Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 29


__ADS_3

Sesampainya di kamar, Hansen terkejut melihat Chika berdiri menghadap jendela kamar dengan membaca Novel kesukaannya.


" Chika...." Ucap Hansen.


" Mana yang sakit?" Dengan wajah panik, Hansen berusaha mendekati istrinya, tanpa perduli banyaknya darah mengalir dari telapak tangannya.


Seketika Chika menoleh dan melihat banyaknya darah dari tangan suaminya.


" Hansen kamu kenapa?" Segera Chika meletakkan buku itu di atas kasur dan menghampiri suaminya.


" Biar aku obati dulu."


" Tidak perlu. Yang terpenting sekarang adalah kesehatan kamu, sekarang kita periksa ke dokter takut asam lambung kamu kambuh lagi." Ucap Hansen dengan wajah panik.


Chika merasa bersalah karena dia sudah membohongi suaminya.


" Maaf, sebenarnya aku hanya berpura sakit. Semua aku lakukan supaya kamu tidak menyetir dalam kondisi seperti ini. Tadi Jaka menghubungi aku dan mengatakan bahwa kamu terluka." Jelas Chika seraya meraih tangan kanan Hansen yang terluka dan masih ada beberapa serpihan kaca.


" Aw...sakit, pelan-pelan saja." Hansen meringis kesakitan kala Chika mencabut salah satu serpihan kaca.


" Tau sakit masih saja nekat." Ketus Chika.


Hansen yang tadinya kesal dan marah terhadapnya, menjadi luluh dengan sikap lembut yang Chika tunjukkan padanya. Bahkan Chika meniup tangannya sebelum dia kembali mencabut serpihan kaca di tangan Hansen.

__ADS_1


" Untuk sementara biar aku perban dulu. Tapi, kita harus ke Rumah Sakit, takut infeksi."


Hansen menatap wajah Chika penuh arti. Bagi Hansen luka di tangannya bisa membuat mereka dekat dan menarik perhatian sang istri, meski dia tau luka di hati Chika sulit di sembuhkan oleh perubahan sikapnya, tapi Hansen sudah memutuskan untuk tidak menyakiti Chika lagi. Hansen ingin Chika bersikap layaknya seorang istri bukan seperti simpanan. Perhatian Chika saat ini membuatnya tidak ingin berpaling wajah.


" Lain kali jangan membohongi aku. Jika tadi aku celaka di jalan, semua karena aku cemas terhadapmu, sayang. Jangan berbuat seperti itu lagi, ya..." Ucap Hansen sembari mengusap kepala Chika.


" Maafkan aku..." Lirih Chika.


" Aku yang harusnya minta maaf sudah membuat kamu repot.."


Setalah usai membalut tangan Hansen dengan perban, Chika menatap mata suaminya. Di sana dia melihat ada sisi lain dari Hansen yang berusaha di perlihatkan. Senyum simpul di bibirnya membuat jantung berdegup kencang.


" Jangan menatap ku seperti itu..." Segera Chika bangkit, membereskan sisa perban dan mengembalikan kotak obat ke tempatnya.


" Maafkan aku." Hansen tiba-tiba memeluk Chika dari belakang. Entah kenapa dia merasa sangat bersalah karena dia sudah membentak Chika.


Seketika Hansen membalikkan badan Chika sehingga kini mereka saling berhadapan, saling bertatap muka dan sejenak terdiam mencari arti dari tatapan keduanya.


Tok tok....


Mereka terkejut saat pintu kamar di ketuk.


" Siapa?" Segera Chika melepaskan pelukan tangan Hansen lalu membuka pintu kamar.

__ADS_1


" Maaf, Nyonya. Di depan ada yang mencari Tuan." Ucap seorang asisten rumah tangga.


" Siapa?" Sambung Hansen yang tiba tiba muncul di balik badan Chika.


" Saya tidak tau, Tuan. Lebih baik Tuan lihat sendiri." Setelah itu sang asisten kembali turun.


" Ayo kita lihat dulu..." Segera Hansen menggandeng tangan Chika, membawanya menuruni anak tangga.


" Kamu?" Hansen terkejut dengan kedatangan seorang Dokter muda yang tidak lain adalah sahabat baiknya.


" Kata Jaka kamu sakit, jadi aku kesini dengan semua kesiapan. Sini biar aku obati luka kamu itu." Ucap Dokter tampan yang saat ini duduk manis di sofa ruang tamu.


" Kamu memang sahabat terbaik ku. Thank ya, sudah mau repot datang demi aku."


" Tak apa. Kita adalah sahabat, dan tugas sahabat adalah membantu yang lainnya saat terkena masalah." Jelas Erick dengan melebar senyum.


" Oh iya, kenalin ini istri ku, Chika." Hansen memperkenalkan Chika pada sahabat baiknya.


" Halo, saya Erick. Salam kenal.." Saat Erick menjulurkan tangan dan Chika hendak menggapai tangannya, Tiba-tiba saja Hansen menepis tangan Erick dengan sangat keras.


" Tidak perlu bersentuhan. Sekarang kamu bantu obati tangan ku." Ucap Hansen menyela perkenalan antara mereka berdua.


Erick menggelengkan kepala....

__ADS_1


Sejak kapan Srigala ini jatuh cinta sama wanita ini?


Dan sepertinya wanita ini begitu istimewa. Baru kali ini dia memperlihatkan sisi bucinnya kepada seorang wanita. Seakan sifat asli Hansen berubah 180 derajat


__ADS_2