Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 19


__ADS_3

Betapa sakitnya Chika menerima perlakuan hina dari suaminya sendiri. Dia harus di permalukan di hadapan semua orang.


Saat ini Chika kebingungan harus keluar dari rumah bagaimana, tidak mungkin dia pergi dengan kondisi seperti sekarang.


" Kamu butuh ini..." Sehelai handuk tersuguh di depan matanya.


" Anggap saja aku menolong kamu..." Vero meraih tubuh Chika sembari menatap jijik.


" Badan kamu penuh luka seperti ini, menjijikkan." Sehelai handuk melingkar di pundaknya menutupi sebagian tubuh Chika.


" Terima kasih. Saya akan mengingat kebaikan kamu..." Ucap Chika pada Vero.


Tak berapa lama Chika melangkah pergi dari pekarangan rumah Hansen. Banyak pengendara dan pejalan kaki melihat Chika, bahkan ada banyak siulan menggoda dari kaum adam dan juga perkataan kotor dari mereka.


" Aku tidak sanggup lagi...." Dengan berderai air mata, Chika berlari tanpa arah dan tujuan. Saat ini dia hanya mengikuti langkah kaki.


Ketika Chika melewati sebuah warung makan, ada beberapa orang bersorak ria dan menghina dirinya, kebetulan Hansen juga ada di sana tengah minum kopi.


" Ada apa sih..." Karena penasaran Hansen keluar melihat seorang wanita berlari dengan hanya memakai handuk.

__ADS_1


" Sepertinya aku mengenalnya...." Sedikit mengingat kemudian dia sadar bahwa ikat rambut yang di kenakan sama persis dengan ikat rambut yang di pakai Chika.


" Astaga, Chika...." Segera Revan berlari mengambil motor lalu mengendari dengan cepat untuk menyusul Chika.


" Chika...." Teriak Revan saat ada beberapa pemuda tengah mencoba berbuat buruk.


Bruk....


Revan memukul salah satu lelaki yang tengah memaksa Chika melepaskan handuk di badannya.


" Siapa Loe, berani sekali mengganggu kesenangan kami?" Salah satu di antara mereka mendekati Revan dengan melayangkan tinju.


" Siapapun Gue kalian tidak boleh menyentuhnya..." Dengan perlawanan brutal Revan mampu membuat ketiga lelaki kekar itu lari terbirit-birit.


"Kamu tidak usah takut lagi. Sudah, kamu tenang saja ada aku di sini. Sekarang aku akan melindungi kamu..." Revan memeluk Chika, menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan.


Hik hik hik....


" Revan..." Suara lirih Chika kian menyayat hari Revan.

__ADS_1


" Sekarang kamu pakai ini..." Revan melepas jaket kemudian memakaikan pada Chika. Saat ini Revan hanya bertelanjang dada demi melindungi wanita tercinta.


" Kamu ikut aku." Segera Revan membawa Chika dari tempat itu. Meski aksinya banyak menyita perhatian publik, tapi Revan tidak perduli karena baginya kehormatan Chika adalah hal terpenting.


" Chika...." Revan merasa aneh saat tangan Chika lepas dari pinggangnya. Segera Dia menepi lalu mendapati Chika terkulai lemas di punggungnya.


" Dia pingsan, bagaimana ini?" Revan panik mendapati Chika tidak sadarkan diri. Dengan cepat Revan berbalik badan lalu mengendong Chika menuju sebuah pangkalan ojek yang terletak tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Karena malam sudah larut jadi pangkalan ojek itu tidak di huni siapapun, hanya mereka berdua saja. Pencahayaan juga tidak ada hanya remang lampu jalanan.


" Chika bangun, buka matamu..." Ucap Revan panik seraya menepuk pipi Chika, berharap Chika tersadar.


" Siapapun orang yang telah mempermalukan kamu, tidak akan aku ampuni." Amarah Revan meluap melihat wanitanya terkulai lemas tak berdaya. Tatapan balas dendam terpancar ganas dari matanya.


" Re..van." Suara Chika nampak melemah.


" Syukurlah kamu sudah sadar...." Seraya mendekap Chika lebih erat. " Kita pergi ke Dokter ya?" Ajak Revan.


Chika menggeleng kepala...


" Aku harus pergi..." Ketika Chika hendak melangkah tiba tiba saja pandangannya kembali gelap.

__ADS_1


" Chika....." Segera Revan menangkap tubuh Chika lalu membawanya kembali duduk dengan sigap Revan membaringkan tubuh Chika di kursi panjang, sedangkan dia mencari taksi untuk mengantarkan Chika menuju Rumah sakit.


Setelah hampir sepuluh menit Revan belum juga mendapatkan taksi, sehingga dia memilih untuk menghubungi sahabat dekatnya untuk membawa mobil pribadinya menuju tempat mereka berada.


__ADS_2