
Seperti apa yang di beritahu saat itu bahwa acara promnight akan diadakan membuat para murid bersuka ria mencari pakaian apa yang cocok untuk mereka pakai termasuk Laika, ia sudah mempunyai pakaian yang ia akan pakai hari ini karena hari ini lah puncaknya.
Saat ini Laika tengah bersantai di sofa ruang tamunya sambil memainkan ponselnya. Resya yang berada di sebelahnya pun menatapnya.
"Jam berapa acaranya Lai?" tanya Resya sambil membolak-balikkan halaman majalah yang ia baca, Laika menoleh dan menatap Resya.
"Jam 7 ma" Resya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sementara Laika masih sibuk berkutat dengan ponselnya entah apa yang sedang ia lakukan.
"Terus Mervin jemput jam berapa?"
"Setengah tujuh ma" Lagi-lagi Resya hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Inget bentar lagi papa pulang kamu udah janji kan bakal kenalin Mervin ke papa?" ucapan Resya membuat Laika sontak menoleh lalu menganggukkan kepalanya.
"Laika inget kok ma lagian Lai udah bilang juga ke kak Mervin"
"Dia mau dateng kan?"
"Mau lah ma, kak Mervin itu gak mungkin takut"bela Laika membuat Resya tersenyum dan beranjak dari duduknya.
"Mama kekamar dulu ya Lai" Laika hanya menanggukkan kepalanya sementara Resya langsung melenggang pergi menuju kamarnya.
******
Tak terasa jam telah menunjukkan ke angka 6 sore membuat Laika yang sedang makan pun langsung berlari menuju kamarnya dan langsung bersiap karena jam setengah 7 Mervin menjemputnya. Entah kenapa jantung Laika berpacu sangat cepat seperti ia mengerti bahwa akan ada sesuatu yang tidak bisa ia duga.
Setelah selesai mandi Laika langsung memakai dressnya yang berwarna putih padahal cenderung banyak yang memakai warna gelap tapi entah kenapa Laika suka saja memakai warna putih, dan tak lupa berdandan karena kalau tidak bisa-bisa dia menjadi bahan olokan karena tidak memakai make up sama sekali eh tapi siapa yang berani mengganggunya?. Hanya tipis saja ia ingin terlihat tetap natural tidak menor. Setelah dirasa semua sudah selesai Laika menatap penampilannnya di depan cermin sambil tersenyum, bukannya ia terlalu percaya diri namun apa yang dikatakan Calista benar Laika sangat cantik jika berdandan seperti ini.
Laika menata rambutnya yang sedikit berantakan lalu ia mengambil tas kecil yang ia bawah dan memakai higheels, setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju lantai bawah untuk menunggu Mervin yang menjemputnya. Sebenarnya ia bisa saja sedikit ngaret toh Mervin mau menunggunya tetapi Laika hanya merasa tidak enak jika Mervin lama menunggunya maka ia memutuskan untuk bersiap-siap lebih dulu.
"Eh udah siap aja"ucap Resya yang tiba-tiba menghampirinya membuat Laika sedikit tersenyum.
"Kamu cantik banget sih Lai persis deh kayak mama cantiknya"ucap Resya membuat Laika tersenyum malu.
"Ah mama bisa aja nih mujinya" Resya terkekeh melihat tingkah Laika yang malu-malu begini.
"Mama yakin kalau Mervin liat kamu pasti pangling deh, makin cinta sama kamu"goda Resya membuat Laika mengembungkan pipinya saat mendengar perkataan Resya.
"Ihh mama nih suka banget ya godain anaknya"ucap Laiak membuat Resya terkekeh geli melihat wajah Laika yang sedikit kesal akibat godaan Resya terhadapnya.
Tak lama kemudian terdengar suara bel pintu membuat Resya dan Laika sontak menatap ke arah pintu.
"Tuh pangerannya udah dateng samperin gih"ucap Resya sambil terkekeh sementara Laika hanya tersenyum dan berjalan perlahan ks arah pintu utama.
Ceklek..
Kedua mata saling tatap menatap dengan tatapan kagumnya, Mervin menatap Laika tak percaya begitu juga dengan Laika yang melihat penampilan beda dari Mervin karena hari ini ia memakai jas berwarna hitam, bisa ditebak saat sampai di sekolah mereka berdua akan menjadi sorotan bagi murid-murid satu sekolahannya karena melihat mereka yang sangat serasi, setelah keduanya sadar karena bertatapan pun Laika memilih mengalihkan pandangannya karena malu.
"Kita langsung berangkat atau gimana?"tanya Mervin yang lembut membuat Laika tak bisa berhenti untuk tidak tersenyun.
"Langsung aja" Mervin menganggukkan kepalanya.
"Gak ada yang ketinggalan kan?"tanya Mervin membuat Laika menggelengkan kepalanya, tiba-tiba Resya datang menghampiri mereka berdua membuat Mervin langsung menyaliminya.
"Kalian hati-hati ya, Vin tolong jagain Laika jangan sampai kenapa-napa ya" Mervin tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Siap tante, yaudah kalau gitu kita berangkat dulu ya tan" Resya mnganggukkan kepalanya, sebelum pergi Laika tidak lupa menyalimi tangan Resya dan mencium pipinya setelah itu mereka berjalan beriringan menuju mobil.
Skip...
Tak butuh waktu lama mobil Mervin telah sampai di parkiran sekolah mereka Mervin langsung turun dari mobilnya dan membukakan pintu Laika membuat Laika tersenyum dan langsung keluar dari mobil Mervin.
"Thanks kak" Mervin hanya tersenyum menanggapi ucapan Laika, tiba-tiba Mervin menekuk sikunya dan menaruh tangan nya dipinggang membuat Laika mengerutkan keningnya tak mengerti, Mervin yang melihat wajah kebingungan Laika pun menarik tangannya agar Laika memegang lenganya setelah itu mereka berjalan beriringan memasuki gedung Sekolahan.
Saat berjalan memasuki tempat utama yaitu berada di taman sekolah semua pandangan tertuju pada mereka, bukan tatapan sirik atau judes yang Laika dapat melainkan tatapan seperti ingin memuji dan kagum, entah kenapa Laika merasa gugup jika ditatap seperti itu, ia pun mencoba untuk tenang dan berdehem sejenak.
"Udah santai aja gak usah gugup gitu, ttu mereka yuk kita samperin" Mervin tetap menggandeng tangan Laika menuju teman-temannya yang sedang memegang minuman.
"Weiss broo, tumben udah pada dateng" sapa Mervin membuat mereka serempak menoleh ke arah Mervin dan Laika, dan langsung bertos ria pada Mervin.
Laika mengalihkan pandangannya mencari ketiga sahabatnya tapi tak kunjung keliatan, ia pun kembali menatap tiga teman Mervin.
"Kalian liat Zahra, Andira sama Calista gak?"tanya Laika membuat mereka serempak menganggukkan kepalanya.
"Lagi ngambil minuman sih dibilangnya, nanti kesini lagi kok Lai lo diem aja"ucap Galih membuat Laika mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Kamu mau minum apa? Biar aku yang ambilin"tanya Mervin membuat Laika hanya menganggukan kepalanya.
"Samain aja deh" Mervin mengangguk ngerti dan langsung melenggang pergi untuk mencari minum.
Selang beberapa menit saat Mervin pergi ketiga sahabat Laika menghampirinya dengan heboh.
"Anjirr gila cantik banget lo Lai"ucap Andira membuat Laika hanya tersenyum menanggapi nya.
"Biasa aja kali, lo pada juga cantik"
Setelah itu mereka bercerita ria sampai Mervin datang membawa dua minum untuknya dirinya dan Laika sambil menunggu semua murid hadir diacara promnight kali ini.
Tak lama kemudian acara pun di mulai membuat semua merapat ke arah panggung dan terlihat dua orang MC menaiki panggung sambil tersenyum.
"Selamat malam semuanya" sapa Riri salah satu MC membuat semuanya serempak menjawab.
"MALAMM!"
"Oke sebelum kita mulai acara promnight kali ini ada baiknya kita buka dengan doa agar acara ini tetap berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan, berdoa dipersilahkan" serentak ketika Ghani berbicara semua murid menundukkan kepalanya.
".... Berdoa selesai" mereka kembali menegakkan pandangannya kedepan.
__ADS_1
"Nah acara pertama kali ini aku mau kalian cari pasangan kalian terus kalian dansa, yang pasangan terfavorit akan mendapatkan hadiah"ucap Riri yang heboh membuat mereka yang mempunyai pasangan untuk dansa bersorak ria kecuali yang tidak mempunyai pasangan menanggapinya dengan malas.
Semua yang membawa pasangannya untuk berdansa diam ditengah tempat yang sudah diberitahu oleh kedua MC, setelah musik di setel mereka langsung berdansa mengikuti alunan tersebut. Entah kenapa Laika tidak ingin ikut karena ia tidak bisa dansa tetapi Mervin menepuk pundaknya pelan membuatnya sontak menoleh.
"Yuk dansa"ucap Mervin yang menarik tangannya pelan tetapi Laika menahannya membuat Mervin kembali terhenti dan menoleh kearahnya.
"Kenapa?" Laika tak menjawab melainkan menggelengkan kepalanya.
"Jangan deh aku gak bisa dansa"ucap Laika membuat Mervin tersenyum dan menatapnya lekat.
"Semua murid disini juga gak bisa dansa kok, tapi mereka mau ikut supaya mereka bisa jadi pasangan terfavorit, ayo ikut masa iya udah punya pasangan tapi malah gak mau ikut sih"ucap Mervin, namun Laika masih ragu takutnya ia akan malu diliatin banyak orang karena ia tidak bisa dansa.
"Tap-"ucapannya terpotong oleh Mervin yang lebih dulu menyela perkataannya.
"Tenang aja nanti kamu tinggal ikutin aku aja, ya?" dengan rasa terpaksa Laika menganggukkan kepalanya ia hanya tidak ingin melihat Mervin kecewa. Mereka pun berjalan berdampingan menuju tengah-tengah membuat semua menoleh dan menatap ke arah mereka sedangkan Laika yang ditatap seperti itu hanya bisa tersenyum gugup tetapi Laika mencoba untuk menghilangkan rasa kegugupannya, Laika mulai menaruh tangannya di bahu dan tangan satu lagi digenggam erat oleh Mervin, sedangkan Mervin tangan satunya lagi memegang pinggang Laika. Entah kenapa saat seperti ini rasanya ada kupu-kupu terbang di perut Laika.
Perlahan mereka mulai menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan nada bersambilan dengan mata mereka yang saling menatap lekat seperti hanya ada mereka disini, sementara yang lain menatapnya tidak percaya dengan mereka bahkan kedua MCnya pun juga begitu mereka hanya tersenyum-senyum saja melihat kedua insan tengah menari dengan serius.
Mervin menoleh ke arah samping melihat banyak mata yang memandang mereka setelah itu ia kembali menatap gadisnya sambil tersenyum dan ia memajukan wajahnya sedikit membuat Laika tiba-tiba tersentak.
"Aku mau malam ini semua orang tau kalau kamu itu cuma punya aku dan aku itu cuma punya kamu, aku gak mau ada orang ketiga atau siapapun yang mencoba untuk hancurin hubungan kita intinya aku gak akan biarin semua itu terjadi, jadi kamu jangan pernah khawatir aku akan selalu ada disisi kamu tanpa harus kamu minta" setelah selesai berbicara Mervin menjauhkan wajahnya dan kembali menari, sementara Laika yang mendengar perkataannya hanya bisa tersenyum senang.
Tak lama kemudian waktu berdansa sudah habis dan kini saatnya pertunjukkan-pertunjukkan yang pastinya ditunjukkan oleh para murid disekolah ini yang ingin menyumbangkan acara, membuat Laika Mervin dan lainnya yang sedang berkumpul menyaksikan pertunjukkan tersebut.
"Sumpah dah lo berdua bikin semua potek liatnya, ***** serasi bangett"ucap Calista yang agak heboh membuat Laika terkekeh mendengar Responnya.
"Bener banget gue yakin pasti lo berdua jadi pasangan terfavorit deh!"ucap Andira membuat Mervin menatap Laika sambil tersenyum.
"Pasti dong gak usah diragukan lagi"ucap Mervin sambil terkekeh dan diikuti oleh semuanya.
"Awalnya aja gue gak nyangka promnight bakal diadain lagi, tapi gak papa deh untung jadi ya walaupun gue gak punya pasangan hari ini"ucap Daniel yang memasang tampang seperti sedih membuat Galih yang melihatnya geli pun menoyornya.
"Lebay lo, pantes aja gak ada yang mau"celetuk Galih membuat Daniel mendelik.
"Heh enak aja, gue bukannya gak ada yang mau, cuman gue lagi seleksi cewek yang bener-bener tipe gue" Naren mengikuti gaya bicara Daniel seperti mengejek.
"Sok-sok an pake seleksi segala lo" Daniel menaikkan kedua bahunya acuh ia kembali menatap ke arah panggung begitupula dengan ketujuh orang ini.
Setelah semua berakhir tiba-tiba kedua MC itu menaiki panggung sambil tersenyum membuat semua merapat dan menatap nya.
"Nah karena semua acara udah terlaksana, dan ini dia yang pastinya ditunggu-tunggu jadi kita bakal umumin pasangan dansa terfavorit, kita cari 1 juara aja ya"ucap Riri membuat Ghani menganggukkan kepalanya setuju. Mervin yang menggenggam tangan Laika pun melepasnya. 'Mungkin ini saatnya'batinnya.
"Aku ke toilet bentar ya kamu jangan kemana-mana nanti aku kesini lagi kok"ucap Mervin yang langsung melenggang pergi tanpa mendengar balasan Laika sedangkan Laika hanya bisa menghela nafasnya dan kembali menatap ke arah depan.
"Bener banget, tapi sebelumnya kita ada pertunjukan nih dari seorang lelaki yang bener-bener populer disekolahan ini dia bakal nyanyiin lagu istimewa buat orang yang istimewa bagi dia, hm siapa ya kira-kiraa"ucap Ghani.
Deg.
Entah kenapa jantung Laika berpacu sangat cepat seakan ada sesuatu, Laika berusaha tetap tenang sengan menarik dan menghembuskan nafasnya beberapa kali seraya menatap ke arah depan, sedangkan ketiga sahabat bersorak heboh entah kenapa Laika tidak peduli.
Tiba-tiba ada seorang lelaki menaiki panggung sambil membawa gitarnya membuat Laika yang sempat mengalihkan pandangannya pun terkejut tak percaya begitupula dengan respon ketiga sahabatnya itu, Laika tidak tahu apa yang akan Mervin lakukan diatas panggung sana, dan Laika melihat respon semua murid yang menjerit ketika Mervin baru saja menaiki panggung sambil membawa gitar tak lupa dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
Mervin menatap ke arah dimana Laika berada yang pastinya dengan senyuman, ia hanya ingin hari ini membuat semua orang tau bahwa mereka sudah resmi menjadi pasangan dan ia hanya ingin malam ini menjadi malam yang berkesan untuk Laika makanya ia ingin menyanyikan lagu khusus untuk Laika.
"Malam ini gue bakal mempersembahkan lagu spesial yang pastinya untuk orang yang menurut gue juga spesial dan kalian pasti tau kan siapa dia? Gue cuma berharap bisa langgeng sama dia dan gue gak mau berharap lebih cukup dia selalu ada buat gue aja udah lebih dari kata cukup"ucapan Mervin membuat semua sorot mata menatap Laika yang masih memasang wajah tak nyangka nya karena Mervin sebegitu beraninya berbicara didepan panggung seperti itu.
Jrengg...
Tiba-tiba lampu meredup dan hanya menyorot ke arah Mervin yang sedang memetik gitarnya.
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
Mervin yang menatap Laika sambil tersenyum membuat Laika membalas senyumannya.
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now till my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
What we have is timeless
My love is endless
And with this ring I say to the world
You're my every reason you're all that I believe in
With all my heart I mean every word
__ADS_1
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now till my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white
Yeah, yeah
Nananana, so beautiful in white
Tonight
Entah kenapa saat ini Mervin merasa terbawa suasana ia bernyanyi dengan seriusnya, ia hanya ingin mengutarakan perasaannya saat ini, ia hanya ingin bisa bersama Laika selamanya sampai maut memisahkan mereka berdua, seberapa dari mereka ada yang menangis mendengar suara Mervin karena baper, seberapanya lagi ada yang mendengarkannya dengan tenang sambil menghayati, mereka benar-benar tak percaya apa yang dilakukan Mervin ini adalah diluar dugaannya, mereka yang menjadi penggemar Mervin sungguh senang jika sifat Mervin kembali seperti dulu ya walaupun ia sudah mempunyai kekasih namun mereka juga sangat berterimakasih sama Laika karena telah mengubah sifat dingin Mervin dengan perlahan.
And if a daughter is what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, but when she falls in love we let her go
I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white, yeah yeah
So beautiful in white
So as long as I live I love you
Will have and hold you
You look so beautiful in white
And from now till my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Nananana, so beautiful in white
Tonight
( Beautiful in White- Shane Filan)
Setelah selesai semua bertepuk tangan dan bersorak ria membuat Mervin tersenyum menanggapinya setelah itu ia segera turun dari panggung, sementara Laika masih mematung ditempat ia masih tak percaya, pembawaan lagu dari Mervin benar-benar membuatnya sangat merinding.
Mervin menghampirinya dan memeluknya erat membuat Laika membalas pelukannya erat, dan setelah itu mereka melepaskan pelukannya saat kedua MC kembali menaiki panggung.
"Wahhh Mervin bisa aja ya bikin kita semua baper, sumpah suaranya bagus banget"ucap Riri yang diangguki Ghani.
"Iya bener banget Ri, oke sebagai penutup kita akan mengumumkan siapa pasangan terfavoritnya"
"Hmm.. Kayaknya sih ya kalian semua udah pada tau siapa pasangan terfavoritnya"ucap Riri membuat ketiga sahabat Laika dan ketiga sahabat Mervin menatap mereka dengan tatapan menggoda sedangkan yang ditatap hanya mengerutkan keningnya bingung.
"Okee gak usah berlama-lama lagi, juara 1 pasangan dansa terfavorit jatuh kepada.... "ucap Ghani yang menggantungkan kalimatnya, kemudian Riri dan Ghani saling bertatap.
"MERVIN DAN LAIKAA!!"pekiknya membuat semua bersorak ria sedangkan yang namanya disebut menatapnya tak percaya.
"Mervin dan Laika dipersilahkan untuk ke panggung karena kita akan memberikan hadiah"ucap Riri membuat keduanya jalan berdampingan menuju panggung, setelah menaiki panggung semua kembali bersorak dan bertepuk tangan membuat Laika tak berhenti untuk harus tersenyum, begitupula dengan Mervin.
Riri memasangkan mahkota di kepala mereka dan memberikannya hadiah.
"Congrats ya kalian, btw langgeng terus"ucap Riri sambil bersalaman dengan Laika dan Mervin, sedangkan mereka membalas salaman tersebut dan mengucapkan terimakasih.
Setelah itu mereka kembali ke tempat tadi, teman-temannya menghampirinya dan mengucapkan kata selamat mereka berdua hanya tersenyum sebagai menanggapinya.
********
Setelah acara promnight tadi berakhir disepanjang perjalanan menuju rumah Laika, Laika sudah tertidur dengan lelapnya di mobil Mervin mungkin akibat kecapekan, Mervin yang sedang fokus menyetir hanya tersenyum sambil sesekali menatap wajahnya yang tenang. Karena merasa gemas Mervin mendekatkan wajah nya dan mencium kening Laika.
"Good Night sweety, tidur yang nyenyak ya semoga mimpi indah kalau bisa si mimpiin aku hehe"bisik Mervin sambil terkekeh pelan.
Saat sampai di rumah Laika, Mervin tak berniat untuk membangunkannya ia pun langsung menggendong Laika menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...Bersambung...
jangan lupa vote dan komennyaaa:))..