke gawang. Kiper Persihasel melompat berusaha untuk menggapai bola namun gagal.

__ADS_1


Gol pembuka yang spektakuler dari Raka berhasil membungkam teriakan suporter Persihasel. Raka berlari mendekati tribun sambil mendekatkan telunjuknya ke bibir. Sebuah gestur untuk menyuruh orang diam. Selebrasi dari Raka berhasil memprovokasi suporter Persihasel namun di abaikan oleh Raka.


__ADS_2