Dream : Legend Maker

Dream : Legend Maker
Harga yang Harus Dibayar


__ADS_3

PERINGATAN : Segala bentuk nama, tempat, latar belakang hanyalah fiksi


"Rian kepada Cipto, Cipto kepada Riko, yak Raka melakukan tackle, ooh sayang sekali Persija harus kehilangan bola.


Raka berhasil melakukan tackle bersih pemirsa. Kali ini giliran PSIS melakukan serangan.


Umpan lambung jauh ke sisi kanan depan lapangan. Sayang sekali bola terlalu jauh.. ohh! Apa ini pemirsa, rupanya Maru dapat mengejar bola jauh dari Raka.


Maru menggiring yak yak gocek satu terlewati. Persija harus waspada kali ini, Maru melakukan crossing, Okta Okta, ahh sayang sekali sundulan Okta berhasil diterima dengan baik oleh Yasa.


Sungguh peluang serangan balik yang gemilang dari PSIS pemirsa, kita bisa lihat dari tayangan ulang bahwa melalui umpan lambung Raka yang diterima dengan baik oleh Maru berhasil mengobrak-abrik pertahanan Persija. Bagaimana tanggapanmu Bung Burhan?"


"Ini benar-benar luar biasa. Aku tidak pernah melihat permainan seperti ini dari PSIS tahun lalu. Sejujurnya hadirnya Raka sungguh menjadi amunisi tambahan untuk PSIS.


Meskipun Raka masih muda, pelatih Sergio tidak segan untuk memberikan peran kunci dalam squadnya."


"Aku memang merasakan bahwa umpan-umpan Jonathan terlalu jelas dan tidak banyak variasi. Memasukkan Raka adalah pilihan yang tepat.


Adapun umpan Raka, bola selalu berhenti di tempat yang tidak terduga. Apa yang menjadi aneh adalah Maru dapat sepenuhnya mengetahui kemana Raka akan mengumpan. Sungguh mengerikan."


"Perkataan Bung Haris ada benarnya. Raka baru bergabung dalam squad PSIS selama kurang lebih tiga bulan namun dia telah membangun chemistry yang kuat dengan Maru."


"Sepertinya pertandingan kali ini akan menarik. Oh aku juga ada cerita menarik bung."


"Apa itu bung?"


"Rupanya Raka adalah anak didik pelatihan muda Persija. Dia keluar baru-baru ini dan tergabung dalam Maung Raja yang saat ini berada di kasta liga 2 sebelum bergabung PSIS."


"Wah wah wah, gila. Persija telah kehilangan berlian hahaha.."


"Kau benar hahaha."


Ketika Bung Haris dan Bung Burhan sedang mengomentari jalannya pertandingan kini di lapangan sudah memasuki menit ke 35. Baik PSIS dan Persija tidak ada yang bersikap lunak.


Mereka mencoba menjebol gawang masing-masing. Sayangnya belum ada yang membuahkan gol.


Persija hampir saja memimpin namun gol yang diciptakan Valdo ternyata dianulir oleh wasit karena berada di posisi offside.


Saat ini Persija mendapatkan sepakan pojok setelah tendangan jarak jauh Riko dari luar kotak pinalti ditepis.


Cipto mengangkat tangan kirinya sebelum menendang bola. Pemain yang berada di zona pinalti melakukan segala tindakan curang yang tidak bisa dilihat wasit.

__ADS_1


Alie menggunakan tangan kirinya yang berada di blind spot wasit untuk menarik jersey Valdo.


Bola semakin mendekat dan Alie mengencangkan pegangannya, namun Valdo juga tidak bisa di anggap remeh, dia tetap berhasil melompat dan menyundul bola ke arah gawang.


Posisi mereka tidak sepenuhnya dekat dengan gawang. Mereka ditutupi oleh beberapa pemain lain. Sehingga ketika bola datang Ray benar-benar tidak siap.


Dia mengangkat tangan secara reflek namun gagal menghentikan bola untuk masuk ke gawang.


Valdo yang menciptakan gol segera berlari ke tribun dimana The Jack suporter mereka berada. Dia berselebrasi dengan melambaikan tangannya ke tribun.


Gol tercipta di menit ke 38 melalui set piece. Valdo berhasil memecah kebuntuan permainan dengan sundulannya.


"Gooooolllllllll, Valdooo. Luar biasa, akhirnya setelah banyak drama yang dilalui Persijalah yang ternyata berhasil memecahkan kebuntuan lebih dulu."


"PSIS harus mengakui keunggulan Persija meskipun ini berada di dalam kandang sendiri.


Apapun itu, pertandingan masih panjang kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mampukah PSIS mempertahankan kemenangan beruntun atau harus berhenti disini."


Waktu pertandingan terus berjalan dan asisten wasit di sisi lapangan sudah mengangkat papan elektroniknya untuk menandakan waktu tambahan sebanyak 2 menit.


Saat ini bola berada di bawah kontrol PSIS. Raka yang menggiring bola menoleh ke kanan dan kiri untuk melakukan screening lapangan.


Dia pun menendang bola datar lurus ke depan. Apa yang bola tuju adalah Okta yang sedang berlari.


Pemain bertahan Persija, Utomo tampil dengan baik menjaga Okta.


Utomo menendang bola secara kuat ke depan. Suara peluit wasit terdengar menandakan akhir dari babak pertama.


Persija masih memimpin jalannya pertandingan dengan skor 1 - 0.


Ketika kedua belah pemain sedang beristirahat, seorang wanita di tribun tidak beristirahat.


Dia dengan asik menyortir hasil bidikan kamera. Dia akan tersenyum ketika mendapatkan bidikan bagus dan cemberut ketika bidikannya jelek.


Orang itu tentu saja Jihan. Sudah lama dia tidak ditugaskan oleh atasannya untuk bertugas di pertandingan milik Raka.


Ketika atasan memberikan tugas untuk menulis artikel mengenai Persija melawan PSIS dia yang pertama kali mengangkat tangan sebelum rekan-rekannya. Alhasil tibalah dia di sini untuk menyusun artikel.


Tanpa sadar ketika dia sedang asik menyortir foto, waktu pertandingan babak kedua segera dimulai.


Kondisi di lapangan tidak ada yang berubah seperti babak pertama. Hanya saja meskipun PSIS yang tampil lebih agresif tidak ada hasil yang tercipta. Dari sisi Persija juga tidak ragu untuk mencoba menambah skor.

__ADS_1


Saat ini dimenit ke 73, Raka telah menerima umpan dari Jonathan. Dirinya berada di jarak 23 meter dari gawang.


Penjagaan yang diterima Raka oleh pemain Persija tidak terlalu ketat. Sejujurnya mereka meremehkan mantan rekan setimnya Raka. Dia bahkan belum bisa menembus squad pengganti Persija apalagi menghadapi line up utama.


Namun hal inilah yang diinginkan Raka, sangat senang bisa bergerak bebas di lapangan.


Raka melakukan screening sekali lagi namun tidak ada celah untuk mengumpan. Akhirnya Raka membulatkan tekad dan melakukan gesture menendang.


Bola melaju kencang setelah disepak. Tidak ada yang menduga bahwa Raka akan berani menembak bola jarak jauh.


Yasa awalnya berpikir bahwa Raka hanya melakukan umpan terobos, namun kecepatan bola tidak melambat ketika mendekati kotak pinalti.


Dia pun berlari ke kanan dengan cepat dan melompat untuk meraih bola. Jarak antara bola dan lengannya masih terlalu jauh.


Usahanya gagal untuk menepis bola. Sebuah gol penyama kedudukan diciptakan oleh pemain muda PSIS , Raka.


Gol dari Raka adalah harga yang harus dibayar karena berani meremehkan musuh.


The Panser di tribun sudah bersorak dengan gembira. Raka yang mencetak gol juga berlari kebawah tribun untuk menyapa mereka.


Rekan-rekannya juga datang untuk merayakan bersama.


"Tendangan yang bagus sobat."


"Anak muda, kamu luar biasa."


"Aku kira kamu akan mengumpan padaku sial."


Perayaan berakhir dengan singkat karena waktu pertandingan masih panjang.


18 menit sebelum benar-benar berakhir. Mereka mencoba untuk mencetak gol sekali lagi, sama dengan tujuan Persija.


Mereka tidak lagi meremehkan Raka. Cipto dengan jujur mulai melakukan penjagaan ketat pada Raka.


Semakin dekat menuju akhir permainan, belum ada yang berhasil menambah keunggulan.


Raka sempat melakukan tendangan jarak jauh lagi dimenit ke 90+1 namun Cipto melakukan press body. Raka kehilangan keseimbangan sehingga arah bola menjadi tidak terkontrol.


Bola melambung jauh di atas mistar gawang.


Prit..prittt..pritttt..

__ADS_1


Pertandingan berakhir dengan hasil imbang.


__ADS_2