
Senin adalah hari yang paling dibenci banyak orang karena apa? Karena mereka akan melakukan aktivitas seperti biasa lagi setelah mereka menghabiskan waktu untuk beristirahat termasuk Laika yang pagi ini sudah siap dengan seragamnya.
"Laika ayo sarapan" Laika melangkahkan kakinya menuju lantai bawah ia menatap Ferrel yang sedang menyantap sarapannya pun mengikutinya.
Setelah selesai sarapan Laika langsung berpamitan kepada Mamanya.
"Lai nanti pulang sekolah gue yang jemput, lo tunggu di parkiran aja" Laika hanya mengacungkan jempolnya kemudian berjalan menuju luar rumah dan langsung menaiki mobilnya.
...¤¤¤¤...
Laika melangkahkan kakinya melewati koridor sekolahnya saat berjalan Laika mendengar para perempuan bergosip dan mengatakan jika Mervin berubah sangat cuek termasuk Laika, pantas saja tadi saat bertemu Mervin tidak menganggunya ah Laika tidak peduli ia langsung memasuki kelasnya.
"Tumben Lai dateng pagi" tanya Andira bukannya gimana Laika sedang malas berbicara entah kenapa Laika tidak menanggapi ucapan Andira melainkan langsung duduk di bangkunya.
"Lai kata kak Naren, kak Mervin cuek banget, dia aja tuh dicuekin sama Mervin"
"Gue tau"
"Lo kenapa dah? Nah pasti lo galau kan gara-gara Ka Mervin cuek juga sama lo kan aaa ngaku aja deh lo" Laika menatap Zahra malas.
"Dihh! Yakali Ra kalo ngomong yang bener-bener aja napa"
"Ye kan sapa tau" Laika memutarkan bola matanya malas.
"Gue capek aja, eh dirumah gue ada Ferrel tau lo gak mau main kerumah gue?" Zahra mendelik.
"Haa seriusan lo?!"ucapnya yang agak heboh, Laika menganggukkan kepalanya.
Dulu Ferrel sama Zahra deket banget sampai hampir ketahap lebih wkwk tapi ga jadi gara-gara dulu Ferrel brengsek banget phpin Zahra trus punya yang baru.
"Tapi gue gak bisa main lain kali deh" Laika hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan ia langsung membaca novel barunya.
"Astaga baru lagi Lai? Perasaan lo baru deh baca novel yang kemaren, lo gak bosen apa Lai baca buku yang gak isi gambarnya sama sekali terus tulisannya kecil lagi" Laika menggelengkan kepalanya.
"Tapi isinya bagus" Zahra hanya menghela nafas.
Skip..
__ADS_1
Zahra, Laika, Andira dan Calista berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sedari tadi sudah demo, mereka memilih tempat yang agak pojok karena tempat itu yang nyaman.
"Mau pesen apa?"tanya Andira.
"Samain aja Dir"ucap Zahra setelah itu diangguki Laika dan Calista.
Tak lama kemudian Laika melihat geng Mervin jalan ke arah tempat dimana dia dan temannya duduki ia menatap sebentar Mervin yang dengan wajah datarnya.
"Kita boleh gabung gak? Soalnya udah penuh"ucap Naren yang mewakili sambil melihat ke arah sekitar dan memang benar meja mereka saja yang masih ada sisa banyak, Zahra menatap Calista dan Laika seolah meminta persetujuan, Laika menghela nafas lalu mengiyakan saja.
Mereka sudah duduk dan tibalah Andira sambil membawa nampan yang berisikan pesanan mereka, Andira sempet terkejut sebentar dan langsung duduk di sebelah Laika.
Laika melihat Galih yang tersenyum padanya dan Laika membalasnya, sedangkan Mervin ia tetap diam dengan wajah datarnya sambil memainkan ponselnya, Andira yang sedang memegang tangan Laika karena ia suka dengan Daniel teman segeng Mervin yang tengah menatap Andira juga.
Naren beranjak dari duduknya ia berniat memesan makanannya dan temannya segera ia langkahkan kakinya untuk memesan.
Laika memakan baksonya dengan perlahan dan diam ia menatap Galih yang sedang melihat dia makan pun tersipu malu.
"Oh iya masalah tugas drama kita itu besok mulai kerja kelompok ya di rumah Laika sepulang sekolah"ucap Zahra yang membuka pembicaraan.
"Gue sih boleh-boleh aja ya elonya dikasih apa nggak ke rumah guenya lo tau sendiri kan kalo lo gadiijinin jauh-jauh" Laika terdiam setelah Andira berbicara ia hanya fokus mengaduk-aduk baksonya itu entahlah tiba-tiba ia merasa kehilangan selera makan.
"Makannya jangan diaduk-aduk Lai"ucap Galih membuat Laika tersentak dan langsung memakan makanannya sedangkan yang lainnya menatap Galih yang sedang menatap Laika.
"Yaudah dirumah gue aja"ucap Laika, Naren datang sambil membawa nampan seperti yang dilakukan Andira, sedari tadi Laika belum mendengar Mervin membuka suaranya ia tengah asik memainkan ponselnya itu.
"Tumben lo gak makan Vin?"tanya Naren membuat Mervin menatapnya.
"Gak laper" memang benar saat ini Mervin sangatlah cuek termasuk pada Laika perubahannya membuat Laika bingung seketika Mervin beda dari yang kemaren biasanya Mervin selalu menganggu Laika ya walaupun dengan wajah datar tanpa senyum.
Setelah habis Laika langsung beranjak dan semua menatap ke arahnya kecuali Mervin, Laika sempat melirik Mervin sebentar tapi langsung dialihkan menatap mereka yang sedang menatapnya.
"Gue duluan yaa"ucap Laika sambil membalikkan tubuh dan berjalan cepat menuju kelas tanpa mendengar respon dari temannya. Tetapi Mervin sempat melirik sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke ponselnya.
Laika berbohong sebenarnya ia tidak ke kelasnya melainkan berjalan menuju perpustakaan sembari membaca novel yang ia bawa. Laika memasang earphone di kedua telinganya ia merasa lebih tenang, setelah itu ia kembali membaca novelnya, Laika tidak mengerti dengan perasaannya saat ini.
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi Laika pun melepas earphone nya dan berjalan menuju kelasnya tetapi saat di koridor ia seperti menabrak seseorang yang membuatnya terjatuh dan meringis Laika yang ingin mengeluarkan semua omelannya pun tak jadi setelah melihat siapa yang ditabraknya ternyata itu es balok Laika tersentak menatap wajah datarnya.
__ADS_1
Seketika ia langsung beranjak dan tak jadi mengomel.
"Maaf kak gue gak sengaja"ucap Laika sambil menunduk ia takut jika melihat wajah Mervin yang seperti itu.
Mervin terdiam sejenak setelah itu ia langsung meninggalkan Laika tanpa sepatah katapun entahlah karna apa mungkin Mervin lagi malas saja untuk berdebat, setelah kepergian Mervin, Laika menghela nafasnya dan melanjutkan jalannya menuju kelas.
...****...
Laika berjalan terburu-buru karena supirnya sudah menunggu di parkiran tiba-tiba ia tak sengaja melihat salah satu buku Mervin terjatuh saat dia berjalan mungkin itu terjadi karena melihat tasnya yang tidak tertutup rapat.
Laika berfikir sejenak, karena ia tidak tahu harus diambil atau tidak ia menatap sekelilingnya yang sangat sepi, Laika tidak ada pilihan lain selain mengambil buku itu siapa tau buku itu sangat penting bukan? Akhirnya ia berlari mengambil buku tersebut kemudian berlari mencari keberadaan Mervin yang sudah sangat jauh setelah sudah dekat jaraknya dengannya Laika menepuk bahunya membuat Mervin menoleh dan menatap nya dengan tatapan datar.
"Hm kak tadi gue nemuin buku lo jatuh di koridor mungkin karna tas lo yang gak ketutup rapet makanya jatuh" Laika menyerahkan buku tersebut dengan perasaan gugup, Mervin pun menaikkan satu alisnya setelah membaca pemilik buku tersebut ia langsung menatap Laika.
"Mana? Orang namanya bukan nama gue kok alibi lo kali" Mervin meninggalkan Laika yang sedang menganga bisa-bisanya ia salah memberi buku eh tapi jelas-jelas kok tadi melihat buku itu terjatuh dari tas Mervin tidak mungkin kan jika buku itu tidak punya nya tapi setelah menatap tas Mervin yang tertutup sangat rapat itu membuatnya malu sendiri, setelah penasaran ia membuka buku tersebut dan membaca pemilik nama tersebut Mervin Alvero Laika mendelik menatap nama tersebut tenyata dia benar dan Mervin telah mengerjainya.
"SIALAN GUE DIKERJAIN HHH!!!"pekiknya yang kesal setelah itu ia menghentakkan kakinya dan berjalan menuju mobilnya dengan perasaan kesal, sangat kesal.
.
.
.
.
.
Bersambunggg....
#SALAM AUTHOR
#SALAM MANIS DARI MERVIN
Jangan lupa vote dan komennya yaaa hehe..
to be continued...
__ADS_1