Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 39


__ADS_3

Setelah sesampainya di mall, Chika langsung berbagi tugas dengan Bi Ratih. Chika belanja di bagian sayur mayur sedang Bi Ratih belanja bahan pokok.


"Semua sudah saya catat di sini, tapi bibi harus ingat cari yang kualitas bagus sesuai merk yang saya catat" Ujar Chika.0


"Baik, Nyonya" Bi Rahit segara melakukan perintah sang majikan.


"Hari ini masak apa ya? pengen masak sayur mayur" Chika langsung bergegas mencari tempat sayur mayur.


Bruk...


Tanpa di sengaja ia menabrak seseorang di depannya "Maaf, maaf, saya tidak sengaja" Membantu memungut barang belanjaan yang terjatuh.


"Chika?"


Suara itu membuat Chika terkejut, ia pun melihat siapa gerangan yang ada di depannya "Ana? ya ampun kamu sungguh Ana sahabat ku?" Dengan mata berkaca kaca ia memeluk sahabat lamanya. Sejak berhenti kuliah mereka tidak lagi saling bertemu. Bahkan Chika kehilngan kontak Ana karena dulu Suaminya sempat memblokir nomor Ana.


"Ya Tuhan, Chika. Akhirnya kita bisa ketemu lagi" Mengeratkan pelukan untuk melepas kerinduan. Setelah beberapa saat mereka melepaskan diri dan saling menatap. Kedua pasnag mata saling bertemu. Mereka tersenyum namun kedua mata mereka berair "Aku seneng banget, An. Bagaimana kalau setelah belanja kita makan di luar, biar aku traktir kamu" Mengusap lengan sahabatnya sembari mengulas senyum.


Ana mengangguk sambil menyeka air mata yang hampir jatuh "Oke Nyonya Hans" Menjentikkan ibu jari.


"Kalau begitu biar cepat selesai kamu bantuin aku belanja bulanan yuk. Aku nggak sabar pengen ngobrol panjang lebar sama kamu, aku kangen banget sama kamu" Raut wajah Chika memperlihatkan kasih sayang seorang sahabat melebihi saudara. Di saat paling rendah dalam hidup Ana paling depan membantu Chika.


"Dih sekarang yang udah jadi Nyonya besar..." Menyenggol lengan Chika "Enak ya bunya laki orang kaya, tinggal bilang beli ini itu langsung di kasih. Andai saja aku juga bisa dapat suami tajir, wah pasti hidup ini berubah seratus delapan puluh derajat"


Chika menggeleng kepala "Di kira enak jadi bini pengusaha. Asal kamu tau ya kita kalau mau kemana mana itu pasti sendiri, saking sibuknya suami kita. Mending kalau mau nikah jangan sama pebisnis deh, mending sama juragan tanah aja" Ujar Chika.

__ADS_1


Ctak...


Ana menjentikkan jari ke dahi Chika "Ogah nanti aku di kasih makan tanah. Pengennya tuh bunya laki kaya laki kamu itu, eh nggah deng. Nanti kalau nikah sama orang kaya si paranoid itu aku nggak bisa hidup lama. Hidup tertekan" Ujar Ana.


"Eits....jangan salah. Suami paranoid bisa bucin lho kalau ketemu sama pawangnya"


Ana memicingkan mata "Ah mana ada? ngaco kamu"


"Benar. Sekarang suami ku itu nggak kaya dulu, pokoknya dia itu berubah drastis"


"Nggak percaya aku"


Chika langsung menggendeng lengan Ana "Aku serius. Ya udah kita bicarakan itu nanti, yang penting sekarang kamu bantuin aku belanja dulu"


"Oje deh Nyonya Hans" Mereka pun langsung belanja semua keperluan rumah tangga. Dengan bantuan Ana semua menjadi cepat selesai.


"Iya, Nyonya ada yang bisa bibi bantu?"


"Begini, bi setelah ini saya mau keluar sama teman saya. Nanti bibi pulang naik taksi aja ya"


"Baik, Nyonya"


Setelah membayar semua belanjaan Chika pun langsung menuju sebuah tempat.


Tok, tok, tok...

__ADS_1


"Masuk..."


Seorang wanita mamasuki ruangan Hansen sembari membawa beberapa berkas "Maaf mengganggu waktu bapak. Ada proposal yang harus bapak tanda tangani"


"Hem...." Hansen langsung menanda tangani proposal tersebut.


"Maaf, pak. Di luar ada seorang wanita minta ketemu dengan Anda"


Hansen mengetuk jari di atas meja "Siapa? apakah istri saya?"


"Bukan, pak. Seprtinya kami belum pernah melihat beliau sebelumnya"


"Baik, kamu suruh dia tunggu saya setengah jam lagi" Begitulah Hansen. Dia tidak langsung mudah menemui orang tak di kenal tanpa maksud dan tujuan yang jelas.


"Baik, pak"


Beberapa saat kemudian pegawai tadi menghampiri wanita itu "Pak Hansen meminta anda menunggu setengah jam lagi. Beliau sedang sibuk"


"Setengah jam? lama sekali. Pokoknya saya mau ketemu sama dia sekarang" Si wnaita hendak menyelonong masuk tapi di tahan oleh pihak keamanan


"Heh apa apaan ini? saya mau bertemu Hans sekarang juga. Kalian minggir"


"Maaf, bu. Kami hanya menjalankan tugas. Kalau pak Hansen belum mengijinkan anda bertemu maka kami akan menghentikan anda"


"Sial..." Kesal si wanita sembari kembali ke tempat tunggu "Ngeselin banget sih. Bos sama anak buah smaa aja" Meengepalkan tangan manahan emosi.

__ADS_1


"Siapa yang mau bertemu dengan ku siang begini?" Hansen pun langsung mengecek CCTV. Ketika ia melihat sosok wanita itu membuatnya memutar bola mata "Dia lagi dia lagi, mau apa wanita gila ini?"


__ADS_2