
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
"Halo pemirsa dimanapun kalian berada, kembali lagi bersama saya, yang tidak lain dan tidak bukan Bung Haris.
Masih seperti biasanya saya disini ditemani oleh rekan saya."
"Halo semuanya, saya Bung Burhan kembali menemani Bung Haris. Saya sangat senang bisa kembali disini namun ada satu hal yang saya sesali."
"Apakah Bung Burhan masih menyesali pertandingan kemarin?"
"Tidak, yang saya sesali adalah saya selalu bersama dengan Bung Haris. Aku berharap aku selalui menemani seorang wanita."
"Hahaha, haruskah aku berganti menjadi pakaian wanita?"
Bung Haris dan Bung Burhan mengawali acara dengan lelucon. Hari ini adalah hari dimana pertandingan antara Indonesia melawan Malaysia.
"Pemirsa sekalian, kali ini bukan hanya kami yang akan menemani kalian. Kami telah mengundang guest star disini.
Aku yakin kalian akan mengenalnya. Langsung saja kita panggil, Bambang."
Seorang pria perlahan berjalan memasuki bidikan kamera televisi. Di usianya yang menginjak 42 tahun, badannya masih terlihat kekar dan tegap.
Suporter Indonesia dari segala penjuru tanah air tidak ada yang tidak mengenalnya. Dia adalah mantan striker tajam yang dimiliki oleh Indonesia.
"Halo semuanya, terimakasih telah mengundang saya," kata Bambang sambil melambaikan tangan ke arah kamera.
"Bambang, kamu telah melawan Malaysia berkali-kali sepanjang karirmu. Apa pendapatmu pada pertandingan kali ini?"
"Mereka adalah tim yang kuat. Tidak jarang kami mendapatkan kemenangan tetapi banyak juga mendapatkan kekalahan.
Tapi zaman sudah berbeda, aku menonton pertandingan babak grup sejak awal. Banyak pemain muda yang memiliki bakat yang sangat baik dibandingkan generasiku."
"Lalu kamu optimis dengan pertandingan kali ini?"
"Aku merasa cukup optimis namun pada akhirnya semuanya harus diserahkan kepada pemain yang berada di lapangan. Tugas kita adalah untuk terus mendukung mereka."
Ketika mereka sedang berbincang-bincang, seluruh pemain baik dari Indonesia atau Malaysia segera memasuki lapangan.
Mungkin karena rivalitas yang tinggi, udara dipenuhi dengan bubuk mesiu. Suporter Indonesia dan suporter Malaysia melemparkan provokasi satu sama lain.
Pihak kepolisian telah mengantisipasi kejadian tersebut, sehingga kali ini mereka mengerahkan lebih banyak tenaga untuk menjaga ketertiban.
__ADS_1
Pelatih Indra memainkan formasi yang sama seperti pertandingan melawan Thailand. Perbedaannya adalah kali ini Raka bermain sebagai starter.
Berdiri di posisinya, Raka melakukan peregangan singkat. Ini hanyalah pendapat pribadinya. Dengan melakukan peregangan singkat dirinya akan lebih mudah untuk cepat menyetel dengan jalannya pertandingan.
Wasit segera meniupkan peluit untuk memulai pertandingan. Kick off pertama kali dilakukan oleh Malaysia.
Pemain Indonesia tidak segera bergegas maju namun menutup celah terlebih dahulu agar pemain Malaysia kesulitan untuk menembus.
Umpan bolak-balik terjadi di baris pertahanan pemain Malaysia. Mereka cukup kesulitan untuk mengumpan ke depan.
Akhirnya karena sudah tidak sabar, seorang bek tengah dari Malaysia langsung memberikan umpan lambung ke depan.
Striker Malaysia yang bernama Ali berusaha untuk mengejar bola. Segera dia berdiri tepat diposisi bola jatuh.
Tepat ketika dia hendak melompat, tekanan fisik dari belakang membuat dirinya gagal untuk melompat.
Orang di belakang Aji adalah Tegar. Dia menempelkan tubuhnya pada tubuh Ali dan segera melompat untuk menyundul bola.
Sundulan Tegar membuat bola kembali ke tengah lapangan. Bola tersebut berhasil mendarat di kaki Supriyadi.
Kini giliran Indonesia untuk menyerang.
Supriyadi terus menerobos dari sisi kiri lapangan, seorang bek sayap dari Malaysia datang untuk menghadangnya.
Dia mencoba menendang bola menuju ke tengah lapangan dan kaki bek sayap tersebut terulur. Kaki kanan Supriyadi yang berayun akhirnya tidak menendang namun menggeser bola ke kiri.
Kaki kirinya yang menopang langsung pindah menyentuh bola agar berganti arah ke depan.
Sebuah terobosan cantik dilakukan oleh Supriyadi. Pemain Malaysia benar bahwa mereka harus menjaga Raka namun tim Indonesia sendiri juga tidak kalah hebat dengan Raka.
Suporter yang ada di tribun segera berdiri dan bersorak semakin kencang. Hal ini karena Supriyadi telah mendekati zona pinalti lawan.
Seorang bek tengah Malaysia datang untuk melakukan steal namun gagal. Supriyadi menggeser bola ke tengah dan melewatinya.
Namun ketika Supriyadi berniat untuk menembak, tackle datang dari pemain Malaysia. Dia pun terjatuh ke rumput.
Pemain Malaysia mencoba mengangkat tangannya bahwa tackle itu bersih. Namun wasit yang bergegas ke arah kejadian meniup peluitnya dan menunjuk titik putih.
Indonesia mendapatkan pinalti.
Beberapa pemain Malaysia mencoba untuk memprotes namun wasit tetap teguh pada keputusannya.
__ADS_1
Menurut wasit, skala kewajaran pelanggaran yang terjadi dalam zona pinalti akan meningkat dibandingkan di luar zona pinalti.
Melihat bahwa protes tidak membuahkan hasil mereka dengan patuh berdiri di luar kotak pinalti.
Pemain Indonesia yang akan mengeksekusi bola dari titik putih adalah Aji. Aji menyentuh bola dan perlahan mundur.
Mata Aji menyipit sambil memandangi gawang. Dia menyipitkan matanya karena tiba-tiba pandangan di depannya terasa silau.
Hal ini tidak aneh karena salah satu suporter Malaysia berhasil menyelundupkan laser ke dalam stadion. Kini laser tersebut diarahkan tepat di wajah Aji.
Prit
Wasit meniup peluitnya dan Aji yang berada di belakang bola mulai berlari. Kaki kirinya bertumpu dan kaki kanannya di ayunkan ke belakang.
Baik dari pemain Malaysia dan Indonesia dari luar kotak pinalti bersiap untuk lari. Hal ini sebagai langkah antisipasi ketika Aji gagal melakukan pinalti.
Bertepatan dengan bola ditendang, mereka semua berlari memasuki kotak pinalti.
Tendangan Aji mengarah ke kanan sedangkan kiper Malaysia melompat ke kiri. Dia salah menebak arah tendangan Aji.
Bola memasuki gawang dengan mulus.
Pinalti dengan sukses dieksekusi. Kini keunggulan satu poin bagi Indonesia.
Apresiasi harus diberikan kepada Supriyadi yang dengan ciamik melakukan solo run dari sisi kiri lapangan sebelum memasuki zona pinalti.
Aji yang berhasil mengeksekusi pinalti juga perlu dihargai. Pinalti selain berkah juga bisa dianggap tekanan. Bila gol mereka akan dipuji bila gagal mereka seperti penjahat nasional.
Aji hanya bertepuk tangan kepada suporter Indonesia di tribun sebelum berbalik menuju posisi awal.
Hanya berjeda lima belas menit dan kini tim Malaysia harus melakukan kick off lagi. Dengan formasi 4-3-3 mereka berusaha melakukan terobosan melalui sayap.
Pelatih Indra dari sisi lapangan berteriak kepada Supriyadi dan Nando agar mereka sedikit melebar untuk membantu penjagaan di sisi sayap.
Adapun Ali saat ini tengah berhadapan dengan penjagaan Tegar dan Bagus.
Provokasi yang dilakukannya pada akhirnya membuat mereka berdua panas sehingga memutuskan untuk menjaganya dengan sebaik mungkin.
Upaya Malaysia untuk menerobos dari sisi sayap pada akhirnya gagal karena Brian berhasil menyapu bola ketika pemain sayap Malaysia berhasil melewati Nando.
Kini Indonesia mendapatkan peluang menyerang sekali lagi.
__ADS_1