Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 15


__ADS_3

Sore hari Chika mengajak Hansen pergi berkunjung ke makam orang tuanya, tapi dengan alasan meeting mendadak Hansen tidak bisa ikut serta, Chika pun memutuskan pergi sendiri.


Sebelum dia keluar dari rumah, Hansen memintanya untuk membuatkan teh jahe dan Chika segera bergegas menuju dapur.


" Mau menjelma menjadi apa pun tetap saja kamu hanya pantas menjadi seorang babu..." Ketus lelaki yang berdiri tepat di belakang Chika.


Ya, dia adalah Virgo, ayah Hansen dan juga Ayah mertuanya. Seketika saja Chika menoleh mendengar kalimat kejam...


" Ayah, sejak kapan anda disini? saya bisa buatkan teh jahe untuk anda." Berusaha berperan dalam drama yang baru saja melibatkan dirinya. Rasa sakitnya tertutup senyum simpul.


" Ayah? siapa sudi menerima kamu sebagai menantu, kamu hanya seorang pembantu sampai kapan pun akan tetap seperti itu."


" Seberapa kuat anda menolak saya semua itu tidak merubah kenyataan bahwa saya adalah anak menantu anda, Tuan." Mengulas senyum sembari membawa secangkir teh jahe. " Saya permisi dulu Ayah mertua..." Tanpa mendengar hinaan dan makian dari mulut Ayah mertuanya, Chika pun menaiki anak tangga membawakan minuman untuk suaminya.


" Baik, saya segera datang." Hansen membuka pintu kamar tergesa-gesa, dengan wajah panik. Di saat bersamaan Chika sudah berada di depan pintu. Tentunya mereka saling terkejut.


" Aku berangkat dulu." Segera Hansen menuruni anak tangga dengan sedikit berlari kecil.

__ADS_1


" Mas ini tehnya di minum dulu..." Ucap Chika berusaha menghentikan langkah kaki Hansen. Namun lagi lagi Hansen sibuk dengan ponselnya dan semakin mempercepat langkahnya.


" Tidak biasanya dia panik seperti itu..." Lirih Chika seraya masuk ke dalam kamar, meletakkan cangkir itu di meja kerja Hansen yang terletak di pojok ruangan.


" Lebih baik segera bersiap ke makam Ibu sama Bapak...." Senyumnya mengembang mengingat akan berkunjung ke tempat yang telah lama tidak di datangi.


Baru berjalan beberapa langkah, dirinya di kejutkan dengan jatuhnya sebuah buku..


Bruk....


Ada beberapa buku jatuh dari meja kerja Hansen.


" Buku apa ini.." Di lihatnya ada satu buku besar bersampul hitam, namun buku itu di beri tanda silang.


" Apa yang kamu lakukan?" Tiba tiba saja Hansen berdiri tepat di depannya.


" Hansen..." Karena terkejut Chika pun kembali menutup buku itu.

__ADS_1


" Anu....tadi saya tidak sengaja menjatuhkan buku buku ini." Jelas Chika menunduk. Dia takut jika Hansen akan marah padanya.


" Jangan sekali kali menyentuh barang barang ku." Dengan kasar Hansen memelintir tangan Chika sampai buku di tangannya jatuh.


" Maaf, saya tidak bermaksud lancang, sungguh."


Hansen sebenarnya kesal tapi dia harus segera mengambil dokumen yang tertinggal di atas meja kerjanya.


" Jangan merasa kamu adalah istri ku jadi kamu bisa berbuat lancang." Segera Hansen mendorong Chika hingga terjatuh ke lantai.


" Sungguh saya tidak sengaja." Lirih Chika.


" Sudahlah, sekarang kamu cepat pergi ke makam orang tua kamu kerena nanti malam kita harus menghadiri sebuah acara." Jelas Hansen seraya meraih buku hitam itu lalu meletakkan di laci dengan mengunci rapat.


Dia pun segera mengambil dokumen dan pergi lagi.


" Kenapa dia bisa marah? memang apa isi dari buku itu..." Heran Chika.

__ADS_1


Namun dia tak ingin menghabiskan waktu hanya demi memikirkan hal yang tidak jelas. Karena saat ini tujuannya adalah berkunjung ke makam orang tuanya.


Dengan capat Chika bangkit lalu bersiap menuju tabah makam.


__ADS_2