Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 43


__ADS_3

"Mas, kamu sudah pulang?" Ucap Chika katika baru saja masuk dalam rumah. Ia melihat sang suami tengah duduk sambil minum secangkir teh. Hansen lantas bangkit lalu mendekati Chika "Aku sangat merindukan kamu" Hansen langsung memeluk sang istri.


Chika belum tau kalau videonya viral di jagad maya "Kangen? nggak biasanya mas seperti ini, ada apa sebenarnya?" Chika pun terheran atas sikap sang suami. Tidak seperti biasa Hansen seperti itu padanya.


Hansen melepas pelukan sambil menatap sang istri dalam "Tidak usah pedulikan omongan orang karena kamu adalah pilihanku. Percayalah suamimu ini akan membuat wanita gila itu jera telah menghinakan kamu, sayang" Membelai rambut panjang Chika.


"Tapi, mas....." Tatapan mata Chika mulai berkaca kaca. Perasaan bercampur aduk tidak menentu sampai membuatnya hampir menangis. Gumpalan air mata tak mampu terbendung, antara sakit hati dan merasa bersalah.


"Ssstttt...." Jari telunjuk Hansen membungkam mulut Chika "Sekarang kamu adalah ratu dalam hidupku. Jadi, seorang ratu akan mendapat tempat terbaik selama hidupnya. Sedikit saja orang melukai perasaanmu atau menyentuhmu, maka mereka harus menerima kemarahanku" Terlihat jalas sekali kalau ucapan Hansen tidak main main.

__ADS_1


Kelemahan seorang Lelaki dengan sifat paranoid adalah ketika mencintai akan sepenuh hati, dan jika di sayangi akan selalu melindungi. Sikap lelaki dengan sifat seperti Hansen kalau sudah jatuh cinta tidak akan mudah berlain hati.


Ketika bibir hampir mendekat tiba tiba saja Chika menutup mulut sang suami "Mas, jangan seperti itu nanti ada yang lihat" Lirih Chika sembari menengok kiri kanan"Bagaimana kalau orang bayaran kamu itu melihat kita, malu kali mas"


Hansen melebarkan senyum kemdian memapah sang istri "Kalau begitu kita selesaikan di kamar"


"Mas, Hans. Aku bisa jalan sendiri, turunkan aku" Kedua pipi Chika merona.


"Akhirnya sekarang Tuan dan Nyonya bisa hidup bahagia layaknya pengantin baru" Salah seorang asisten rumah tangga melihat ke arah majikan sebelum sang majikan tenggelam masuk dalam kamar.

__ADS_1


Bi Ratih menepuk pundak salah satu dari mereka "Hobi kalian ini ngrumpiin Tuan sama Nyonya ya? nanti kalau Tuan tau bisa kena maki kita. Sudah sana kita lanjut kerja" Ujar Bi Ratih membubarkan sekumpulan asisten rumah tangga.


"Kita itu seneng banget lihat mereka harmonis kaya gitu lho, Bi. Lihatnya tu jadi baper sendiri. Kisah mereka itu udah kaya drakor gitu, sweet banget" Dengan ekspresi kagum.


Di lain sisi Revan tengah melihat video viral saat ini "Keterlaluan sekali wanita ini, bisa bisanya dia mempermalukan Chika. Aku nggak boleh tinggal diam. Sudah cukup penderitaan Chika, sekarang mungkin waktu yang tepat untukku menjemputnya" Revan berencana kembali ke kota X demi menemui Chika.


Setelah berunding dengan sang ayah, akhirnya Revan kembali ke kota X demi sang belahan jiwa.


"Kamu yakin, nak?" Sang ayah menepuk pundah Revan berberapa kali.

__ADS_1


Dengan tekat kuat Revan berkata "Sudah saatnya Revan mengeluarkan dia dari neraka itu, pi. Meski kekuatan kita tidak sebesar kekuatan keluarga Hansen, tapi Revan sudah memutuskan untuk bersaing saat ini juga. Revan nggak rela melihat Chika tersakiti terus menerus. Sudah saatnya Revan kembali dan menjemput wanita yang Revan cintai."


__ADS_2