Dunia Gelap Chika

Dunia Gelap Chika
Episode 24


__ADS_3

" Tidak! jangan pernah berharap kamu bisa lepas dari ku begitu saja." Hansen meraih pundak Chika dengan mencengkeram erat.


Air mata Chika tumpah dengan semua sikap Hansen selama ini. Dia sangat lelah menjadi budak nafsu dan sering kali mendapat perlakuan tidak baik darinya.


" Arggghhh...." Saking emosinya Hansen lebih kuat mencengkeram pundaknya, sampai Chika memekik kesakitan...


" Aww...." Chika berusaha melepaskan diri tapi Hansen masih dalam kondisi buruk. Jadi sulit untuk dia lepas dari amarahnya sebelum semua tuntas.


" Apakah kamu belum puas menyiksaku selama ini? butuh waktu berapa lama lagi untuk kamu membunuh aku? aku lelah. Sudah waktunya kamu membunuhku dari pada hidup tersiksa seperti ini...." Hari ini Chika meluapkan semua rasa sakit dalam hati.


" A....aku tidak bermaksud seperti itu. Aku, aku hanya...." Hansen merasa tidak mampu melihat air mata duka mengalir dari mata istrinya.


" Hansen, aku tau sepenuhnya hidup ku ada dalam genggaman mu. Tapi aku sudah tidak sanggup menghadapi semua ini, aku ingin mati saja."

__ADS_1


" Tidak. Kamu harus tetap hidup. Maafkan aku, maaf." Segera Hansen memeluk erat tubuh Chika. Namun Chika terus berontak sampai Hansen sulit membuatnya tenang.


Setelah sekian lama melakukan perlawanan dan Hansen masih saja erat memeluknya tanpa memberi sedikit pun peluang untuk lepas darinya, kini Chika mulai melemah berganti dengan isak tangis.


Sejujurnya Hansen merasa sangat bersalah pada malam itu. Dia tidak menyangka bahwa kejadian malam itu membuat Chika membencinya sampai lebih memilih tiada dari pada hidup bersama.


Sebenarnya malam itu setalah tau Chika benar benar keluar dari pagar, Dia segera berlari mengejarnya. Tapi di saat menuruni anak tangga dia terjatuh sampai kakinya terkilir dan tidak bisa berjalan sempura. Setalah kejadian itu Hansen langsung di bawa ke Rumah Sakit untuk menjalani pengobatan.


" Sekarang aku janji tidak akan menyakiti kamu lagi. Demi kamu, aku sampai rela memasang iklan di media demi mendapatkan kamu kembali. Tolong beri kesempatan kedua untukku..." Seorang Hansen menundukkan kepala di hadapan seorang Chika yang kerap kali di sakiti. Setalah kejadian itu Hansen benar merasakan kehilangan sampai tidak ada hari tanpa memikirkan kesalahan terbesarnya itu.


Hansen merasa geram saat Ego-nya kembali menguasai diri sampai dia berusaha menatanya supaya tidak lepas kontrol.


" Baiklah, kalau itu bisa membuat mu ksmbali padaku..." Segera Hansen mengeluarkan ponsel dari saku celananya kemudian menghubungi para lelaki yang tadinya menahan Revan.

__ADS_1


" Lepaskan dia...." Ucapnya pada seorang di telepon.


Chika tau bahwa Hansen tengah menahan amarahnya....


Seberapa lama kamu mampu mengendalikan Ego itu....


Pandangan Chika lepas dari wajah Hansen, melihat kaca jendela yang terguyur air hujan rintik....


Telat di saat Chika merasa luka mendalam dan Tuhan menurunkan air tuk memberinya ketenangan. Melihat ada hujan Chika segera keluar dari mobil....


" Mau kemana kamu?" Ucap Hansen dengan meletakkan ponsel lalu berusaha keras melepas sabuk pengaman. " Jangan lari..."


Hansen mengira bahwa Chika akan meninggalkan dia lagi, tapi nyatanya Chika hanya berdiri di samping mobil dengan sedikit bersandar pada pintu mobil dan kepala mendongak ke atas....

__ADS_1


" Wahai hujan sembuhkan setiap luka hatiku ini, beri aku ketenangan layaknya engkau yang selalu menyiram bumi gersang ini. Wahai hujan berikan sedikit tabah mu untuk membuat ku kuat menghadapi kenyataan ini." Lirihnya dengan menikmati tiap tetes air hujan.


__ADS_2