Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 44


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan siang tadi, Vero lantas menyusun rencana jahat untuk mencelakai Chika. Dengan mengendap endap depan rumah ia melompat samping pagar lalu menerobos masuk. Vero sudah tau seluruh seluk beluk rumah Hansen jadi membuatnya lebih mudah mencari jalan masuk. Pakaian serba hitam melakat di badan rampingnya, serta menggunakan penutup wajah berupa topeng. Sekitar tengah malam ia melancarkan aksi. Tidak ada satu orang pun dalam rumah itu karena memang bukan jamnya orang terjaga. Hanyaterluhat penjaga gerbang dan juga satu orang satpam tengah berbincang. Mereka tidak mengetahui adanya penyelinap. Perlahan kaki melangkah menuju kamar Chika. "Kalau gue nggak bisa dapatin dia maka siapa pun tidak akan bisa mendapatkannya. Hidup gue hancur karena ulah wanita kampungan itu, sekarang lihat apa yang bisa gue lakuin" Senyum tipis mengambang di sudut bibir Vero. Perlahan membuka pintu kamar, nampak sepasang pasutri tertidur pulas sambil berpelukan.


"Kurang ajar, beraninya mereka tidur nyenyak sedangkan gue banyak di hujat orang banyak" Mengeluarkan sesuatu dari balik baju kemudian mendekat ke arah Chika. Ketika Vero sudah bersiap dengan senjata tajam tiba tiba saja Hansen terbangun mendengar suara langkah kaki "Mau apa kamu?" Seketika Vero panik melihat Hansen terbangun. Ia pun terburu buru ingin menghujamkan pisau kepada Chika "Mati kamu..." Belum sempat pisau menghujam di badan Chika, Hansen lebih dulu menendang Tangan Vero sampai Pisau terjatuh.


"Sialan...." kecam Vero seraya memungut kembali senjata tajam miliknya. Sigap Hansen lalu menyeret sang istri sampai terbangun. Satu tusukan hampir menganai badan Chika, namun Hansen berhasil menyelamatkannya.


"Sayang, kamu tidak apa apa?" Tanya Hansen.

__ADS_1


Chika masih tidak mengerti apa yang sedang mereka hadapi. Hingga dia tau bahwa akan ada pembunuhan "Astaga, mas dia siapa? mau apa dia?" Meringkuk di pelukan sang suami.


Sudah ketangkap basah akhirnya Vero melepas topeng. Sambil memperlihatkan senyum sinis penuh kemurkaan "Kamu harus lenyap malam ini juga"


"Kamu?" Mereka terkejut ketika tau orang yang hendak mencelakai mereka adalah Vero, mantan tunangan Hansen beberapa tahun lalu. Dengan tertawa ia duduk di sofa sambil melihat Hansen dan juga Chika "Hahahaha.....gagal kasih kejutan deh. Oke, kalau begitu dari pada buang waktu lebih baik kalian mati saja. Kalian sudah menghancurkan hidupku. Terutama wanita kampungan ini" Dengan jari menunjuk tepat di wajah Chika "Posisi yang itu seharusnya milikku" Vero mengeluarkan senjata api lalu menodongkan peda mereka.


"Atau apa?" Ucap Vero meninggi. Senjata api tertodong tepat di kepala Hansen "Asal lo tau, gue gila kaya gini juga karena lo. Gua cinta mati sama lo, tapi lo banyak nyakitin gue.( Menghela nafas) dari pada harus menahan sakit lihat kalian bahagia, lebih baik kalian berdua mati" Hampir melepas tembakan namun Chika tiba tiba menyentuh kaki Vero sambil memohon belas kasih"Tolong jangan lakukan itu, Kita bisa bicarakan ini dengan kepala dingin. Tolong jangan sakiti mas Hans" Chika ikut berusaha membujuk Vero supaya tidak melakukan tindakan konyol.

__ADS_1


"Kalian kira dengan memohon bisa membuatku luluh? kalian salah besar. Gara gara kalian hidup gue hancur. Maka dari itu gue ingin kalian lenyap dari dunia ini" Ketika senjata api hendak di tembakkan tiba tiba saja ada suara tembakan. Sontak Chika meringkuk di pelukan sang suami. Chika susah pasrah jika malam ini adalah akhir kehidupan baginya dan sang suami. "Ka.....lian menang" Ucap Vero sambil menahan sakit. Seseorang lebih dulu menembak dari belakang. Hansen tercengang melihat Vero perlahan luruh ke lantai "Sayang, kita selamat" Hansen memeluk sang istri. Ternyata sebelum Vero masuk rumah ada salah satu asisten rumah tangga melihatnya, dia langsung menghubungi pihak berwajib demi keselamatan sang majikan.


"Bawa dia keluar" Titan seorang polisi kepada Hansen.


Dalam pelukan sang suami seluruh badan Chika gemetar "Jangan takut kita sudah aman, sayang" Memeluk erat sambil menciumi kening sang istri.


"Aku takut, mas" Chika masih syok atas apa yang di lihatnya. Tidak pernah sekali pun terpikir bahwa dia akan menyaksikan kematian seseorang tepat di depan mata. Hal itu menimbulkan ketakutan sampai akhirnya Chika pingsang di pelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2