Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 21


__ADS_3

Setelah hampir empat hari di Rumah Sakit, Revan terus menemaninya sampai rela tidur di sana demi mendampingi wanita yang ia cintai. Setiap kali Chika membuka mata pasti ada Revan di sisinya, senyum manis mengembang di bibir Revan menyuguhkan hari bahagia tuk wanita istimewa yang saat ini berada dekat dengannya.


Walau pada kenyataannya Revan bukan lelaki yang di harapkan Chika berada di samoingnya. Orang itu tidak lain adalah suaminya sendiri, Hansen. Dia ingin saat membuka mata senyum seperti itu yang pertama kali terlukis di bibir suaminya. Tapi, sikap arogan Hansen sangat sulit tuk bersikap baik kepadanya. Sehari saja tidak marah adalah suatu keajaiban bagi Chika, bagaimana dia bisa melihat sang suami bersikap seperti Revan. Sungguh tidak akan mungkin terjadi.


Lamunan Chika buyar ketika ada bayangan tangan melintas di depan matanya...


" Hey...kamu kenapa?" Tanya Revan.


Chika tersenyum..


" Tidak apa apa. Aku hanya senang saja akhirnya hari ini bisa pulang..." Jawab Chika.


Hari ini Chika di perbolehkan pulang. Tapi, sesuatu memberatkannya karena dia tidak punya tempat tinggal. Karena dia tidak punya rumah atau pun saudara. Chika pernah meminta Revan untuk membawanya pergi dari kota itu, Tapi Revan meminta Chika memulihkan kondisi fisiknya sebelum menempuh perjalanan jauh.

__ADS_1


" Kalau begitu biar aku antar kamu pulang, di mana rumah kamu?" Dengan lembut Revan membantu Chika turun dari ranjang panas Rumah Sakit.


" Re...." Chika menghentikan tangan Revan kemudian menggenggam erat tangan lelaki tampan tersebut. " Bantu aku cari tempat berlindung, aku tidak punya rumah dan kedua orang tua ku sudah lama meninggal. Satu satunya tempat tinggal ku adalah rumah itu. Tapi, aku tidak mau kembali ke sana lagi." Wajah Chika seketika muram. Meski Revan belum tau pasti masalah antara dia dan majikannya, tapi Revan melihat ada kegelapan dalam setiap ucapan Chika.


Tanpa di sadari air mata Chika tumpah...


" Chika...kamu menangis? maaf jika aku banyak bertanya..." Dengan panik Revan menyentuh kedua tangannya lalu menatap dalam mata wanita cantik tersebut.


Pada awalnya Chika tidak ingin menceritakan tentang kejadian malam itu, tapi air matanya bercerita panjang lebar sampai Revan merasa bahwa siksaan Chika itu pasti ulah dari lelaki yang juga pernah membuatnya celaka waktu itu.


Revan mengepalkan tangan sebelum dia memeluk Chika " Sekarang kamu aman bersama ku."Ucapnya meyakinkan.


" Terima kasih.." Jawab Chika pelan.

__ADS_1


" Revan...." Dia melepaskan diri dari pelukan lelaki itu. " Tolong bantu aku lepas dari semua ini."


" Pasti! sekarang kamu ikut aku, akan ku carikan tempat tinggal sementara untuk mu"


Chika terpaksa meminta pertolongan padanya, demi bisa terlepas dari Hansen.


Sebenarnya Chika punya satu sahabat, Ana. Tapi dia yakin jika Hansen akan tau keberadaannya dengan mudah jika Chika pergi ke rumah Ana. Demi melindungi diri dari amarah suami sekaligus majikannya, Chika sampai memohon dari seorang lelaki yang dekat dengannya.


" Sekarang kamu tunggu di sini biar aku urus administrasinya dulu." Segera Revan pergi meninggalkan Chika di ruang tunggu.


Di saat Revan selesai melunasi tagihan Rumah Sakit, dia pun segera menuju tempat di mana Chika berada, namun di jalan dia melihat sosok lelaki yang tidak lain adalah Hansen.


Lelaki itu ada di sini...

__ADS_1


Gue harus segera bawa Chika jauh dari sini atau dia bisa menyakiti Chika nantinya.


Segera Revan berbalik arah, mencari jalan lain menuju tempat di mana Chika tengah menunggunya.


__ADS_2