
PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi
Ini adalah kali kedua Raka berada di Bali. Bila sebelumnya dia melawan PS Jembrana di liga 3 maka kali ini dirinya akan menghadapi Bali United.
Sudah tiga kali pertandingan beruntun dan dirinya terus menerus masuk ke dalam squad utama. Tubuhnya cukup lelah, bukan karena pertandingan namun karena perjalanan menuju stadion lawan.
Indonesia memiliki cakupan yang sangat luas. Maka dari itu perjalanan akan menjadi sangat lama. Seperti kasus saat melawan Bali United ini, mereka bahkan harus naik pesawat untuk mempersingkat waktu.
Beberapa klub yang memiliki dana sedikit bahkan harus melakukan perjalanan darat sebelum berganti menaiki kapal bila bertanding ke luar pulau.
Inilah alasan mengapa kebanyakan klub sepakbola menargetkan tiga poin untuk pertandingan kandang. Karena pertandingan tandang tentu akan membuat kebugaran pemain menurun yang turut berdampak serius bagi performa di lapangan.
Kemungkinan tim akan melakukan kesalahan dan kebobolan menjadi sangat besar. Melakukan rotasi pemain juga menjadi salah satu cara agar klub tetap konsisten dalam penampilannya.
Namun bagi PSIS hal tersebut masih terlalu mewah. Mereka belum bisa menebalkan pemain cadangan. Apalagi untuk dapat menemukan pemain pengganti yang berkualitas seperti mencari jarum dalam jerami.
Raka menggoyang-goyangkan bahunya agar tidak kaku. Dirinya belum terbiasa untuk bertanding dengan menempuh jarak yang cukup jauh ditambah dengan jadwal yang padat.
Saat ini seluruh pemain PSIS telah sampai ditujuan. Atas pesanan dari pihak manajemen, sebuah bus untuk menjemput mereka telah disiapkan.
Keesokan harinya, hari pertandingan. Pemain PSIS telah berangkat dari hotel dan tiba di Stadion kandang Bali United satu jam sebelum pertandingan.
Ketika melihat Stadion tersebut sejujurnya Raka sedikit kaget. Tidak seperti kekuatan yang ditunjukkan, stadion mereka cukup kecil.
Stadion Kapten I Wayan Dipta hanya berkapasitas 27.000 penonton. Bila dibandingkan dengan stadion milik klub besar lain, mereka tergolong kecil.
"Ingat apa yang telah kita latih waktu sesi latihan sebelumnya. Inti dari strategi ini adalah untuk merapatkan pertahanan terlebih dahulu. Setelah itu kita akan melakukan serangan balik secepat mungkin sebelum mereka siap.
Jonathan, aku percayakan padamu untuk menyuplai bola ke depan. Bila kamu ragu akan jangkauan umpanmu, umpanlah kepada Raka. Adapun Maru dan Febri, mohon kerja kerasnya kali ini. Kalian akan terus berlari dan ini seratus persen menguras seluruh energi kalian."
Pelatih Sergio segera melirik jam tangannya setelah menyampaikan apa yang ingin dia sampaikan.
__ADS_1
"Oke cukup. Segera bersiap-siap."
Prit
Suara peluit panjang dari wasit memulai jalannya pertandingan hari ini.
"Selamat siang semua pemirsa, seluruh pecinta sepakbola di tanah air tercinta ini.
Hari ini adalah pertandingan antara Bali United melawan PSIS Semarang. Mungkin banyak pemirsa yang belum menyadari satu hal penting dalam jalannya pertandingan kali ini.
Perlu pemirsa ketahui bila Bali United memenangkan pertandingan kali ini, mereka akan membuat sejarah baru bagi klub mereka yaitu sepuluh kali kemenangan beruntun. Dalam puncak sejarahnya, Bali United hanya mampu mencapai sembilan kemenangan beruntun."
Seluruh pemirsa yang menonton I-TV hari itu juga menyadari urgensi dari kata-kata Bung Haris. Siapa yang memiliki mata juga dapat melihat dari bagaimana Bali United memulai pertandingan.
Dalam layar televisi PSIS ditekan oleh Bali United sepenuhnya. tiga per empat lapangan seperti taman bermain bagi pemain Bali United.
Namun bila penonton yang mengetahui sepakbola melihat pertandingan kali ini mereka akan memuji pertahanan PSIS.
Hal itulah yang membuat pemain Bali United terus mengumpan ke satu pemain ke pemain lain. Mereka kesulitan menemukan celah pertahanan dari PSIS.
Sudah sepuluh menit mereka bertanding tanpa sebuah hasil. Semeton Dewata, sebutan untuk suporter Bali United mengejek pemain PSIS yang tampil seperti kura-kura. Ini adalah bentuk ketidaksukaan mereka karena gagal melihat klub kesayangan mencetak gol.
Saat itu salah satu pemain bintang Bali United sekaligus top assist liga, Amori sudah tidak sabar dan tanpa ragu mengumpan bola ke dalam.
Jonathan yang berada di dekat jalur umpan segera mencegat bola tersebut menggunakan tubuhnya. Tanpa berpikir lebih lama dia mengumpan bola kepada Febri yang telah berlari di sisi kiri lapangan.
Pemain PSIS berusaha berlari secepat mungkin ke depan. Ini adalah momen yang dengan sabar mereka tunggu selama sepuluh menit. Tentu saja mereka tidak ingin melepaskannya.
Febri yang berlari kencang dibayangi oleh pemain bertahan sayap Bali United. Pemain bertahan tersebut berlari lebih cepat daripada Febri. Carl yang melihat hal tersebut segera berlari mendekat.
Bola diberikan kepada Carl. Posisi masih terlalu jauh dari gawang dan dirinya bukan pemain bertipe kecepatan. Awalnya dia ingin mengumpan kembali kepada Febri namun pemain Bali United tersebut terus menempel di dekat Febri.
__ADS_1
Meskipun larinya lambat, Carl tetap dengan sekuat tenaga berlari cepat ke depan. Dia tidak ingin membuang peluang yang telah dibangun bersama.
Beberapa pemain bertahan Bali United sudah hampir mengejarnya dan ini hanya beberapa meter lagi sebelum memasuki kotak pinalti.
"Carl"
Teriakan seseorang yang memanggil namanya membuat dirinya tersadar. Carl melirik ke kanan untuk memastikan dugaannya benar.
Ketika dia benar-benar yakin bahwa di samping kanannya ada Raka yang hampir berhasil mengejar Carl segera memutuskan pilihannya. Dengan kaki kanan bagian luar dia menggeser bola ke kanan.
Raka yang menerima bola segera tanpa ragu menendang bola ke gawang. Penjaga gawang Bali United masih terus meremehkan mereka bahkan ketika PSIS melancarkan serangan balik. Dirinya masih berdiri sedikit ke depan.
Bola berputar dengan kencang namun menghasilkan garis lurus setelah disepak. Kiper tersebut baru merasakan bahaya ketika tendangan jarak jauh di tembakkan.
Sayang beribu sayang, penyesalan selalu datang di akhir. Lima belas meter dari gawang, melalui tendangan jarak jauh Raka berhasil membuat PSIS memimpin Bali United untuk sementara.
Raka segera berlari ke pojok lapangan dan berselebrasi dengan meluncur di rumput.
Cekrek
Suara bidikan kamera terdengar dari belakang papan iklan. Jihan yang melirik hasil bidikannya tersenyum.
"Bagus, tidak sia-sia aku memohon atasan untuk menjadi reporter di pertandingan kali ini."
Sejak pertandingan melawan Arema, Jihan terus menerus hadir di pertandingan PSIS berikutnya meskipun hanya ketika bermain di kandang.
Maka dari itu ketika PSIS melawan Bali United secara tandang Jihan memohon atasannya agar tugas diberikan kepadanya.
Atasan tersebut hanya menggelengkan kepalanya dengan perilaku Jihan. Bagaimana tidak ketika semua isi artikel yang diberikan Jihan hanya seputar PSIS saja.
"Terserahlah, lakukan saja semaumu Jihan. Aku hanya ingin berita artikel yang bagus."
__ADS_1
Jihan terus bersenandung sambil melihat jalannya pertandingan. Bersama kamera di tangannya dia siap mengabadikan momen momen ciamik hari itu.