Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 26


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Chika sudah kembali ke rumah Hansen dengan status nyonya besar. Hansen mengumumkan pada media bahwa Chika resmi adalah istri tercintanya, Namun Chika tak perduli karena hatinya sudah melemah. Cinta yang selama ini di pertahannya hanya mendapat banyak hinaan. Pada dasarnya manusia tidak bisa bersabar, karena sabar hanya milik Tuhan.


Hati melemah ketika semua perjuangannya sia-sia. Kecewa dan air mata perlahan menutup cintanya dan menutup awan hitam di sekitarnya. Terkadang Cinta itu aneh, mampu bertahan di saat mereka masih kuat, tapi lemah saat kehilangan kendali. Mungkin saat ini Chika ada dalam fase lemah, dimana dia lelah dengan semua sikap suaminya.


" Untuk hari ini kalian bisa langsung kerja..." Titah Hansen kepada tiga orang di hadapannya.


" Loh, Hans. Mereka ini siapa?" Tanya Farah yang saat itu baru saja keluar dari kamar.


Hansen tidak memperdulikan pertanyaan ibundanya dan memilih membagi tugas untuk mereka semua...


" Kalau begitu kalian bisa mulai bekerja." Ucap Hansen dengan beranjak dari sofa.

__ADS_1


Sebelum Hansen berhasil pergi, Farah lebih dulu menghentikan putranya..


" Sampai kapan kamu mengacuhkan orang yang sudah melahirkan kamu, nak? apa ini balasan dari rasa sakit saat mama melahirkan kamu? apa ini yang namanya balas budi?" Seorang ibu meminta kembali kasih sayang dari seorang anak yang pernah di kandung dan di lahirkan. Namun kebencian dalam hati Hansen membuatnya tidak punya rasa sedih atau pun hormat. Baginya orang tuanya adalah langit dan bumi, dimana mereka selalu ada di saat dia menghadapi kesulitan.


" Hansen...kamu dengar mama, tidak?" Langtang Farah saat melihat putranya berjalan hampir menaiki anak tangga.


Seketika langkah kaki terhenti. Kepalan tangan mengerat seolah ingin meluapkan perasaannya.


" Seorang ibu tidak akan mungkin tega meninggalkan putranya sendirian dan hanya di asuh oleh pamannya sendiri. Seperti apa sikapku saat ini, semua adalah karena kalian..." Tatapan mata Hansen mengobarkan api kemarahan yang membuat Farah tak bisa berkata lebih kecuali menetaskan air mata.


Chika melihat pertengkaran mereka sampai dia memutuskan mendekati suaminya...

__ADS_1


" Sudah cukup. Jangan sakiti wanita yang telah berjuang demi kamu..." Lirihnya dengan meraih tangan Hansen sampai kepalan tadi melunak.


" Siapa kamu berani ikut campur urusan keluarga kami?" Tiba tiba saja Virgo datang dari luar dengan di temani Vero. Sepertinya Virgo sengaja mengajak wanita itu datang bersama dengan keluarnya.


" Sudah jelas bahwa dia adalah nyonya besar di rumah ini." Ketus Hansen tanpa perduli dengan pandangan mereka semua.


" Lelaki seperti ini yang ingin kalian jodohkan dengan putri kami? maaf kami tidak sudi." Segera Vero di bawa keluar oleh seorang lelaki yang tidak lain adalah ayahnya.


" Semua ini karena kamu, Chika. Awas saja kamu..." Kesal Farah dengan berusaha mengejar Vero, seseorang yang sangat di inginkan menjadi menantunya itu.


" Dasar wanita tidak tau malu..." Sambung Virgo dengan melempar tatapan tidak suka.

__ADS_1


" Hans, papa kecewa sama kamu. Mulai saat ini jangan harap kami mengakui mu sebagai anak." Merasa di permalukan, Virgo pun masuk kamar dan membanting pintu dengan keras.


" Jangan sampai kamu kehilangan mereka.." Ucap Chika seraya melangkahkan kaki turun dari anak tangga. Namun Hansen kembali menghentikan langkahnya dengan memandang dalam mata istrinya, berusaha meyakinkan bahwa dia bisa hidup tanpa orang tuanya.


__ADS_2