Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 11


__ADS_3

" Kalau begitu titip motor sebentar, nanti ada seorang yang akan mengambilnya." Perlahan Revan berdiri.


" Biar saya bantu..." Chika pinjamkan bahunya tuk menopang satu lengan Revan.


" Terima kasih. Antar aku ke depan, sudah ada taksi online menunggu."


Mereka pun berjalan menuju pintu gerbang, mendekati sebuah mobil yang terparkir di depannya.


" Aku pergi dulu ya, terima kasih sudah membantu." Sebelum masuk ke dalam mobil, Revan menyempatkan mencium tangan mungil Chika, meski hanya sebentar mencium aroma manis di tangannya, Revan sudah merasa senang.


" Maaf..." Chika tidak ingin terjadi hal buruk padanya jika kulitnya bersentuhan dengan lelaki lain, sebab tidak mudah menipu Hansen. Sedikit ada aroma aneh darinya pasti dia tau.


" Kamu hati hati ya, Bye." Segera Revan masuk ke dalam mobil lalu mobil itu segera membawanya pergi dari tempat itu.


Setelah kepergian Revan datanglah dua orang lelaki, mengambil motor milik tuannya tersebut. Setalah semua selesai Chika pun duduk di ruang tamu memikirkan sesuatu yang sangat mengganggu pikirannya.


" Aku harus menghadapi mereka seperti yang di katakan Hansen, tapi...." Banyak hal yang di pikirkan saat ini, rasa takut atas penolakan mereka dan juga cara merubah sifatnya menjadi seorang kuat seperti yang Hansen inginkan.

__ADS_1


Sedari dulu keluarga Hansen terkenal angkuh dan arogan, tidak ada sesuatu yang membuatnya senang kecuali harta dan tahta. Mereka seolah buta dengan uang, tanpa sadar perbuatan mereka banyak menyakiti hati orang lain.


Selama Chika besar dalam keluarga itu, tidak sekali pun dia melihat kedua orang tua Hansen memperlakukan mereka dengan baik.


Sangat kejam, bahkan ibu Chika bekerja tanpa menerima upah, sebab dulu pernah ada kesepakatan yang Chika sendiri tidak mengetahuinya sampai akhir ibunya menutup mata rapat rapat. Setelah kepergian ibunya, Chika di minta menggantikan tugas di rumah itu dengan menjadi pembantu, tapi di saat Chika menggantikan posisi ibunya, mereka meminta Chika mengurus segala kebutuhan Hansen karena mereka memilih pergi ke luar negri demi aset keluarga yang sangat mereka lindungi.


" Lebih baik aku mandi dulu, setah itu baru memikirkan langkah selanjutnya..." Segera Chika berajak dari sofa menuju kamar Hansen yang mulai saat ini juga adalah miliknya.


Setelah selesai dia pun mengeringkan rambut...


" Sebentar lagi aku harus menjalani Drama mengerikan ini, semoga Tuhan melindungi ku." Lirihnya di depan cermin.


Segera Chika menoleh, mendapati suaminya berdiri di depan pintu membuatnya segera mendekat meraih jas yang ada di lengannya. Hansen selalu begitu, melepaskan jas lalu membawanya di lengan.


" Biar saya bantu..." Dia juga meraih tas yang di bawanya.


" Sekarang kamu mulai berlagak menjadi nyonya di rumah ini, berani sekali kamu." Ketus Hansen saat mendapati Chika berlaku bagai Nyonya besar di kamarnya.

__ADS_1


" Bukankah kamu meminta saya untuk bermain peran Antagonis? maka dari itu saya memulai dari sekarang." Ucap Chika, kembali mengeringkan rambut di depan cermin.


Melihat ada sedikit keberanian dalam diri istrinya, senyum pun menjadi hadiah untuk Chika hari ini. " Biar aku bantu..." Dengan perlahan Hansen mengeringkan rambut Chika dengan sesekali memberi pijatan.


" Mas..."


" Hem."


Chika melihat wajah Hansen di Cermin, dia tampak santai hingga sifat paranoid-nya itu seolah sirna.


" Bagaimana cara mengahadapi Nyonya dan Tuan?"


Pertanyaan Chika menghentikan tangan Hansen yang tadinya memijit lembut kepalanya, Raut wajah manis berubah kembali menjadi dingin sedingin gunung es.


" Terserah padamu..." Entah hal apa yang membuatnya marah, yang pasti saat ini moodnya sangat buruk. Tatapan mata itu sangat mencekam bagai hantu di malam bulan purnama.


Meski ada rasa takut di hati Chika tapi dia tau hal yang bisa membuatnya senang, ialah dengan membuatnya bahagia di atas ranjang.

__ADS_1


" Ijinkan saya membuat anda senang hari ini..." Chika mulai mahir dalam melakukan aksinya.


__ADS_2